SINOPSIS Logo konseling berbasis website didasarkan pada keseimbangan nilai-nilai diri dan nilai-nilai kemanusiaan dalam rangka memperbaiki harga diri spiritual rendah. Buku ini menyikapi keterbatasan mobilitas fisik, psikis, dan seksual yang menjadi penghambat terjadinya sesi tatap muka dan melahirkan ide konseling jarak jauh. Stigma budaya terhadap perasaan dihakimi, rentan bagi klien yang menjadi korban pemerkosaan dan pelecehan seksual sehingga mereka memilih melakukan konseling tanpa tatap muka. Keutamaan buku ini adalah menjadi gagasan baru yang menjembatani keterbatasan waktu dan tempat, sebagai media penghubung untuk keterbukaan pribadi setiap individu mendapatkan layanan konseling. Media tersebut membuat pribadi setiap individu menjadi lebih nyaman dan terjaga kerahasiaannya (privacy) untuk sharing dibandingkan tatap muka. Dengan itu, pribadi setiap individu lebih mudah untuk berkomunikasi menggunakan gadget mereka. Logo konseling website adalah perencanaan pelaksanaan program intervensi logo konseling untuk memperbaiki harga diri spiritual rendah. Harga diri spiritual rendah manusia berakar pada ketidakmampuan spiritualnya. Dengan itu, harga diri spiritual rendah merupakan ketidakmampuan pribadi setiap individu secara spiritualnya dalam menyikapi kondisi fisik, psikis, dan seksualnya. Pembahasan harga diri spiritual rendah menghasilkan kesenjangan antara faktor penyebab dan akibat yang ditimbulkan. Logo konseling website mengkaji kesenjangan tersebut, menyediakan strategi layanan bagi individu yang mengalami harga diri spiritual rendah. Strategi layanan logo konseling berbasis website bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahannya, mengembangkan keyakinan inti seimbang, mengembangkan asumsi berpikir positif, mengembangkan harapan yang realistis, mengembangkan evaluasi diri seimbang, mengembangkan kepercayaan diri, dan menemukan makna hidupnya. Strategi layanan tersebut menghasilkan tujuh teknik dan pendekatan dengan sasaran pencapaian: harga diri spiritual yang sehat serta penemuan makna dan tujuan hidup. Pemanfaatan teknologi website dalam logo konseling dimaksudkan untuk memperoleh informasi potensial secara psikologis, yang berpengaruh pada konselor dan klien dalam konseling secara global. Logo konseling menggunakan pendekatan teknologi web tidak hanya untuk adaptasi teknologi, tetapi disertai penguatan teori konseling, dalam hal ini logo konseling yang terbagi dalam tujuh sesi. Dalam setiap sesi, juga tersedia musik dan video yang membantu klien untuk dapat melakukan proses konseling dengan lebih nyaman dan terbuka. Hal ini memungkinkan terjadi pembelajaran dan evaluasi dari rekaman-rekaman proses konseling yang dilakukan.
Manusia religius adalah tipe manusia yang menjunjung tinggi nilai-nilai subjektif tanpa rasionalisasi yang meyakini bahwa di balik keterpurukan dan penderitaan serta semua aspek tragis, tersedia makna hidup.