Sebanyak 489 item atau buku ditemukan

Bimbingan Konseling di Sekolah Dasar

Penulisan buku ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam proses belajar dalam perkuliahan. Buku ini secara garis besar memuat tentang konsep dasar Bimbingan dan Konseling, landasan Bimbingan dan Konseling, fungsi dan prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling, orientasi dan ruang lingkup Bimbingan dan Konseling, jenis layanan dan kegiatan Bimbingan dan Konseling, kegiatan pendukung Bimbingan dan Konseling, serta Bimbingan dan Konseling sebagai profesi.

Penulisan buku ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam proses belajar dalam perkuliahan.

MANAJEMEN PENDIDIKAN

Memanajemen pendidikan bisa diartikan dengan kepemimpinan ataupun proses merancang program pendidikan. Tentu urgensinya keadaan bangsa yang saat ini masih krisis sumber daya manusia yang berkualitas. Peringkat daya saing Indonesia turun dari peringkat 37 pada 2021 ke peringkat 44 pada 2022 (Survei World Competitiveness Yearbook (WCY) 2022 yang dilakukan oleh Institut Management Development (IMD), Swiss. Realita ini berhubungan dengan kualitas sumber daya manusia yang juga secara langsung terhubung dengan kualitas pendidikan di Indonesia. Realita ini akhirnya menuntut pada suatu inovasi, kreasi serta manajemen yang harus dilakukan agar peningkatan sumber daya manusia meningkat signifikan. Buku ini, akan menuntun pembaca pada sebuah inovasi, kreasi dan manajemen yang secara signifikan mampu meningkatkan sumber daya manusia.

Memanajemen pendidikan bisa diartikan dengan kepemimpinan ataupun proses merancang program pendidikan.

Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan aspek kunci dalam mengelola sistem pendidikan dengan efektif dan efisien. Dalam upaya untuk mencapai tujuan pendidikan yang berkualitas dan merata bagi semua peserta didik, pemahaman yang mendalam tentang konsep, prinsip, dan praktik manajemen pendidikan sangatlah penting.

Manajemen pendidikan merupakan aspek kunci dalam mengelola sistem pendidikan dengan efektif dan efisien.

MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Konsep, Prinsip, Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Islam)

Judul : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Konsep, Prinsip, Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Islam) Penulis : Dr. Yunus, S.Pd.I, M.Pd.I, Abu Bakar Dja’far, S.Ag., M.A. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 137 Halaman No ISBN : 978-623-56872-0-9 SINOPSIS BUKU Permasalahan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan biasanya terletak pada sumber daya manusia dan sumber daya non manusia, sedangkan pada prosesnya terletak pada proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah berdasarkan input yang dimilikinya. Output yang dihasilkan, juga merupakan cerminan dari hasil input hari, proses di lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan yang berkualitas adalah lembaga yang dapat mensinergikan input, proses dan output sehingga dapat mewujudkan tujuan pendidikan yang ideal sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Peningkatkan mutu dan kualitas input, proses dan output, lembaga pendidikan harus selalu merekonstruksi semua lini secara integral, dengan kata lain lembaga pendidikan harus mampu beradaptasi dengan kebutuhan lingkungan, mempertimbangkan efektifitas dan efisiensi dana serta melaksanakannya secara berkesinambungan. evaluasi. Tanpa adanya manajerial dan kepemimpinan yang baik serta kebijakan yang tepat, dapat dipastikan kualitas dan mutu lembaga tersebut tentu akan menurun dan menjadi kurang baik. fasilitas, pembiayaan dan sumber daya manusia juga sangat mendesak karena merupakan titik tolak kualitas atau tidaknya suatu lembaga pendidikan. Penawaran yang dilakukan oleh lembaga pendidikan juga harus memperhatikan kebutuhan masyarakat yang ada dan memberikan keunggulan akademik dan non-akademik yang mendukung keluaran pendidikan untuk memperoleh hasil yang berimplikasi pada kemajuan. Karena input yang baik, proses yang berkesinambungan dan dikelola dengan baik akan menghasilkan output yang baik pula. Salah satu alasan buku ini layak untuk dimiliki karena buku memiliki solutif dalam problem system manajemen pendidikan Islam.

Judul : MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM (Konsep, Prinsip, Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan Islam) Penulis : Dr. Yunus, S.Pd.I, M.Pd.I, Abu Bakar Dja’far, S.Ag., M.A. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 137 Halaman No ISBN : 978-623-56872-0-9 ...

Studi Analisis Kebijakan Publik

Alkamdullilaahirabbil‘alamiin, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas tersusunnya buku “Studi Analisis Kebijakan Publik” Buku ini disusun sebagai pedoman bagi, mahasiswa, pelaku kebijakan dalam mempelajari analisa kebijakan publik dalam mewujudkan sistem pemerintah yang baik (good gaverment) di suatu negara (Indonesia). Buku pedoman belajar ini tentunya masih jauh dari sempurna. Untuk itu kami sangat terbuka untuk menerima segala bentuk masukan yang bersifat membangun. Semoga tersusunnya buku ini dapat bermanfaat untuk belajar mengajar, juga dapat digunakan dalam pembuatan kebijakan pendidikan politik di kemudian hari.

Alkamdullilaahirabbil‘alamiin, puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT, atas tersusunnya buku “Studi Analisis Kebijakan Publik” Buku ini disusun sebagai pedoman bagi, mahasiswa, pelaku kebijakan dalam mempelajari analisa ...

Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan

Buku Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan. Layanan bimbingan konseling sebenarnya sudah didiskusikan sejak tahun 1962. Peresmian layanan bimbingan konseling di sekolah mulai diberlakukannya kurikulum 1975. Istilah layanan konseling sebelumnya mengalami beberapa perubahan sebelum menjadi bimbingan dan konseling seperti saat ini. Berdasarkan kurikulum 1984 istilah yang digunakan adalah Bimbingan dan Penyuluhan (BP) dengan memasukkan layanan bimbingan karir (Wardati&Jauhar, 2011). Penyebutan BP tidak asing bagi peserta didik tahun 80-an.

Buku Bimbingan Dan Konseling Dalam Pendidikan.

Layanan Bimbingan Kelompok dan Peningkatan Motivasi Belajar

www.mikromediateknologi.com - Motivasi merupakan suatu energi. Keberadaannya mampu mendorong seseorang melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan. Motivasi mampu mendorong peserta didik belajar dengan sungguh-sungguh. Tidak adanya motivasi belajar akan mengakibatkan peserta didik tidak semangat dalam belajar, dan kurang optimalnya pencapaian hasil belajar. Buku ini menyajikan layanan bimbingan kelompok. Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah motivasi pada peserta didik. Upaya pemberian bantuan kepada peserta didik melalui kelompok untuk mendapatkan informasi, baik tentang pendidikan, karier, pribadi, dan sosial. Tujuannya agar peserta didik dapat menyusun rencana, membuat keputusan yang tepat, serta memperbaiki dan mengembangkan pemahaman terhadap diri sendiri, orang lain, dan lingkungan.

www.mikromediateknologi.com - Motivasi merupakan suatu energi.

Qawaid Al-Lughatil Arabiyah Berbasis Mind Map

Tingkat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

الحمد لله الذي زين قلوب أوليائه بأ نوار الوفاق، وسقى أسرار أحبائه شرا ا بً لذيذ المذاق، و ألزم قلوب الخائفين الوجَل وا إ لشفاق، فلا يعلم ا إ لنسان في أي الدواوين كتب ول في أ ي الفريقين يساق، ف إ ان سامح فبفضله، .وإان عاقب فبعدلِِّ، ول اعتراض على الملك الخلاق و أشهد أن ل إ الِ إ ال الله، وحده ل شريك لِ، لِ الملك ولِ الحمد، وهو على كل شيء قدير، إ الٌِ عزَّ مَن اعتز .به فلا يضام، وذلَّ مَن تكبر عن أمره ولقي الآثام و أشهد أن س يدنا وحبيبنا وشفيعنا محم ا دا عبد الله ورسولِ، وصفيه من خلقه وحبيبه، خاتم أنبيائه، وس يد مود، في اليوم المشهود، الذي م جُع فيه ا لنبياء تحت لوائه 􀟾 أصفيائه، المحصوص بًلمقام ا وعلى أ لِ و أصحابه، ومن سار على نهجه، وتمسَّك بسنته، واقتدى بهديه، واتَّبعهم إ بًحسان إ الى يوم الدين، ونحن معهم يا أرحم الراحمين

الحمد لله الذي زين قلوب أوليائه بأ نوار الوفاق، وسقى أسرار أحبائه شرا ا بً لذيذ المذاق، و ألزم قلوب الخائفين الوجَل وا إ لشفاق، فلا ...

Pembinaan Sikap Inklusif Melalui Pembelajaran Al-Qur'an Hadis di MAN I Yogyakarta

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan paham eksklusifitas dalam menjalankan perintah agama Islam. Ranah kesalehan yang kerap diamalkan secara distorsif menjadi penghalang keberhasilan dan kesuksesan nilai dan keyakinan peserta didik maupun masyarakat yang mengusung nilai-nilai kemajemukan inklusif. Pembelajaran Al-Qur’an hadis di MAN 1 Yogyakarta berperan sebagai ujung tombak untuk mengenalkan Islam yang ramah melalui penjelasan ayat-ayat dan hadis. Pengenalan dilakukan dengan pendekatan historis, teoretis, studi kasus, dan nilai-nilai inklusif untuk menciptakan suasana damai. Beberapa pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah gersangnya pemahaman umat terhadap agama Islam itu sendiri. Penelitian ini mengkaji 1) bentuk-bentuk pembinaan sikap inklusif di MAN 1 Yogyakarta, 2) pembelajaran Al-Qur’an hadis sebagai media penumbuh sikap inklusif pada peserta didik, dan 3) hasil penanaman sikap keterbukaan sosial berdasarkan indikator-indikator sikap inklusif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pemikiran pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan sikap inklusif di MAN 1 Yogyakarta pada mata pelajaran Al-Qur’an hadis sudah tercermin dari model pembelajaran integratif yang berbasis historis, teoretis, studi kasus, dan berorientasi pada nilai-nilai inklusif. Capaian kompetensi peserta didik MAN 1 Yogyakarta dalam menunjukkan sikap inklusif tercermin dalam capaian kognitif yang terbuka terhadap berbagai pemikiran multikultural. Capaian afektif menekankan sikap inklusif partikularistik dalam kelompok sosial dan psikomotorik sebagai optimalisasi keterampilan mengamalkan keterbukaan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kelima indikator sikap inklusif yang muncul dari temuan penulis sebagai pokok pembahasan, pembinaan di MAN 1 Yogyakarta telah terealisasi secara positif. Kata kunci : Inklusif, Al-Qur’an hadis, pendidikan agama Islam

... integratif, dan komprehensif. Khususnya seluruh kompetensi-kompetensi yang termaktub dalam pembelajaran Al-Qur'an dan hadis itu sendiri mengarah untuk mewujudkan sikap inklusif.56 Penulis menemukan konsep berkesinambungan antarmateri Al-Qur ...