Sebanyak 505 item atau buku ditemukan

AKUNTANSI BIAYA; Perencanaan dan Pengendalian

Akuntansi adalah sebuah disiplin ilmu yang terus berkembang pada tataran akademis dan praktis. Perkembangan pada tataran praktis terutama dipicu oleh perkembangan dunia bisnis yang didukung oleh teknologi informasi yang berkembang dengan kecepatan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Dalam kondisi seperti ini, mereka yang menjalani pendidikan akuntansi, dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai agar dapat bersaing dalam pasar kerja. Buku yang ditulis oleh praktisi dalam dunia usaha dan industri sekaligus akademisi di bidang keuangan, akuntansi, serta perpajakan ini akan dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada peningkatan kompetensi tersebut. Buku ini membahas, antara lain, klasifikasi biaya, manajemen produksi dan kalkulasi biaya, pemisahan biaya tetap dan biaya variabel, perhitungan harga pokok produksi dan harga pokok penjualan, perhitungan biaya produksi pesanan, dan perhitungan biaya produksi proses.

Akuntansi adalah sebuah disiplin ilmu yang terus berkembang pada tataran akademis dan praktis.

Perencanaan Pembangunan

Banyak pejabat daerah hanya memiliki dokumen perencanaan daerah, tetapi tidak peduli substansi perencanaan visi daerah mau dibawa ke mana, dan apa masalah mendasar yang dihadapi oleh daerah. Perencanaan Pembangunan Daerah membutuhkan identifi kasi dan pemahaman: sistem perencanaan pembangunan nasional/daerah; jenis perencanaan; sumber daya yang dimiliki; masalah mendasar yang dihadapi; komoditi/ jasa/sektor unggulan, arah, dan tujuan yang ingin dicapai; indikator kinerja utama; pembiayaan pembangunan; integrasi dimensi sektoran dan wilayah; serta formulasi visi-misi-strategi. Fokus buku ini adalah bagaimana memanfaatkan teori dan konsep perencanaan untuk membangun ekonomi lokal, kota, dan kawasan. **** “Berbekal pengalaman blusukan ke seluruh wilayah Indonesia, Prof. Mudrajad mampu menyajikan betapa teori perencanaan juga membutuhkan ‘seni’ ketika diaplikasikan di Indonesia yang amat ‘bhinneka’. Studi kasus di berbagai daerah provinsi, kabupaten, dan kota yang ditampilkan dalam buku ini memperkaya kita dalam memahami kompleksitas masalah dan beragamnya potensi, menyusun strategi yang membutuhkan kejelian, dan menangkap peluang membangun daerah. “ — Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, Ph.D. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Kabinet Kerja 2014–2019 “Buku teks yang diramu dengan konteks empiris kasuistik ini dimaksud untuk mengisi minimnya buku tentang Perencanaan Daerah yang yang secara komprehensif-simultan memuat empat aspek (politik, hukum, administrasi, dan fi skal) dengan contoh-contoh aplikasi ‘best pratices’ di daerah yang diteliti. Meski cukup tebal, buku ini enak dan perlu dibaca, terutama oleh para birokrat, karena dapat menjadi rujukan praktis dalam perencanaan daerah yang berorientasi pada proses, mulai dari mengidentifi kasi dokumen, merumuskan visi-misi, menetapkan kebijakan, memilih strategi, dan mengimplementasikan program untuk membangun ekonomi lokal berbasis potensi unggulannya.” — Sri Sultan Hamengku Buwono X Gubernur Provinsi DIY “Buku ini ditulis dengan sangat komprehensif, yang ditinjau dari beberapa aspek penting, seperti aspek politik, hukum administrasi, dan fi skal, serta disuguhkan dengan contoh-contoh aplikasi kusus perencanaan pembangunan daerah yang dianggap telah berhasil. Membaca buku ini akan menambah wawasan dalam usaha memahami pentingnya perencanaan yang baik dalam pembangunan daerah. Oleh karena itu, buku ini wajib dibaca oleh para praktisi daerah, seperti kepala daerah, anggota DPRD, dan pejabat daerah lainnya.” — Dr. Sinyo Herry Sarundajang Gubernur Provinsi Sulawesi Utara (2005-2015) & Dubes RI di Filipina

Perencanaan Pembangunan Daerah membutuhkan identifi kasi dan pemahaman: sistem perencanaan pembangunan nasional/daerah; jenis perencanaan; sumber daya yang dimiliki; masalah mendasar yang dihadapi; komoditi/ jasa/sektor unggulan, arah, dan ...

Hukum Internasional dan Hukum Islam tentang Sengketa dan

"""Tidak banyak yang tahu bahwa Hukum Internasional tentang sengketa dan perdamaian yang berlaku hingga saat ini sedikit banyak merupakan kontri-busi ajaran Hukum Islam. Islam lebih dulu memperkenalkan konsep-konsep perang dan perdamaian, yang kemudian diserap oleh para pencetus Hukum Internasional. Hal ini diakui oleh sejumlah penulis dan sejarawan Eropa, se-perti Jean Allain, Marcel Boisard, dan Theodor Landschdeit. Kontribusi Islam terhadap Hukum Internasional mencakup prinsip-prinsip hukum mengenai hubungan antarbangsa, baik dalam keadaan da-mai maupun dalam suasana konflik seperti perang. Prinsip-prinsip hukum dalam suasana damai, antara lain meliputi perlakuan orang asing di negara Islam, khususnya perwakilan diplomatik asing yang tidak boleh diganggu (inviolability). Sementara dalam suasana konflik, Islam menyumbang se-jumlah prinsip hukum seperti kaidah perang, perlakuan terhadap musuh dan penduduk sipil, bahkan terhadap lingkungan hidup. Disusun dalam bentuk pemaparan mendalam dan sistematis, Hukum Internasional dan Hukum Islam tentang Sengketa dan Perdamaian ini juga membeberkan bukti nyata guna menepis stigma negatif yang kerap dilekatkan pihak Barat—khususnya kalangan media massa—kepada Islam, yaitu “agama perang yang penuh kekerasan”. Islam dengan keluwesan syariat-nya justru aktif memberikan solusi untuk berbagai bentuk sengketa. Islam juga dengan tegas menjabarkan pengakuan terhadap perbedaan, menjalin hubungan baik dalam menciptakan tatanan hidup bersama, toleransi dan saling menghormati, serta saling bekerja sama, yang semua aturan tersebut selalu selaras dengan perkembangan zaman. Buku ini bukan hanya merupakan acuan tepercaya bagi kalangan aka-demisi, khususnya yang berkecimpung dalam bidang kajian Hukum Islam, Politik Islam, Hukum Internasional, dan Hubungan Internasional, tetapi juga bisa menjadi “santapan nikmat” para pemerhati masalah hukum, ke-adilan, dan Islam."""

... tata cara bertetangga , tata cara makan dan minum , hingga anjuran bersunat ( khitan ) yang dilakukan oleh kaum muslimin . ” 625 Diriwayatkan pula bahwa di antara pengaruh interaksi kaum Kristen di dalam negara Islam , pada era ...

Negara Paripurna (2024)

“Sangatlah melegakan dan membanggakan bahwa dalam keterpurukan yang sedang dialami oleh bangsa kita, muncul seorang intelektual muda, Yudi Latif, yang mampu menjabarkan dan memperkaya Pancasila sampai pada akar-akar sejarahnya. Buku ini patut disebarluaskan dan dijadikan bacaan wajib bagi setiap warga negara Indonesia.” –Kwik Kian Gie– Ekonom, Penggerak Pendidikan dan Mantan Menteri Koordinator Perekonomian “Buku ini menunjukkan posisi dan kelas Yudi Latif sebagai intelektual-aktivis yang memiliki panggilan moral-intelektual tinggi untuk memantapkan Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia dengan pendekatan ilmiah. Saya yakin buku ini akan menjadi karya klasik yang selalu bisa jadi rujukan siapa pun yang ingin mengenal dan mendalami jati diri bangsa Indonesia. Buku ini wajib dimiliki dan dibaca oleh para aktivis sosial, politisi, dan penyelenggara pemerintahan.” –Prof. Dr. Komaruddin Hidayat– Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “Dalam buku Negara Paripurna ini, Yudi Latif tidak hanya menunjukkan keluasan pengetahuan namun juga kejernihan dan ketajaman seorang intelektual merdeka yang dilahirkan bangsa ini. Membaca buku ini, kita disadarkan bahwa para pendiri bangsa, dengan keluasan wawasan, ketulusan niat, kesungguhan mencapai yang terbaik serta tanggung jawabnya kepada nusa dan bangsa, telah mewariskan kepada kita suatu dasar falsafah dan pandangan hidup negara yang begitu visioner. Sebuah buku yang bisa menjadi lentera untuk memandu bangsa ini keluar dari kegelapan dan keterpurukan.” –Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute “Yudi Latif mampu menafsirkan Pancasila secara kontekstual dan sarat dengan napas pluralisme dan inklusivisme. Ketuhanan Yang Maha Esa dia ‘reword’ menjadi Ketuhanan yang Berkebudayaan. Pancasila menjadi begitu hidup! Buku ini sungguh wajib dibaca oleh berbagai kalangan profesi, dihayati, dan kemudian kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.” –Sudhamek AWS– Ketua Majelis Buddhayana Indonesia

“Sangatlah melegakan dan membanggakan bahwa dalam keterpurukan yang sedang dialami oleh bangsa kita, muncul seorang intelektual muda, Yudi Latif, yang mampu menjabarkan dan memperkaya Pancasila sampai pada akar-akar sejarahnya.

Negara Paripurna (Cover Baru)

“Sangatlah melegakan dan membanggakan bahwa dalam keterpurukan yang sedang dialami oleh bangsa kita, muncul seorang intelektual muda, Yudi Latif, yang mampu menjabarkan dan memperkaya Pancasila sampai pada akar-akar sejarahnya. Buku ini patut disebarluaskan dan dijadikan bacaan wajib bagi setiap warga negara Indonesia.” –Kwik Kian Gie– Ekonom, Penggerak Pendidikan dan Mantan Menteri Koordinator Perekonomian “Buku ini menunjukkan posisi dan kelas Yudi Latif sebagai intelektual-aktivis yang memiliki panggilan moral-intelektual tinggi untuk memantapkan Pancasila sebagai jati diri bangsa Indonesia dengan pendekatan ilmiah. Saya yakin buku ini akan menjadi karya klasik yang selalu bisa jadi rujukan siapa pun yang ingin mengenal dan mendalami jati diri bangsa Indonesia. Buku ini wajib dimiliki dan dibaca oleh para aktivis sosial, politisi, dan penyelenggara pemerintahan.” –Prof. Dr. Komaruddin Hidayat– Mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta “Dalam buku Negara Paripurna ini, Yudi Latif tidak hanya menunjukkan keluasan pengetahuan namun juga kejernihan dan ketajaman seorang intelektual merdeka yang dilahirkan bangsa ini. Membaca buku ini, kita disadarkan bahwa para pendiri bangsa, dengan keluasan wawasan, ketulusan niat, kesungguhan mencapai yang terbaik serta tanggung jawabnya kepada nusa dan bangsa, telah mewariskan kepada kita suatu dasar falsafah dan pandangan hidup negara yang begitu visioner. Sebuah buku yang bisa menjadi lentera untuk memandu bangsa ini keluar dari kegelapan dan keterpurukan.” –Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif– Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah dan Pendiri Maarif Institute “Yudi Latif mampu menafsirkan Pancasila secara kontekstual dan sarat dengan napas pluralisme dan inklusivisme. Ketuhanan Yang Maha Esa dia ‘reword’ menjadi Ketuhanan yang Berkebudayaan. Pancasila menjadi begitu hidup! Buku ini sungguh wajib dibaca oleh berbagai kalangan profesi, dihayati, dan kemudian kita jalani dalam kehidupan sehari-hari.” –Sudhamek AWS– Ketua Majelis Buddhayana Indonesia

“Sangatlah melegakan dan membanggakan bahwa dalam keterpurukan yang sedang dialami oleh bangsa kita, muncul seorang intelektual muda, Yudi Latif, yang mampu menjabarkan dan memperkaya Pancasila sampai pada akar-akar sejarahnya.

Kebijakan multilateral dan pembangunan ekonomi indonesia

Kerja sama multilateral agaknya bukan sebuah tema yang populer di Indonesia. Tak banyak literatur yang tersedia untuk membahas tema ini dari perspektif peran Indonesia. Di tengah kelangkaan ini, buku Kebijakan Multilateral dan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang disusun oleh para peneliti dari Badan Kebijakan Fiskal muncul sebagai sebuah jawaban. Buku ini membahas berbagai topik yang amat luas, seperti stagnasi perekonomian dunia, peran Indonesia dalam G-20, dan berbagai topik lainnya. Sebuah dokumentasi yang sangat baik dan sebuah buku yang mencatat studi kasus peran Indonesia dalam kerja sama multilateral. Sebuah buku yang memperkaya pemahaman kita tentang peran Indonesia di kancah global. —Muhamad Chatib Basri Menteri Keuangan Republik Indonesia, 2013-2014 Buku ini menjawab kegundahan banyak orang yang meragukan kemampuan pemerintah Indonesia untuk terlibat langsung dalam perhelatan multilateral global yang penuh tantangan dan risiko. Diracik langsung dari dapur kebijakan keuangan Indonesia serta disuguhkan dalam rangkaian narasi yang lugas, runut, dan sistematis, buku ini menjadi bacaan wajib bagi mereka yang ingin mendalami bagaimana Indonesia berupaya untuk tidak tenggelam dalam arus multilateralisme yang ekslusif dan hegemonik dan dalam tren neopopulisme yang state-centric. Pemikiran analitis yang cermat, seperti yang dituangkan dalam buku ini, menunjukkan bahwa Indonesia sudah sepatutnya memetik manfaat dari kerja sama ekonomi global demi terwujudnya kesejahteraan seluruh masyarakatnya. —Dr. Yulius P. Hermawan Dosen Hubungan Internasional, Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Parahyangan Bandung, dan Peneliti G20 dan Tata Kelola Ekonomi Global

Di tengah kelangkaan ini, buku Kebijakan Multilateral dan Pembangunan Ekonomi Indonesia yang disusun oleh para peneliti dari Badan Kebijakan Fiskal muncul sebagai sebuah jawaban.

Ensiklopedia Fikih Indonesia Muamalat Muamalat Jilid 7

Ensiklopedia Hadits Ibadah Bersuci dan Shalat Wajib

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, hadits adalah segala tutur kata, perbuatan, dan taqrir Nabi Muhammad SAW, sekaligus sumber panduan kedua setelah Al-Qur’an dalam agama Islam. Melalui hadits-hadits ini, kita akan menemukan beragam panduan hidup, mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali di malam hari. Buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Bersuci dan Shalat Wajib ini merupakan kumpulan hadits yang dinukilkan dari kitab hadits karya imam-imam terkemuka, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan lainnya. Dengan penyusunannya yang runut dan sistematis, akan memudahkan Anda untuk menemukan tema yang dicari. Dalam buku ini, Anda akan menemukan pembahasan mengenai ibadah sehari-hari, mulai dari ragam najis, cara bersuci, shalat dan tata caranya.

Buku Ensiklopedia Hadits Ibadah Bersuci dan Shalat Wajib ini merupakan kumpulan hadits yang dinukilkan dari kitab hadits karya imam-imam terkemuka, seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Dawud, dan lainnya.

45 Kreasi Jelly Art Puding dengan Teknik 1 Jarum Suntik Tanpa

Puding berasal dari kata pudding (bahasa Inggris), adalah hidangan penutup yang tidak hanya dihidangkan dingin segar melainkan juga dalam keadaan panas, hangat, dan lebih kaya rasa. Puding cocok sebagai hidangan penutup yang segar untuk iklim tropis Indonesia. Dengan bahan dasar agar-agar yang kaya serat, cita rasanya lebih nikmat dengan menambahkan bahan susu dan gula. Dari masa ke masa bermunculan aneka kreasi puding, seiring dengan berkembangnya penemuan bahan-bahan baru seperti gelatin dan jelly untuk membuat puding. Gelatin adalah bahan yang diperoleh dari tulang dan kulit hewan, bentuk umum di pasaran biasanya berupa lembaran atau bubuk. Sedangkan jelly berasal dari umbi konyaku dan beredar di pasar dengan bentuk bubuk. Gelatin kurang populer di Indonesia karena berbahan dasar hewani dan proses pengolahannya sangat rumit, sedangkan jelly menjadi sangat populer karena mudah diolah seperti agar-agar. Kelebihan dari jelly dibandingkan agar-agar adalah dari segi tekstur lebih kenyal, dan memiliki varian rasa serta warna lebih beragam sehingga bisa dikreasikan dalam berbagai bentuk yang fantastis. Selama ini kreasi puding hanya dengan bermain komposisi warna, rasa, dan melapis-lapis/ menumpuk atau dengan penggunaan variasi bentuk cetakan. Namun pernahkah Anda berpikir membuat kreasi dengan cara menyuntik puding sehingga tercipta keindahan baru? Ya, membuat aneka bentuk di dalam puding dengan cara disuntik. Bahannya sangat mudah didapat dan hampir sama dengan membuat puding berbahan susu, hanya saja diperlukan tehnik, dan tehnik tersebut bisa Anda pelajari melalui buku ini. Inovasi puding dengan teknik suntik ini pertama kali ditemukan dan sangat populer di Meksiko dengan sebutan Gelatine Art karena menggunakan bahan gelatin dalam pembuatannya. Namun di Indonesia lebih menyukai bahan jelly sehingga disebut Jelly Art Puding. Buku 45 KREASI JELLY ART PUDING ini mengupas habis tentang bahan, persiapan, dan juga teknik yang benar dalam membuat kreasi puding suntik bermotif flora. Penulis menjamin buku ini akan sangat berguna sebagai pegangan bagi Anda, juga bagi Anda yang ingin memulai usaha jelly art puding. Berbeda dengan buku-buku sejenis lainnya, buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi pola, galeri inspirasi, dan tips praktis.

Lulusan S1 Bimbingan Konseling Universitas Sanata Dharma Yogyakarta 2002. Ketika kuliah ia sempat mengambil kursus pelatih senam di Kartika Dewi Yogyakarta, dan selama 7 tahun bekerja sebagai instruktur senam aerobik di Yogyakarta.

Konseling Gangguan Jiwa & Okultisme

"Memberikan informasi penting kepada pembaca untuk dapat membedakan antara gangguan jiwa (skizofrenia) dan kerasukan (gangguan roh jahat). Penulis meramu buku ini berdasarkan Ilmu Kedokteran, Ilmu Psikologi, dan Ilmu Psikiatri, lalu mengintegrasikannya dengan Ilmu Teologi. Diagnosis yang tepat dapat mengungkapkan atau mendeteksi masalah gangguan jiwa atau kerasukan setan. Dengan demikian, si penderita dapat ditangani dengan lebih objektif dan komprehensif sehingga mempercepat pemulihan orang yang kita cintai dan layani. Semakin cepat masalah gangguan ini dideteksi, akan semakin besar dan cepat kemungkinannya untuk sembuh."

Misalnya, beberapa penelitian yang dikumpulkan oleh Bergin135 (1983) tentang hubungan komitmen religius (khususnya intrinsik religius) dan kesehatan mental, membuktikan bahwa 47% hasilnya berkorelasi secara positif.