Sebanyak 139 item atau buku ditemukan

Pengambilan Keputusan Terhadap Rujukan Ibu Bersalin

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan gambaran jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan nifas. AKI adalah salah satu indikator untuk menggambarkan pencapian pembangunan suatu negara melalui Human Development Index (HDI)/ Indeks Pembangunan Manusia (IPM) (Prasetyawati, 2012). Kematian ibu merupakan masalah besar, khususnya di negara berkembang yang mencapai 98–99% Keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya atau kegawatdaruratan kebidanan akan berlanjut terhadap keterlambatan dalam pengambilan keputusan untuk mencari pertolongan. Keterlambatan tersebut dapat terjadi pada penolong persalinan (bidan) dan keluarga ibu . Disamping itu, keterlambatan dalam pengambilan keputusan kemungkinan dapat disebabkan karena pengaruh budaya yang ada di suatu daerah, yaitu pengambilan keputusan berada di tangan keluarga sehingga ibu tidak memiliki kekuatan untuk mengambil keputusan sendiri terhadap status kesehatan dan keselamatan dirinya. Di beberapa daerah menganut pola keturunan matrilinear, proses pengambilan keputusan menjunjung musyawarah untuk mencapai mufakat. Suami dalam membuat keputusan merujuk ibu ke rumah sakit harus melalui tahapan berunding dahulu dengan orang tua, mertua, mamak dan sanak saudara lainnya. Semua keputusan berada di tangan suami dan mamak serta orang tua. Sehingga membutuhkan waktu lama untuk memberikan keputusan merujuk.

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan gambaran jumlah kematian ibu yang terkait dengan masa kehamilan, persalinan dan nifas.

Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan dan Sistem Pakar

Buku ini membahas konsep, struktur, pendekatan dan tahapan pengembangan sistem pengambilan keputusan dan sistem pakar; teknik-teknik pendukung pengambilan keputusan strategis berbasis indeks kinerja, proses herarki analitik (AHP), pemodelan, dan inteprestasi struktural (ISM); prinsip teknik komputasi lunak: komputasi fuzzy dan jaringan saraf tiruan; bunga rampai contoh sukses penerapan yang dilengkapi dengan manual singkat perangkat lunak pengembang sistem pengambilan keputusan dan sistem pakar

Buku ini membahas konsep, struktur, pendekatan dan tahapan pengembangan sistem pengambilan keputusan dan sistem pakar; teknik-teknik pendukung pengambilan keputusan strategis berbasis indeks kinerja, proses herarki analitik (AHP), pemodelan ...

Model Pengambilan Keputusan Garbage Can dan Dana Talangan Haji

Banyak kritik terhadap layanan haji, juga umrah. Indonesia sudah melakukan 'kerja' itu nyaris semenjak Proklamasi. Toh sebagai servis Negara belum juga mencapai taraf prima. Padahal yang dilayani adalah sekian juta warganegara pada kegiatan ibadah utama mereka. Buku ini menunjukkan pada akar kebijakannya mengapa hal itu terjadi? Adakah pilihan kebijakan selain itu? Apa saja? . Secara cepat tapi ilmiah Penulis menjawab pertanyaan itu untuk Anda. Bagi para mahasiswa, akademisi ilmu sosial, pemerhati kebijakan publik, kaum muslimin yang hendak atau sudah berziarah ke Tanah Suci, buku ini layak dibaca dan perlu dimiliki.

Banyak kritik terhadap layanan haji, juga umrah.

Paradigma fresh & frozen : pengambilan keputusan dalam lingkungan bisnis yang kompleks

“Paradigma Fresh & Frozen: Pengambilan Keputusan dalam Lingkungan Bisnis yang Kompleks“, literasi ini tersusun karena terinspirasi dari seorang pemimpin visioner, ketika menyadari bahwa perencanaan melalui arahan yang jelas, dan digerakkan dengan penuh energi dapat mengubah masa depan. Sebuah rencana strategis tentang rantai nilai komoditas daging sapi berbasis masyarakat di Bali telah penulis usulkan melalui riset yang cukup panjang. Setiap rencana, paling tidak mengandung 3 hal, yakni filosofi, prioritas, dan disiplin. Filosofi diperlukan untuk menetapkan apa yang menjadi landasan berpikir untuk melihat masa depan ditengah-tengah beragam pilihan dengan tujuan yang saling bertentangan. Prioritas, seperti yang disampaikan Pareto, adalah mencari kegiatan utama dengan urut-urutan yang tepat karena dapat menyumbang sebagian besar keberhasilan. Budaya disiplin adalah modal penting untuk membangun posisi maju ke depan. Filosofi sistem pembangunan peternakan sapi potong berbasis masyarakat yang berorientasi pada penyediaan daging bermutu beku (frozen) melalui proses produksi di Rumah Potong Hewan (RPH) berteknologi ramah lingkungan, ditopang oleh pemberdayaan peternak sebagai pemasok ternak. Prioritas yang menjadi temuan hasil riset adalah sistem produksi daging sapi beku yang dihasilkan dari pendekatan analitis jejaring yang mempertimbangkan merit Benefits, Opportunities, Costs, and Risks (BOCR). Model ini memiliki struktur multi-layer lengkap diberikan nama Model SBPS-ANP (Selection of Beef Production Systems-ANP Model). Sintesis sepuluh kriteria bermakna yang dihasilkan oleh Model SBPS-ANP dan isu-isu strategis rantai nilai daging sapi di Indonesia, selanjutnya menjadi ide dasar dalam pengembangan model bisnis komoditas daging sapi beku yang diwujudkan pada sentra produksi ternak sapi di pedesaan Bali, yang penulis berikan nama Model CBVC-BUMDes (Community Based Value Chain-BUMDes Model). Model rantai nilai berbasis masyarakat ini melibatkan BUMDes dan BUM antar desa. Kedua model yang menjadi basis novelty itu merupakan hasil integrasi proses berpikir intuitif dan analitis.

“Paradigma Fresh & Frozen: Pengambilan Keputusan dalam Lingkungan Bisnis yang Kompleks“, literasi ini tersusun karena terinspirasi dari seorang pemimpin visioner, ketika menyadari bahwa perencanaan melalui arahan yang jelas, dan ...

Sistem Informasi Geografis: Praktikum Dan Penerapan Dalam Pengambilan Keputusan

buku referensi yang berjudul “Sistem Informasi Geografis; Praktikum dan Penerapan Dalam Pengambilan Keputusan”. Buku ini merupakan hasil dari penelitian dengan pendekatan praktik agar memudahkan pembaca dalam memahami dan menerapkan isi buku. Buku ini berisi penjelasan mengenai konsep sistem informasi geografis dengan memadukan praktik menggunakan ArcGIS, QuantumGIS dan Geoserver serta penggunaan Weka dalam melakukan analisis clustering. Buku ini juga menyampaikan hasil peneliltian yang telah dilakukan oleh penulis.

buku referensi yang berjudul “Sistem Informasi Geografis; Praktikum dan Penerapan Dalam Pengambilan Keputusan”.

MATERI PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.

PANDUAN PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.

PELAKSANAAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN OLEH KEPALA SEKOLAH DI SMP-IT QURRATA A’YUN BATUSANGKAR

Tersedia pada ruang karya ilmiah lantai 2