Sebanyak 4 item atau buku ditemukan

Manajemen Sumber Daya Manusia

Buku ini merupakan simbol semangat intelektual dalam mengakaji ilmu manajemen sumberdaya manusia yang terbit pada tahun 2021. Kontributor dari buku ini adalah para peneliti dan dosen dari berbagai kampus di Indonesia. Mereka memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda. Penulisan buku ini dilandasi atas pentingnya update penelitian terbaru tentang kajian manajemen sumberdaya manusia yang menjadi isu dan problematika saat ini. Buku ini terdiri dari 14 bab. Adapun upaya penyusunan buku ini dilakukan untuk mendokumentasikan karya-karya yang dihasilkan para penulis sehingga dapat bermanfaat bagi pembaca secara lebih luas

Buku ini merupakan simbol semangat intelektual dalam mengakaji ilmu manajemen sumberdaya manusia yang terbit pada tahun 2021.

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat MSDM, adalah pemanfaatan sejumlah individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan. Kajian MSDM menggabungkan beberapa bidang ilmu seperti psikologi, sosiologi, dan lain-lain. Buku Manajemen Sumber Daya Manusia ini terdiri atas sebelas bab, cakupan materi yang dibahas meliputi Konsep Dasar MSDM, Desain Pekerjaan & Informasi Pekerjaan, Perencanaan Sumber Daya Manusia, Penarikan Sumber Daya Manusia, Proses Seleksi, Orientasi, Pelatihan & Pengembangan, Karir, Penilaian Kinerja, Kompensasi, Keamanan & Kesehatan, Kepuasan kerja, Stres dan Program Konseling. Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dalam suatu organisasi atau perusahaan merupakan suatu hal yang menarik untuk dikaji lebih mendalam. Apalagi dengan ditunjang pembahasan secara komprehensif dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami merupakan kelebihan dari buku ini. Harapan penulis, buku ajar ini dapat dijadikan sebagai bahan rujukan bagi mahasiswa, praktisi bisnis, maupun akademisi dalam melakukan pembelajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM).

Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat MSDM, adalah pemanfaatan sejumlah individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

MATERI PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.

PANDUAN PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.