Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Etika dan Profesi Keguruan

Guru adalah makhluk yang diberikan amanah untuk mendidik manusia menjadi manusia yang berakhlak berbudi pekerti, memiliki karakter dan berilmu. Tugas yang dibebankan kepada guru merupakan tugas yang sangat mulia sekaligus memiliki tanggungjawab yang ditidak ringan, dalam menjalankan amanah tersebut guru mestilah memiliki hal yang telah disebutkan diatas, guru adalah pendidik maka ia harus memiliki ilmu bagaimana bias mendidik, guru harusnya terlebih dahulu berakhlak, berkarakter dan lain sebagainya, bagaimana mungkin ia bisa mencetak manusia yang berakhlak sementara ia tidak berakhlak. Seorang guru mestilah terampildan ahli dalam bidangnya hal inilah yang disebut sebagai profesi. Dalam setiap profesi pastinya mempunyai kode etik yang harus di patuhi dan dilaksanakan dalam menjalankan tugasnya dengan baik. Kode etik sangat dibutuhkan dalam sebuah profesi agar dapat melindungi suatu profesi dari suatu penyalahgunaan wewenang. Begitu juga dengan profesi seorang guru juga mempunyai kode etik yang harus di ikuti dan ditaati oleh seorang guru di indonesia dalam menjalankan tugasnya dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari sebagai seorang guru.

Guru adalah makhluk yang diberikan amanah untuk mendidik manusia menjadi manusia yang berakhlak berbudi pekerti, memiliki karakter dan berilmu.

PHYLOSOPHY OF PAN : Menulis dalam Perspektif Islam

Salam, Pena yang menusuk di atas selembar kertas putih dapat menembus tujuh lapis bumi, merobek tujuh lapis langit, mengaduk awan putih menjadi hitam. Pena sangat halus dapat memetamorfosis mata yang sebelumnya jernih menjadi berkaca bahkan tidak jarang membuat seseorang menangis tapi kadang, pena juga sangat kejam ia dapat menyayat-nyayat hati orang yang membacanya. Pena dapat menyihir orang menjadi pemberontak namun juga bisa membuat orang menjadi loyal. Ada banyak alasan yang menyemangati setiap orang menulis, akan tetapi seorang penulis sejati memiliki alasan yang sejati pula. Tulisan adalah alat atau media untuk berdilaog dengan pembaca, mengajarkan ilmu kebaikan, mengantarkan pembaca kepada ma’rifatullah dan diperuntukkan untuk kemaslahatan kehidupan dunia dan akhirat baik untuk dirinya dan orang lain. Banyak orang yang berkeinginan untuk menjadi penulis. Apalagi jika ia seorang guru, dosen atau mahasiswa. Keinginan untuk menulis kerap kali muncul dalam hati akan tetapi dengan berlalunya waktu tulisan belum juga dibuat. Saya ingin mengetuk hati anda melalui Philosophy of Pen ini. Melakukan renungan-renungan, analisa-analisa dan dengan membaca tuntas isi buku ini saya jamin anda akan mengetahui dan menyadari bahwa anda adalah pena yang memiliki tugas untuk menulis; menuliskan diri anda, menuliskan apa yang anda lihat, apa yang anda dengar dan apa yang anda fikirkan. Sehingga pada akhirnya anda akan sampai pada satu kesimpulan manis bahwa menulis itu mudah dan menyenangkan. Menulis tidak hanya sekedar menusukkan mata pena di atas kertas putih atau menekan jari-jari tangan secara sistematis pada tombol-tombol huruf keyboar laptop atau komputer anda, akan tetapi jauh dari pada itu dalam perspektif Islam menulis adalah cara berdialog dengan Tuhan. Anda seolah-olah sedang menulis amanat dari Tuhan untuk disampaikan kepada setiap orang yang membacanya, dan setiap kata yang anda tulis jika benar-benar berbanding lurus dengan niat karena Allah Subahanahu wata’ala tanpa dibarengi dengan nafsu kematerian, ingin terkenal atau ingin dianggap pintar, maka setiap kata itu akan menjadi do’a bagi anda. Menjadi pahala yang terus mengandung dan melahirkan pahala-pahala baru yang tidak akan pernah putus. Akan tetapi jika salah menempatkan niat, mengajarkan hal buruk maka alamat diri sungguh binasa, mengalir pula dosa yang mengandung dan melahirkan dosa-dosa baru yang tidak akan putus pula. Mungkin uang, ketenaran dan pujian anda dapatkan. Akan tetapi semakin orang membaca dan mengamalkannya semakin memenuhi tabungan dosa anda. Saya ingin mengajak anda berdialog dengan Philosophy of Pen, anggaplah ia teman baru anda, walaupun mungkin anda lebih tua darinya. Rendahkanlah hati anda walaupun sangat-sangat mungkin anda sudah berbakat dalam menulis buku. Banyak orang yang telah menjadi penulis, telah menerbitkan 2, 5 atau 7 buku, akan tetapi salah menempatkan niat dalam menulis, menulis dengan niat untuk mendapatkan uang, ketenaran dan tidak mengikuti etika dalam menulis. Oleh sebab itu menuliskan dalam perspektif Islam bukanlah untuk mendapatkan pujian sehingga membangkit-kan sifat keriyaan dalam diri akan tetapi menulis untuk mengantarkan seseorang yang membacanya mengingat Allah, mengajarkan kebaikan-kebaikan, menyel-amatkan keimanan dan diperuntukkan pula untuk kemashlahatan kehidupan dunia dan akhirat orang yang membacanya. Semoga buku ini dapat memberikan kemudahan bagi anda untuk menjadi seorang penulis yang baik dan semoga melimpah berkah dan keridhaan Allah Subahanahu wata’ala, sehingga dapat memberikan kemanfaatan pula bagi kami penyusun, Amin ya Rabbal ‘aalamiin.

Anwar, Kurniawan. "Paradigma dan Perkembangan Penelitian Pendidikan,"
Jurnal Ikatan Mahasiswa Indragiri, II (Oktober, 2010), hal. 32-43. Perhatian:
halaman yang dimaksud di daftar pustaka ini adalah halaman dari awal sampai
akhir tempat artikel berada dalam jurnal/majalah ilmiah, bukan halaman yang
dikutip. Artikel dari Koran/Majalah Nama pengarang artikel (dibalik). ”Judul
artikel,” Nama media, tanggal dan tahun terbit. Idris, Ahmad. “Benturan Islam dan
Modernitas,” ...