Sebanyak 82 item atau buku ditemukan

Kajian Ilmu Keolahragaan Ditinjau Dari Filsafat Ilmu

Filsafat Olahraga berarti kajian filsafat tentang olahraga, secara praktis berupa tindakan mengkritis secara sistematis ihwal fenomena keolahragaan, Aktivitas keolahragaan dalam profesi apa saja akan maju bila didukung riset dalam Ilmu Keolahragaan; dan sebaliknya ilmu keolahragaan akan maju bila dapat menperoleh pengalaman terkait manfaat aplikasi dalam bidang profesi keolahragaan. Filsafat Olahraga dipandang sebagai subjek yang memiliki penalaran kritis tinggi, skeptik, dan mampu berpikir secara dialektik dalam rangka memperoleh pencerahan dan kebenaran secara filsafati. Justru itu, mahasiswa diinspirasi dan dimotivasi agar mampu mengekspresikan diri untuk menunjukkan eksistensi diri dalam menuangkan ide atau gagasan tentang fenomena olahraga ditinjau dari perspektif filsafati. Pendidikan jasmani dan olahraga merupakan proses belajar untuk bergerak dan belajar melalui gerak yang bertujuan menjaga kebugaran pada tubuh. Selain belajar dan dididik melalui gerak untuk mencapai tujuan pengajaran, dalam pendidikan jasmani itu anak diajarkan untuk bersosial, Proses kegiatannya mencakup kegiatan latihan atau pelaksanaan tugas-tugas permebalajarn yang dilakukan secara berulang-ulang. Dalam kajian buku ini membahas secara tuntas dan lengkap bagaiamana mengembangkan Ilmu Olahraga dengan filsafat dan Ilmu yang mempunyai tujuan yang sama mencari kebenaran. Diharapkan dengan adanya buku ini menambahkan dapat dijadikan wawasan serta pengetahuan kepada mahasiswa, Dosen, Guru, Peneliti dan Praktisi lainya dalam dunia Ilmu Keolahragaan.

Sebaliknya, proses manajemen melibatkan (a) perencanaan dan penganggaran, (b) pengorganisasian dan kepegawaian, dan (c) pengendalian dan pemecahan masalah.

Filsafat Ilmu

Sebagai landasan filosofis bagi tegaknya suatu ilmu, peran Filsafat Ilmu dalam struktur bangunan keilmuan tidakbisa disangsikan lagi. Filsafat ilmu banyak menawarkan pola pikir dengan memperhatikan objek dan subjek ilmu, termasuk pola pikir logika sebagai bagian inheren di dalamnya. Bahkan filsafat ilmu merupakan instrumen dalam proses penggalian suatu ilmu, sekaligus memberikan kerangka pada rangkaian kegiatan keilmuan. Demikian signifikansi filsafat ilmu dalam konteks pengembangan keilmuan. Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang saya tulis sejak berada di Mesir, saat strata satu, dan secara khusus saat aktif menulis di Jurnal OASE (Media silaturahmi ICMI Kairo).Ê Saat belajar filsafat ilmu di IAIN Bandung, (kini UIN) penulis merilis tema demi tema sesuai judul-judul dalam buku filsafat ilmu. Kemudian saat kuliah program doktoral di UIN Jakarta, tema-tema yang berkaitan kembali satu per satu dirangkai untuk melengkapi keutuhan tematik kajian filsafat ilmu. Dalam buku ini diperkaya penulisannya ketika penulis terlibat mengajar matakuliah filsafat ilmu di IAIN Batusangkar dalam rentang 5 semester. Kekuatan buku ini terletak pada tema pembahasan yang dirilis berdasarkan kebutuhan tematik para mahasiswa pascasarjana. Lewat diskusi-diskusi yang intensif, para mahasiswa memberi sumbangan ide bagi penulisan buku ini yang disampaikan melalui pertanyaan-pertanyaan dalam diskusi. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Bahkan filsafat ilmu merupakan instrumen dalam proses penggalian suatu ilmu, sekaligus memberikan kerangka pada rangkaian kegiatan keilmuan. Demikian signifikansi filsafat ilmu dalam konteks pengembangan keilmuan.

Kepemimpinan Pendidikan Dalam Perspektif Hadis

Potret pemimpin pada dimensi pendidikan ideal di atas tak ayal lagi ada pada diri Rasulullah SAW. Sosok kepemimpinannya dapat terlihat dalam buku sederhana ini. Meski disadari bahwa buku kecil ini tak mampu menjelaskan kesempurnaan kepemimpinan Rasulullah sebagai manusia pilihan yang sempurna. Namun paling tidak pembaca bisa melihat secercah sinar kesempurnaan baginda sebagai seorang pemimpin yang ideal. Semoga buku kecil ini memunculkan motivasi untuk memedomani Rasulullah dalam dimensi kepemimpinannya, baik pada tataran dunia pendidikan maupun dalam dimensi yang lebih luas Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Potret pemimpin pada dimensi pendidikan ideal di atas tak ayal lagi ada pada diri Rasulullah SAW.

KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN KONFLIK

Strategi Mengelola Konflik dalam Inovasi Organisasi dan Pendidikan di Madrasah/Sekolah yang Unggul

Konflik yang terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi termasuk madrasah, jika dibiarkan terlebih pada lembaga atau organisasi yang baru mengadakan dan sedang berkembang, maka semakin besar. Dan ini memerlukan seorang pemimpin yang mampu mengelola konflik agar tetap dapat mencapai tujuan yang ditetapkan. Dan salah satu pemimpin yang mampu menurut hasil penelitian ini adalah pemimpin transformational. Dan jika di lembaga pendidikan khususnya madrasah, maka yang cocok adalah “Pemimpin Transformational Plus”. Dan lebih-lebih jika lembaga pendidikan atau madrasah ingin cepat mengadakan inovasi dan pengembangan dengan cepat, maka yang cocok adalah pemimpin transformational plus.

Konflik yang terjadi dalam sebuah lembaga atau organisasi termasuk madrasah, jika dibiarkan terlebih pada lembaga atau organisasi yang baru mengadakan dan sedang berkembang, maka semakin besar.

BAHASA JEPANG

Evaluasi Hasil Belajar (Teori dan Praktik)

Buku ini menyajikan pembahasan yang sangat menarik tentang bagaimana seorang pendidik menemukan metode evaluasi pembelajaran, khususnya bahasa Jepang, dalam mendapatkan hasil pembelajaran yang didapat oleh seorang peserta didik, dengan mengacu pada kategorisasi taksonomi pembelajaran. Melalui buku ini, seorang pendidik dan pengajar bahasa Jepang akan memahami makna evaluasi dalam pendidikan; pengertian penilaian, pengukuran, dan evaluasi; objek-objek evaluasi; jenis-jenis, tujuan dan manfaat, dan alat evaluasi. Tidak hanya itu, setelah mempelajari buku ini, seorang tenaga pendidik dan pengajar bahasa Jepang juga dijamin akan memahami tiga hal yang berhubungan erat dengan kegiatan evaluasi; istilah penilaian, pengukuran dan evaluasi sendiri.

Buku ini menyajikan pembahasan yang sangat menarik tentang bagaimana seorang pendidik menemukan metode evaluasi pembelajaran, khususnya bahasa Jepang, dalam mendapatkan hasil pembelajaran yang didapat oleh seorang peserta didik, dengan ...

Metodologi Penelitian

Pendekatan Kuantitatif

Pengetahuan tentang penelitian menjadi persyaratan penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk dapat memberikan kontribusi ilmiahnya. Tidak hanya bagi yang sudah lulus, tapi juga bagi yang belum lulus; pengetahuan tentang penelitian merupakan sarana bagi kelancaran mereka yang tengah menyelesaikan skripsi, tesis, bahkan disertasi. Untuk keperluan tersebut dibutuhkan banyak buku penelitian sebagai rujukan. Keunikan buku ini dibanding buku-buku sejenis lain adalah sifatnya yang aplikatif. Agar mudah diaplikasikan maka pembahasan setiap materi dalam buku ini dilengkapi contoh-contoh dengan variabel yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mahasiswa. Pembahasan secara komprehensif dan aplikatif dengan contoh dan ilustrasi yang kontekstual ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan pemakai buku penelitian yang pada dasarnya tidak hanya ingin memahami teori tapi ingin dapat melakukan penelitian. Metode kuantitatif lebih mewarnai isi buku ini karena penulis menganggap bahwa konsep berfikir obyektif dan realistis menjadi landasan untuk mengembangkan disiplin ilmu apapun.

Pengetahuan tentang penelitian menjadi persyaratan penting bagi lulusan perguruan tinggi untuk dapat memberikan kontribusi ilmiahnya.

Pengantar Sejarah Dakwah

Tema-tema utama dalam buku ini antara lain: Pengertian sejarah dakwah dan urgensi sejarah dakwah, Dakwah sebelum Islam, Dakwah pada masa Rasulullah SAW, Dakwah pada masa Khulafa ar-Rasyidin, Dakwah pada masa Umawiyyah, Abbasiyah, dan Dinasti Ustmaniyah, Dakwah kontemporer yang berisi tentang perkembangan serta pola dakwah Islam di seluruh belahan dunia. Buku persembahan Prenada Media Group.

Karena pada periodefederasi agama merupakan kepedulian lokal, dan sebagian besar kesultanan Melayu berusaha mempertahankan sebuah departemen urusan agama meliputi tugas pembangunan masjid, pemberlakuan moral dan kitab hukum pidana Islam ...

BUKU AJAR ANATOMI FISIOLOGI

untuk mahasiswa APIKES – Semester 1

Buku ajar ini merupakan salah satu buku ajar kedokteran yang khusus membahas tentang ilmu anatomi fisiologi. Dalam buku ajar Anatomi Fisiologi akan dibahas dan dikaji peristilahan-peristilahan dalam ilmu anatomi fisiologi, struktur dan fungsi organ tubuh manusia yang mencakup seluruh sistem yang terdapat pada tubuh manusia secara umum. Setelah membaca dan memahami buku ini, diharapkan mahasiswa APIKES akan mampu menjelaskan berbagai hal terkait ilmu anatomi fisiologi tubuh manusia yaitu sebagai berikut: 1. Peristilahan dalam ilmu anatomi fisiologi, 2. Nama organ tubuh dalam tiga bahasa (Indonesia, Inggris dan Latin medis), 3. Struktur penyusun tubuh manusia, 4. Fungsi-fungsi organ tubuh manusia Ilmu anatomi fisiologi atau sering disebut juga sebagai “ilmu urai tubuh” adalah salah satu ilmu dasar kedokteran yang harus dikuasai oleh semua praktisi kesehatan baik itu dokter, dokter gigi, perawat, asisten perawat, bidan, apoteker maupun staf rekam medis. Tanpa dasar ilmu anatomi fisiologi yang mumpuni, semua kegiatan dan tindakan medis terkait yang akan dilakukan akan rawan terjadi kesalahan. Secara umum, anatomi fisiologi mempelajari tentang semua aspek tubuh manusia baik itu dari struktur organ maupun fungsi-fungsi organ. Ilmu anatomi fisiologi itu sendiri terdiri atas dua ilmu dasar kedokteran yang berbeda pembahasannya namun saling terkait dan masing-masing ilmu memberikan kontribusi penting di dalam mempelajari dan memahami bagaimana susunan struktur tubuh kita dan bagaimana tubuh kita bekerja, yaitu ilmu ANATOMI, dan ilmu FISIOLOGI.

Dalam buku ajar Anatomi Fisiologi akan dibahas dan dikaji peristilahan-peristilahan dalam ilmu anatomi fisiologi, struktur dan fungsi organ tubuh manusia yang mencakup seluruh sistem yang terdapat pada tubuh manusia secara umum.

Prosiding Seminar Nasional Manajemen Dakwah IAIN Pontianak Tahun 2017

Revitalisasi Dakwah Pinggiran: Penguatan Profesionalitas Da’i dan Infrastruktur Dakwah

Nawacita Pemerintah Republik Indonesia 2014-2019, sesungguhnya sangat menarik untuk dikembangkan dalam dakwah Islam. Mengingat kondisi umat Islam saat ini di Indonesia yang cenderung menurun secara kuantitas, bahkan mungkin juga kualitasnya. Sembilan point yang diprioritaskan dalam ‘Nawacita’ pemerintah, pada dasarnya merupakan point-point yang harus menjadi perhatian umat Islam. Salah satu point penting dalam program ini adalah point ke-3, yaitu: “Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan”. Terkait dengan masalah dakwah, “Dakwah Pinggiran” adalah sebuah konsep dakwah yang berorientasi pada aksi nyata di masyarakat yang sulit dijangkau. Kata “Pinggiran” di sini dikonotasikan dalam dua makna, yaitu: pertama makna yang bersifat geografis dan kedua makna yang bersifat sosiologis. Secara georafis, umat Islam tersebar di mana-mana, bahkan lebih banyak yang berada di pelosok desa. Akan tetapi sampai sejauh ini, keberadaan mereka belum tersentuh oleh para da’i profesional dan infrastruktur yang baik. Sementara secara sosiologis, tidak sedikit umat Islam yang terpinggirkan di tengah gemerlapnya kehidupan perkotaan. Akibatnya, banyak umat Islam di Indonesia yang mengalami proletarianisme secara sistematis terstruktur. Angka statistic dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010 menunjukkan bahwa dalam kurun waktu per-sepuluh tahun, prosentase umat Islam Indonesia turun rata-rata 1,14 % dalam 30 tahun terakhir. Hal ini tidak sejalan dengan pertumbuhan penduduk Indonesia yang rata-rata sebesar 1,49 % pertahun. Kondisi ini diperparah oleh masifnya gerakan stigmatisasi Islam dari berbagai penjuru dunia, yang menempatkan Islam sebagai “common enemy” yang harus dibasmi. Hal ini berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di Negara-negara Eropa (yang penduduknya banyak yang mengalami Islamophobia), justru pertumbuhan umat Islam meningkat luar biasa. Seperti dilansir oleh Oasemuslim.com, bahwa pada tahun 2010 total penduduk Muslim di Eropa mencapai 6% dari 3 dekade sebelumnya (1990) yang hanya 4% saja. Bahkan diproyeksikan akan bertambah menjadi 8% lebih pada tahun 2030 mendatang. Ironisnya, Indonesia yang dikenal sebagai Negara Muslim terbesar dunia, justru mengalami penurunan dalam kuantitasnya. Persoalan penurunan kuantitas ini, bukan tidak mungkin disebabkan oleh degradasi atau sekadar stagnasikualitas para da’i/daiyah yang terjadi di dalam, sehingga dakwah Islam tidak berkembang dengan baik di negeri ini. Sehingga, hal ini perlu diselesaikan segera oleh umat Islam, baik secara individu maupun secara kelembagaan. Dalam rangka mengangkat kembali posisi umat Islam di mata dunia dan masyarakat Indonesia, diperlukan sebuah upaya bersama yang sistematis dan terstruktur. Cara yang ditawarkan di sini terdiri dari 2 (dua) hal, yaitu: 1) menguatkan profesionalitas Sumber Daya Insani para Da’I/Daiah; dan, 2) membangun infrastruktur dakwah secara layak dan tertata.

Barat dalam Pengumpulan Dana Umat Berdasarkan ayat di atas, zakat menjadi
sebuah kewajiban bagi umat Islam. Landasan di atas sudah jelas agar kita bisa
mengeluarkan harta untuk ketentraman jiwa dan kebersihan harta. Harta yang ...