Sebanyak 10 item atau buku ditemukan

Wawasan Bimbingan dan Konseling : Menelusuri Sejarah Menuju Penerapan Terkini

Bimbingan konseling pertama kali muncul di Amerika Serikat, dengan Frank Parson sebagai pelopor utamanya. Dia memimpin "gerakan bimbingan" yang bertujuan untuk membantu para veteram perang yang tidak memiliki pekerjaan. Frank Person berupaya memberikan bimbingan karier untuk memastikan para veteran bisa tetap bekerja, apapun kondisi mereka. Seiring waktu, gerakan ini berkembang dari bimbingan vokasional ke bidang lain dan akhirnya menjadi bagian dari pendidikan formal. Bimbingan dan konseling telah berkembang seiring dengan perubahan dalam pemahaman pendidikan dan masyarakat tentang psikologi. Perubahan ini mencerminkan evolusi konsep dari tradisi filosofis ke praktik profesional yang terstandarisasi, memenuhi berbagai kebutuhan individu dalam berbagai konteks dan budaya.

Bimbingan konseling pertama kali muncul di Amerika Serikat, dengan Frank Parson sebagai pelopor utamanya.

Ekonomi Regional Daya Saing Kompetitif dan Komparatif

Dalam buku ajar ini diawali dengan pembahasan mengenai definisi dan konsep dari daya saing. Pembahasan selanjutnya membahas lebih dalam terkait dengan daya saing kompetitif dengan memuat studi kasus implikasi daya saing infrastruktur terhadap kinerja logistik pada kawasan ASEAN. Pada bagian ketiga dalam buku ini memuat berbagai penjelasan mengenai daya saing komparatif, model daya saing komparatif, faktor-faktor daya saing, dan metode perhitungan daya saing komparatif. Buku ini ditutup dengan studi kasus daya saing kompetitif dan komparatif sektor komoditas beras di 3 negara pada kawasan ASEAN.

Dalam buku ajar ini diawali dengan pembahasan mengenai definisi dan konsep dari daya saing.

Desain Perencanaan Program Pendidikan Luar Sekolah (Kompilasi Desain Program Pelatihan, Penyuluhan, dan Pemberdayaan)

Buku ini memberikan penjelasan dan gambaran terkait dengan posisi dan kedudukan perencanaan dalam sebuah program kegiatan dalam pencapaian tujuan, khususnya pada program PLS. Untuk memberikan contoh yang sederhana maka didalam buku ini juga ditampilkan berbagai bentuk Desain Program Pendidikan Luar Sekolah yang relevan dengan kondisi masyrakat saat ini.

Dari aspek pendidik biasanya guru yang mengajar di PAUD Nonformal ini kebanyakan mereka menarik guru yang memiliki latar belakang pendidikan ... Kurangnya pengetahuan pengelola dalam menciptakan sebuah program pembelajaran yang kreatif.

PARIWISATA HALAL MUSLIM FRIENDLY TOURISM PRESPEKTIF HUKUM ISLAM DAN HUKUM POSITIF

Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berpotensi besar untuk menjadi destinasi wisata halal dunia. Berwisata kini menjadi sesuatu yang rutin dilakukan oleh wisatawan. Bagi wisatawan muslim, kriteria wisata halal atau dikenal dengan muslim friendly tourism menjadi salah satu indikator pemilihan destinasi wisata. Hal ini menjadi sesuatu yang penting untuk dipertimbangkan, karena kewajiban mengkonsumsi dan menggunakan yang halal merupakan kewajiban bagi umat Islam. Dalam melakukan perjalanan, Islam memerintahkan umatnya untuk melihat isi dunia, agar mereka mengetahui anugerah ciptaan dan kekuasaan Allah, serta mampu mensyukuri segala nikmat yang Allah limpahkan di langit dan di bumi. Islam juga memperbolehkan manusia untuk berwisata, selama perjalanan wisata tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam. Ketentuan wisata halal di Indonesia telah diatur di dalam Fatwa tentang penyelenggaraan wisata berdasarkan syariat Islam, juga Undang - undangyang telah mengatur pengelolaan kepariwisataan, dimana aturan perundang-undangan yang telah ditetapkan di dalam Islam dan juga negara Indonesia menjadi acuan dan landasan serta kekuatan hukum dalam menjalankan bisnis pada bisang pariwisata.Buku ini akan menjelaskan tentang teori dan prinsip pariwisata halal (Muslim Friendly Toursim), yaitu wisata yang ramah Muslim dilihat dari sudutpandang hukum, baik hukum Islam maupun hukum positif yang berlaku di Indonesia.

Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan alam berpotensi besar untuk menjadi destinasi wisata halal dunia.

Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Evaluasi Pendidikan perspektif Islam merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana berbasis Islam untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat disusun penilaiannya yang dapat dijadikan dasar untuk membuat keputusan. Prinsip-prinsip evaluasi pendidikan perspektif Islam meliputi mengacu pada tujuan, dilaksanakan secara obyektif, bersifat komprehensif atau menyeluruh dan dilaksanakan secara terus menerus atau kontinu (istiqomah). Secara umum tujuan dan fungsi evaluasi pendidikan perspektif Islam untuk: menguji, mengetahui, mengklasifikasi, mengukur, perbaikan, memberikan tabsyir (berita gembira) dan ‘iqab/nadir (siksa/kabar buruk). Dalam al-Qur’an istilah evaluasi tidak dijumpai persamaan kata yang pasti, tetapi ada kata-kata tertentu yang mengarah kepada arti evaluasi, seeperti al-balā’, al- ḥisāb, al-ḥukm, dan al-qaḍā. Prinsip-prinsip evaluasi dalam al-Qur’an mengacu pada tujuan, kontinuitas, totalitas, dan objektifi tas. Artinya, evaluasi harus dilakukan secara sistematis, berkesinambungan, dan terencana. Evaluasi merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah sistem pendidikan Islam. Sebab, ia dijadikan sebagai instumen untuk menilai serta mengukur keberhasilan proses pendidikan tersebut. Kesuksesan suatu pendidikan dapat dilihat dari model evaluasi hasil belajar yang telah ditentukan sesuai standar kurikulum yang berlaku. Dengan demikian, ketepatan memilih model evaluasi hasil belajar mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri.

Evaluasi Pendidikan perspektif Islam merupakan suatu proses dan tindakan yang terencana berbasis Islam untuk mengumpulkan informasi tentang kemajuan, pertumbuhan dan perkembangan (peserta didik) terhadap tujuan (pendidikan), sehingga dapat ...

Pengantar Studi Islam Interdisipliner

Islam merupakan agama samawi yang bukan sekedar berisikan ajaran keagamaan yang menjurus pada ritual persembahan serta menuntut penegakan syari‘at. Tetapi menurut fakta sejarah peradaban Islam telah lama mengalami perkembangan menjadi sebuah disiplin ilmu. Karena segala hal yang berhubungan dengan Islam ini sangat menarik untuk dijadikan objek studi, dunia Barat sejak lama menyimpan hasrat besar untuk memahami eksistensi, kecenderungan, gejolak dan arah agama besar yang sejak lama telah menunjukkan pesonanya ini melalui kajian-kajian serius yang dilakukan para Islamolog, orientalis dan belakangan Islamisis baik yang jujur maupun tendesius, yang agak obyektif atau subyektif, yang agak netral maupun yang bertujuan mendistrosi dan mengaburkan pengertian Islam atau yang ―murni demi kepentingan ilmu.‖ Dalam kajiannya itu, dunia Barat kemudian menyebutnya Islamic Studies. H.A.R Gibb menyatakan “Islam is indeed much more than a system of theology, it is a complete civilization ungkapan Gibb ini tercatat dalam bukunya Wither Islam? A Survey of Modern Movements in the Moslem World. Dengan demikian, pesatnya perkembangan studi Islam disebabkan agama ini tidak hanya memainkan perannya sebagai ajaran teologi dan spiritual belaka namun juga yang terkenal adalah peradaban yang lengkap. Dan Gerhard Endress menulis bahwasanya selain penelitian sejarah, studi Islam telah mantap sebagai disiplin keilmuan. Sebuah disiplin ilmu adalah sebuah perkembangan yang tak mungkin dihindari sebagai kekuatan sejarah. Melalui tradisi kesarjanaan yang panjang di Barat, menurut Edward Said, studi Islam, tradisi akademik tentang ketimuran atau gambaran tentang Timur telah direkonstruksi dan didominasi oleh konsepsi-konsepsi Barat yang ia sebut orientalism. Melaui orientalisme, Barat telah mengukuhkan dominasi sosial, politik dan kebudayaan selama berabad-abad atas dunia Timur. Karenanya, Timur dianggap ada karena usaha-usaha kesarjanaan Barat. ―The Orient was almost a European invetions, and had been since antiquity a place of romance, exotic being, haunting memories and landscape, remarkable experiences.” Dominasi ini baik di Amerika maupun di Eropa tampak pada perhatian Barat yang menaruh minatnya yang tinggi tentang keislaman dan ketimuran. Pada abad ke-20, minat dan dominasi itu ditunjukkan oleh pendirian Departement of Islamic Studies, Religious Studies atau Asian Studies di berbagai universitas di Barat baik di Amerika Serikat, Eropa dan Australia. Universitas-universitas seperti University of California of Los Angelos (UCLA), Chicago University, Princeton University, Columbia University, Harvard University, Yale University, Temple University, Ohio State University di Amerika Serikat; Faculty of Islamic Studies University of McGill di Kanada; SOAS London University di Inggris; Sorbone University di Perancis; Flinders University, Monash University dan Autsralian National Universtiy di Australia, menyediakan dan menyelenggarakan kajian-kajian keislaman dalam berbagai aspeknya atau studi kawasan dunia Islam dengan segala fasilitas perpustakaan yang lengkap dan metodologi yang lebih maju dibanding di negara-negara Muslim sendiri. Studi Islam (Islamic Studies), terlepas dari kecurigaan yang muncul, Buku ini akan mengulas secara lebih sistematis tentang studi Islam, agama, urgensi, tujuan, ruang lingkup, pembidangannya, dan bertujuan melakukan pendekatan atau kajian-kajian keislaman secara metodologis-akademis dan dari berbagai sudut pandang seperti fenomena Islam. Selain itu hal-hal yang berkenaan dengan sosial kebudayaan dan terutama aspek kesejarahan Islam dalam panggung peradaban dunia dan Indonesia hingga tema Islam Nusantara Berkemajuan meski belum secara holistic dibahas akan tetapi cukup dapat memantik semangat mahasiswa untuk melakukan kajian/studi lanjutan.

C. Model penelitian Hadis Meneliti hadis atau yang biasa disebut takhrijul hadits, merupakan merupakan aktivitas yang ... sebagai bentuk kepedulian akan agama Takhrij sebagian dari ilmu agama yang penting untuk dipelajari dan dikuasai, ...

Santapan Ruhani Sepanjang Hari : Renungan- Renungan Hati Kaya Motivasi Dan Inspirasi