Sebanyak 290 item atau buku ditemukan

Etika dan Profesi Keguruan

Guru adalah makhluk yang diberikan amanah untuk mendidik manusia menjadi manusia yang berakhlak berbudi pekerti, memiliki karakter dan berilmu. Tugas yang dibebankan kepada guru merupakan tugas yang sangat mulia sekaligus memiliki tanggungjawab yang ditidak ringan, dalam menjalankan amanah tersebut guru mestilah memiliki hal yang telah disebutkan diatas, guru adalah pendidik maka ia harus memiliki ilmu bagaimana bias mendidik, guru harusnya terlebih dahulu berakhlak, berkarakter dan lain sebagainya, bagaimana mungkin ia bisa mencetak manusia yang berakhlak sementara ia tidak berakhlak. Seorang guru mestilah terampildan ahli dalam bidangnya hal inilah yang disebut sebagai profesi. Dalam setiap profesi pastinya mempunyai kode etik yang harus di patuhi dan dilaksanakan dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Kode etik sangat dibutuhkan dalam sebuah profesi agar dapat melindungi suatu profesi dari suatu penyalahgunaan wewenang. Begitu juga dengan profesi seorang guru juga mempunyai kode etik yang harus di ikuti dan ditaati oleh seorang guru di indonesia dalam menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang guru.

Guru adalah makhluk yang diberikan amanah untuk mendidik manusia menjadi manusia yang berakhlak berbudi pekerti, memiliki karakter dan berilmu.

Analisis Strategi Pemasaran Dalam Menghadapi Persaingan Usaha ( Studi Pada Usaha Tahu TS-YN Batusangkar)

Tersedia pada ruang karya ilmiah lantai 2

MANAJEMEM KURIKULUM 2013 DALAM MASA PANDEMIC DI SMP NEGERI 1 SUNGAYANG KABUPATEN TANAH DATAR

Tersedia pada ruang karya ilmiah lantai 2

Strategi & Bank Soal JLPT Japanese Language Proficiency Test N5-N3

JLPT

JLPT (Japanese Language Proficiency Test), atau Nihongo Nōryoku Shiken 「日本語能力試験」, disebut juga dengan UKBJ (Uji Kompetensi Bahasa Jepang), adalah tes untuk menguji kemampuan Bahasa Jepang. Manfaat menempuh JLPT sebagai berikut: 1. Alat ukur kemampuan Bahasa Jepang Sebagai acuan yang akurat untuk menilai kemampuan Bahasa Jepang. Tanpa sertifikat JLPT, kemampuan Bahasa Jepang akan sulit diprediksi secara signifikan. 2. Kunci meraih beasiswa ke Jepang Sertifikat JLPT menjadi kunci penting agar bisa meraihnya. Semakin tinggi level JLPT yang dimiliki, peluang beasiswa ke Jepang juga akan sangat terbuka lebar. 3. Keberhasilan masuk universitas di Jepang dengan sertifikat JLPT Cukup dengan kemampuan Bahasa Jepang setara N4 atau N3 akan menjadi nilai tambah memperlancar proses masuk ke universitas di Jepang. 4. Kelancaran kerja dan Kenaikan jenjang karir di perusahaan Jepang Kemampuan bahasa Jepang, serta sertifikat JLPT, akan membuka peluang kenaikan gaji serta kenaikan jenjang karir. 5. Preferential treatment at immigration atau perlakuan istimewa dari imigrasi Jepang Kualifikasi profesi “Highly Skilled Foreign Professionals” dan sertifkat JLPT, menjadi peluang mendapatkan perlakuan istimewa dari pihak imigrasi Jepang. Dari segi penghasilan akan mendapatkan standart annual salary orang Jepang

JLPT (Japanese Language Proficiency Test), atau Nihongo Nōryoku Shiken 「日本語能力試験」, disebut juga dengan UKBJ (Uji Kompetensi Bahasa Jepang), adalah tes untuk menguji kemampuan Bahasa Jepang.

Manajemen Bank Syariah

Buku Manajemen Bank Syariah merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan yang digunakan sebagai bahan pengajaran dosen dengan mahasiswa semester VI. Buku ini mencoba memberikan gambaran yang lengkap dan komprehensif berkaitan dengan teori dan konsep tentang manajemen bank syariah. Sasaran penulisan buku ini adalah diperuntukkan sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat yang ingin mengetahui tentang manajemen bank syariah. Pada bagian awal buku ini dari bab 1 s.d bab 3 membahas tentang gambaran tentang bank syariah (bab 1 ), riba dan bunga bank (bab 2) serta Konsep operasional dan Pengembangan Produk Bank Syariah (bab3). Pada bab 4 membahas tentang konsep-konsep Manajemen Pemasaran pada lingkup operasional Bank Syariah, Sedangkan pada bab 5 s.d bab 8 merupakan gambaran yang terdapat dalam unsur-unsur aspek manajemen yang ada di lingkup operasional bank syariah seperti : manajemen permodalan bank syariah, manajemen dana bank syariah, manajemen sumber daya insani bank syariah, manajemen risiko pada bank syariah. Sedangkan pada bab 9 menggambarkan kondisi penganggaran pada bank syariah, konsep dasar pembiayaan pada bank syariah ( bab 10), Tingkat kesehatan bank ( bab 11), good corporate governance ( bab 12), Akuntansi perbankan syariah ( bab 13), dan Perhitungan bagi hasil dan profit margin pada bank syariah ( bab 14)

Buku Manajemen Bank Syariah merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan yang digunakan sebagai bahan pengajaran dosen dengan mahasiswa semester VI. Buku ini mencoba memberikan gambaran yang lengkap dan komprehensif berkaitan dengan teori ...

MANAJEMEN BANK

Buku Manajemen Bank merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan yang digunakan sebagai tambahan referensi bagi dosen dengan mahasiswa semester VII terutama yang sedang menempuh pada konsentrasi manajemen keuangan dan perbankan. Buku ini mencoba memberikan gambaran yang lengkap dan komprehensif berkaitan dengan teori dan konsep tentang manajemen bank. Sasaran penulisan buku ini adalah diperuntukkan sebagai tambahan referensi bagi mahasiswa, dosen dan masyarakat yang ingin mengetahui tentang manajemen bank . Pada bagian awal buku ini dari bab 1 s.d bab 2 membahas tentang gambaran tentang konsep pengertian bank ( bab 1) serta kegiatan –kegiatan yang biasa dijalankan oleh bank ( bab 2). Pada bab 3 s.d bab 5 membahas tentang kegiatan manajemen dana perbankan ( bab3), manajemen perkreditan bank (bab 4), manajemen jasa perbankan lainnya ( bab5). Pada bab 6 membahas tentang gambaran pengelolaan sumber daya manusia perbankan. Pada bab 7 s.d bab 9 membahas tentang manajemen risiko perbankan (bab 7), manajemen pemasaran bank (bab 8), pengelolaan analisis tingkat kesehatan bank (bab 9). Pada bagian akhir buku ini menjelaskan tentang keuangan bank seperti laporan keuangan bank (bab 10) dan rasio keuangan bank (bab 11),ditambah dengan materi ledership & human capital (bab 12).

Buku Manajemen Bank merupakan buku yang berisi kumpulan tulisan yang digunakan sebagai tambahan referensi bagi dosen dengan mahasiswa semester VII terutama yang sedang menempuh pada konsentrasi manajemen keuangan dan perbankan.

Sistem Presidensial Indonesia dari Soekarno ke Jokowi (Edisi Revisi)

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru. Salah satunya adalah upaya “pemurnian” sistem demokrasi presidensial melalui amandemen konstitusi sejak tahun 1999 hingga 2002. Sebagian besar upaya pemurnian sistem demokrasi presidensial melalui amandemen UUD 1945 dapat dikatakan berhasil. Pelembagaan tiga prinsip pokok sistem presidensial terpenuhi, yakni (1) presiden dipilih untuk masa jabatan yang bersifat tetap; (2) presiden dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui dewan pemilih (electoral college); dan (3) presiden merupakan kepala eksekutif yang bersifat tunggal. Tiga prinsip tersebut tidak hanya telah dilembagakan melalui perubahan pasal-pasal UUD 1945, melainkan juga telah diimplementasikan dalam praktik kehidupan politik bangsa Indonesia sejak Pemilu 2004. Namun demikian, obsesi untuk memurnikan dan memperkuat sistem demokrasi presidensial tidak sepenuhnya terpenuhi. Sistem saling mengawasi secara seimbang (checks and balances) antara lembaga eksekutif dan legislatif misalnya, tidak dilembagakan secara kuat karena presiden tidak memiliki hak veto. Selain itu, obsesi atas presidensialisme tidak didukung dengan pelembagaan sistem perwakilan dan sistem kepartaian yang compatible. Dalam konteks sistem kepartaian, praktik demokrasi presidensial cenderung terpenjara oleh sistem multipartai ekstrem yang menghasilkan struktur politik fragmentatif di parlemen. Buku ini hendak membahas dinamika dan efektivitas kinerja sistem demokrasi presidensial Indonesia dari masa ke masa atas dasar beragam faktor pengaruh yang dikemukakan tersebut. Secara teoritis sistem demokrasi presidensial dalam buku ini adalah sistem pemerintahan yang menempatkan Presiden sebagai pusat kekuasaan eksekutif sekaligus pusat kekuasaan negara. Atas dasar itu akan tampak mengapa pada waktu-waktu tertentu sistem presidensial bisa bekerja dan pada waktu atau periode lain tidak bisa bekerja. Juga menarik dikaji lebih jauh, aspek institusional dan noninstitusional yang perlu diperbaiki dalam rangka penyempurnaan sistem presidensial ke depan, sehingga pada akhirnya bisa mewadahi kebutuhan bangsa kita akan sebuah sistem pemerintahan yang tidak hanya demokratis, tetapi juga stabil dan efektif –dalam arti, bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru.