Sebanyak 94 item atau buku ditemukan

Pengembangan Buku Kendali Kedisiplinan Untuk Meningkatkan Nilai Kedisiplinan Siswa Sekolah Dasar

Psikologi Perkembangan : Teori dan Stimulasi

Menjadi guru pada era industri memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan karakter anak. Pentingnya untuk membentuk karakter anak sedini mungkin sejak usia dini membuat guru perlu memiliki pengetahuan terkait dengan tahapan perkembangan anak. Dengan mengetahui dan memahami tahapan perkembangan anak hingga remaja membuat guru bisa menentukan bagaimana metode yang tepat serta kapan waktu yang tepat untuk mengajarkan dan membentuk karakter anak. Buku psikologi perkembangan ini menjawab kebutuhan calon-calon guru terutama pada pendidikan anak usia dini dan SD. Buku ini membahas beberapa hal yang menjadi kajian perkembangan anak di antaranya bagaimana pengertian perkembangan dan membedakan antara pertumbuhan dan perkembanagan, teori-teori perkembangan mulai dari teori psikoanalisa, teori behaviorisme, kognitif dan sosial kognitif, teori evolusioner, teori ekologi dan teori biologi. Selain itu terdapat pula pembahasan mengenai desain dan metode penelitian dalam penelitian perkembangan, tahapan-tahapan perkembangan fisik dan otak, perkembangan kognitif, inteligensi, bahasa, emosi, perkembangan identitas dan sosial pada anak dan remaja berikut stimulasinya, serta mengenai konteks-konteks yang berpengaruh pada perkembngan seperti media, lingkungan dan bentuk-bentuk permainan. Menjadi seorang guru yang profesional sekaligus mampu mengakomodir setiap permasalahan yang dialami anak terutama pada jenjang dasar dengan menyisipkan penanaman kaakter di dalamya memang tidak mudah. Dengan menggunakan buku ini diharapkan bisa membantu membekali para calon guru dan pada akhirnya saat terjun secara langsung menjadi seorang guru, para calon guru ini mampu melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak dan melakukan layanan bimbingan dan penyuluhan di sekolah untuk memecahkan permasalahan yang terkait dengan perilaku siswa dalam pembelajaran. Selain guru, pemahaman terkait perkembangan serta penanaman karakter anak juga harus dimiliki oleh orang tua yang menjadi penanggung jawab utama dalam pengasuhan anak, hal ini menjadikan buku ini juga bisa menjadi sumber untuk menentukan bagaimana pola pengasuhan yang terbaik untuk anak sesuai dengan karakter dan tahap perkembangannya.

Menjadi guru pada era industri memiliki tanggung jawab yang besar terhadap pembentukan karakter anak.

Manajemen Pendidikan

Buku ini merupakan buku yang disusun oleh sejumlah akademisi dan praktisi dibidang pendidikan yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kami berkolaborasi untuk menghasilkan buku dengan judul “Manajemen Pendidikan”. Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dibidang pendidikan, khususnya manajemen pendidikan. Buku ini terdiri dari 14 bab, yaitu: Konsep dasar manajemen pendidikan, Organisasi lembaga pendidikan, Kurikulum pendidikan, Sarana dan prasarana pendidikan, Manajemen kepemimpinan, Manajemen kelas, Manajemen berbasis sekolah, Manajemen mutu dan akreditasi, Manajemen pembiayaan, Manajemen humas, Tata laksana lembaga pendidikan, Problematika pendidikan Indonesia, Kebijakan pendidikan Indonesia, dan Inovasi pendidikan Indonesia. Buku ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu, kami menerima masukan dan saran dari para pembaca terkait penyempurnaan buku ini.

Kami berkolaborasi untuk menghasilkan buku dengan judul “Manajemen Pendidikan”. Buku ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dibidang pendidikan, khususnya manajemen pendidikan.

Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

Pengaruh Fasilitas, Kepercayaan,dan Harga Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada PT. Pos Indonesia Cabang Padang Panjang

Tersedia di Perpustakaan Utama Lantai 2 Ruang karya Ilmiah

Strategi Pengembangan Usaha Cafe D' Teras Food and Drink dengan Metode Pendekatan Blue Ocean Strategy

Tersedia pada ruang karya ilmiah lantai 2