Sebanyak 12 item atau buku ditemukan

Sistem Presidensial Indonesia dari Soekarno ke Jokowi (Edisi Revisi)

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru. Salah satunya adalah upaya “pemurnian” sistem demokrasi presidensial melalui amandemen konstitusi sejak tahun 1999 hingga 2002. Sebagian besar upaya pemurnian sistem demokrasi presidensial melalui amandemen UUD 1945 dapat dikatakan berhasil. Pelembagaan tiga prinsip pokok sistem presidensial terpenuhi, yakni (1) presiden dipilih untuk masa jabatan yang bersifat tetap; (2) presiden dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui dewan pemilih (electoral college); dan (3) presiden merupakan kepala eksekutif yang bersifat tunggal. Tiga prinsip tersebut tidak hanya telah dilembagakan melalui perubahan pasal-pasal UUD 1945, melainkan juga telah diimplementasikan dalam praktik kehidupan politik bangsa Indonesia sejak Pemilu 2004. Namun demikian, obsesi untuk memurnikan dan memperkuat sistem demokrasi presidensial tidak sepenuhnya terpenuhi. Sistem saling mengawasi secara seimbang (checks and balances) antara lembaga eksekutif dan legislatif misalnya, tidak dilembagakan secara kuat karena presiden tidak memiliki hak veto. Selain itu, obsesi atas presidensialisme tidak didukung dengan pelembagaan sistem perwakilan dan sistem kepartaian yang compatible. Dalam konteks sistem kepartaian, praktik demokrasi presidensial cenderung terpenjara oleh sistem multipartai ekstrem yang menghasilkan struktur politik fragmentatif di parlemen. Buku ini hendak membahas dinamika dan efektivitas kinerja sistem demokrasi presidensial Indonesia dari masa ke masa atas dasar beragam faktor pengaruh yang dikemukakan tersebut. Secara teoritis sistem demokrasi presidensial dalam buku ini adalah sistem pemerintahan yang menempatkan Presiden sebagai pusat kekuasaan eksekutif sekaligus pusat kekuasaan negara. Atas dasar itu akan tampak mengapa pada waktu-waktu tertentu sistem presidensial bisa bekerja dan pada waktu atau periode lain tidak bisa bekerja. Juga menarik dikaji lebih jauh, aspek institusional dan noninstitusional yang perlu diperbaiki dalam rangka penyempurnaan sistem presidensial ke depan, sehingga pada akhirnya bisa mewadahi kebutuhan bangsa kita akan sebuah sistem pemerintahan yang tidak hanya demokratis, tetapi juga stabil dan efektif –dalam arti, bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru.

Supervisi Manajemen Risiko Bank

Perbankan nasional jelas membutuhkan bankir yang memahami pengetahuan manajemen risiko yang up to date serta memiliki keterampilan yang memadai sehingga tugas dan tanggung jawab masing-masing bankir dapat dilaksanakan dengan baik. Buku Manajemen Risiko 4: Supervisi Manajemen Risiko Bank ini disusun sebagai lanjutan dari buku Manajemen Risiko 3: Mengendalikan Manajemen Risiko Bank. Buku ini diperuntukkan bagi manajemen bank untuk memahami berbagai laporan terkait manajemen risiko bank, memahami tingkat kesehatan bank, memahami berbagai peringatan dini seputar permasalahan di bank, profil risiko, tata kelola perusahaan yang baik, serta proses supervisi bank sesuai best practices dan materi dasar Basel yang perlu diketahui oleh direksi bank. Buku ini terdiri dari enam bagian, yaitu Pendahuluan, Profil Risiko, Good Corporate Governance (GCG), Rentabilitas (Earning), Aspek Permodalan, dan Regulasi Kecukupan Modal–Basel Accord. Buku ini dapat digunakan dalam kegiatan belajar mandiri, pelatihan, dan persiapan Uji Kompetensi Bidang Manajemen Risiko Perbankan Tingkat 4 yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Perbankan (LSPP). Selain sebagai materi pelatihan, buku yang disusun oleh tim penyusun yang berasal dari kalangan manajemen risiko perbankan ini diharapkan juga dapat mendukung program peningkatan kompetensi bankir di Indonesia.

Buku Manajemen Risiko 4: Supervisi Manajemen Risiko Bank ini disusun sebagai lanjutan dari buku Manajemen Risiko 3: Mengendalikan Manajemen Risiko Bank.

Correlation Between the Consistent Use of a General Problem Solving Strategy and the Organization of Physics Knowledge

Basic knowledge of concepts and facts, knowledge of heuristics and
metacognitive knowledge are all involved in effective problem solving (
Schoenfeld, 1985). Metacognitive knowledge enables the coordination of skills
and the monitoring of progress towards a problem solution. The critical
importance of metacognitive knowledge makes active student learning essential.
Much traditional instruction, however well organized and presented, leads to
passive learning on the part of the ...

Teach Yourself-- Visual FoxPro 3.0 for the Mac

King begins with using menus and Microsoft's wizards, and ends with an introduction to programming. He covers every facet of successful database management with Visual FoxPro, including the use of such powerful tools as the View Designer, Report Designer, and Project Manager. Learn the power of Visual FoxPro Nelson King's clear, building-block approach, and take advantage of the numerous opportunities for hands-on learning.

Learn the power of Visual FoxPro Nelson King's clear, building-block approach, and take advantage of the numerous opportunities for hands-on learning.

ARM Microprocessor Systems

Cortex-M Architecture, Programming, and Interfacing

This book presents the use of a microprocessor-based digital system in our daily life. Its bottom-up approach ensures that all the basic building blocks are covered before the development of a real-life system. The ultimate goal of the book is to equip students with all the fundamental building blocks as well as their integration, allowing them to implement the applications they have dreamed up with minimum effort.

This book presents the use of a microprocessor-based digital system in our daily life.

Perencanaan dan Pengembangan Wilayah

Regional planning and rural development in Indonesia.

perencanaan, implementasi dan pengendalian pemanfaatan ruang, dan (6)
Dilakukan jika dikehendaki adanya perubahan struktur dan pola pemanfaatan
ruang, artinya tidak dilakukan tanpa sebab atau kehendak. 14.3. Proses
Penataan Ruang Sebagai suatu proses, penataan ruang disusun oleh berbagai
subsistem pembentuknya, dimana proses tersebut secara utuh akan bersifat
siklikal. Sub-sistem penataan ruang meliputi perencanaan, implementasi, dan
pengendalian, yang ...

Global Perspectives in Health - Volume II

Global Perspectives in Health is a component of Encyclopedia of Biological, Physiological and Health Sciences in the global Encyclopedia of Life Support Systems (EOLSS), which is an integrated compendium of twenty one Encyclopedias. The Theme on Global Perspectives in Health provides the essential aspects and with a myriad of issues of great relevance to our world such as: Global Perspectives in Health; Determinants of Health and Their Interactions; Epidemiology: Health and Disease in Populations; Health Care Systems; Ethical Issues in Health; New Problems in Global Health. These two volumes are aimed at the following five major target audiences: University and College students Educators, Professional practitioners, Research personnel and Policy analysts, managers, and decision makers and NGOs.

Role of Health Telematics 3. Health Telematics Applications 3.1.
Telecommunication 3.2. Telemedicine 3.2.1. Telematics for Relief of Professional
Isolation 3.2.2. Teleconsultation 3.2.3. Telemetry and Telemonitoring 3.2.4.
Telepathology 3.2.5 ...