This book is entitled Syllabus Design for English Language Teaching which was written and developed based on a research “Communicative Competence Based Syllabus Design for Speaking Course One for Students of The English Department”. It mainly provides detailed elucidation of the process of designing a syllabus as one of systematic steps of curriculum development in language teaching. Curriculum development in language teaching should be done since it implies an effort carried out by the language teachers to improve the quality of language teaching through some stages of systematic planning such as a needs analysis, formulation of learning objectives, development of syllabus and teaching materials, teaching materials’ implementation as well as evaluation to find out the effectiveness of the curriculum by taking into account the achievement of learning goals in language teaching program. This book generally includes some information on the discussion of: (1). The status of English in the education system of Indonesia and the outcomes of English teaching all this time according to researchers in the field of language teaching; (2). The distinction between the terms of curriculum and syllabus therewith the syllabus design theory from the standpoint of ESP and Language Program Development; (3). Theory of needs analysis as the main cornerstone in the development of syllabus design; (4). The concept and the theory of communicative competence based syllabus design; (5). The systematic stages in designing a competency-based syllabus ranging from preliminary stages with the needs analysis, the stage of teaching materials development, as well as the stage of reviewing the learning outcomes; (6). A practical example of a study which is presented to make the readers clearly understand how to apply the stages of developing the communicative competence based syllabus design Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia
This book is entitled Syllabus Design for English Language Teaching which was written and developed based on a research “Communicative Competence Based Syllabus Design for Speaking Course One for Students of The English Department”.
Sesungguhnya tidak ada keraguan sedikit pun bagi setiap orang bahwasanya pohon tidak mungkin dapat berdiri tegak tanpa adanya akar, dan bangunan rumah tidak akan berdiri kukuh tanpa ada adanya fondasi. Demikian pula dengan fiqh, ia tidak bisa berdiri tanpa adanya ushul fiqh. Namun kitab-kitab ushul fiqh yang selama ini beredar di tengahtengah kita terasa sulit untuk dipahami karena sebagian menggunakan bahasa yang rumit dan sebagian lagi tidak memberikan contoh-contoh dari kaidah-kaidah yang ada. Oleh karena itu, saya merasa terpanggil untuk segera menyusun sebuah kitab ushul fiqh yang mudah dipahami dan disertai dengan contoh-contoh, karena sesungguhnya menghafal kaidah-kaidah (baik ushul fiqh maupun fiqh) tanpa disertai pengetahuan tentang contoh-contoh, tentu tidak akan bermanfaat dan menyia-nyiakan waktu belaka. Saya telah memperinci kitab ini menjadi tiga juz; juz pertama dinamakan Mabadi’ Awwaliyah, juz kedua As-Sullam, dan juz ketiga Al-Bayan. Juz pertama dibagi ke dalam dua bidang: ushul fiqh dan kaidah fiqh
Sesungguhnya tidak ada keraguan sedikit pun bagi setiap orang bahwasanya pohon tidak mungkin dapat berdiri tegak tanpa adanya akar, dan bangunan rumah tidak akan berdiri kukuh tanpa ada adanya fondasi.
Buku yang ada di hadapan para pembaca ini merupakan terjemahan kitab As-Sullam, juz kedua dari trilogi kitab fiqh dan ushul fiqh karangan Abdul Hamid Hakim. Sebuah risalah sederhana, ringkas, tetapi padat. Saya tergugah untuk menerjemahkan kitab ini, sebab sependek pengetahuan saya, terjemahan kitab ini masih jarang ditemukan di pasaran. Padahal isi kitab ini sangat bagus dan penting bagi para pemula yang ingin mempelajari metodologi hukum Islam, khususnya ushul dan kaidah fiqh. Dalam menerjemahkan kitab ini, saya memadukan antara pendekatan tekstual dan kontekstual. Sebagaimana kita tahu, penerjemahan tekstual menyebabkan gaya bahasa sasaran mengikuti bahasa sumbernya, sehingga terasa aneh, kaku, dan berujung pada kesulitan memahami isi kitab. Sebaliknya, penerjemahan kontekstual acap kali menyebabkan hasil terjemahan jauh dari teks asalnya dan peran penerjemah sering melebihi porsi yang ada dan dimaksudkan dalam teks, sehingga menyebabkan bias makna.
Buku yang ada di hadapan para pembaca ini merupakan terjemahan kitab As-Sullam, juz kedua dari trilogi kitab fiqh dan ushul fiqh karangan Abdul Hamid Hakim.