Konseling Masalah Masyarakat

Konseling merupakan suatu upaya untuk memanusiakan sesama manusia. Dalam upaya memanusiakan itulah terkandung makna pemberdayaan yang menjadi tujuan utama proses pendampingan dan konseling. Dengan itu, konseling adalah suatu proses pertolongan yang membuat orang diberdayakan untuk hidup yang menghidupkan dan memanusiakan sesama manusia. Itu berarti konseling tidak sekadar membawa orang ke luar dari keterpurukan dan penderitaan hidup, tetapi mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki untuk memberdayakan dirinya dan orang lain, bahkan masyarakat. Asumsi dasar yang mendasari masyarakat memimpin konseling bertolak pada berbagai bentuk pertolongan. Konseling masyarakat adalah bentuk pertolongan secara komprehensif, yang didasarkan pada kompetensi multikultural dan berorientasi keadilan sosial masyarakat. Perilaku manusia dipengaruhi oleh lingkungan, maka konselor masyarakat menggunakan strategi yang memfasilitasi perkembangan yang sehat dari individu dan masyarakat. Konseling masyarakat berorientasi pada keadilan sosial yang didasarkan asumsi, konselor masyarakat menggunakan sudut pandang yang luas untuk melihat individu dalam konteks lingkungan yang sehat, adil dan merata masyarakatnya. Keadilan sosial melibatkan akses dan partisipasi masyarakat, atas dasar ras/etnis, jenis kelamin, usia, cacat fisik atau mental, pendidikan, orientasi seksual, sosial ekonomi dan status sosial, atau karakteristik lain dari latar belakang atau kelompok anggota masyarakat. Keadilan sosial didasarkan pada keyakinan bahwa semua orang memiliki hak untuk diperlakukan setara, dukungan untuk hak asasi manusia dan sumber daya masyarakat.

menemukan makna dan tujuan hidup, jika dia berada dalam tahap eksistensi yang religius. Sejalan dengan pemikiran tersebut, Viktor Frankl menyoroti manusia dari aspek spiritual, yang menyatakan keinginan untuk bermakna dalam mencapai ...