Sebanyak 198 item atau buku ditemukan

Esensi manusia dalam filsafat Pancasila, relevansinya dalam pembangunan hukum di Indonesia

Developing national legal system based on Pancasila in Indonesia.

Developing national legal system based on Pancasila in Indonesia.

Mikrokontroller: Teori dan Praktik Atmega 16 dengan Bahasa C

Atmel sebagai salah satu vendor yang mengembangkan dan memasarkan produk mikroelektronika telah menjadi suatu teknologi standard bagi para perancang sistem elektronika masa kini. Dengan perkembangan terakhir, yaitu generasi AVR (Alf and Vegard’s Risc processor), para perancang sistem elektronika telah diberi suatu teknologi yang memiliki kapabilitas yang amat maju, tetapi dengan biaya ekonomis. Mikrokontroler AVR memiliki arsitektur RISC 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16-bitsword) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC (Reduced Instruction Set Computing). Untuk mempelajari AVR ATMEGA16 tidaklah cukup dengan membaca teorinya dan datasheatnya, tetapi dengan mempraktek-kannya. Namun, untuk melaksanakan hal itu ada banyak kendala yang menghadang. Kendala itu bisa berupa tidak memiliki alat pendukung. Buku referensi ini sebagian besar merupakan hasil pengalaman penulis dalam menggunakan ATMEGA16 untuk melakukan pengontrolan piranti elektronika. Pengontrollan piranti elektronika ini disajikan dalam bentuk pemrograman sederhana meningkat ke premrograman yang agak sulit Penulis berharap Anda tidak mengalami kesulitan mempelajari buku ini.

Atmel sebagai salah satu vendor yang mengembangkan dan memasarkan produk mikroelektronika telah menjadi suatu teknologi standard bagi para perancang sistem elektronika masa kini.

Talking Heads: 77

A wild, fragmented portrait of the late 70s and the punk scene with a rich and diverse cast of characters including an idealistic editor of a political rag, a pony-riding Boston Brahmin intent on finding herself and shedding her husband, an up-and-coming punkster who fancies evenings at the Knights of Columbus Ladies Auxiliary, an editorial assistant named Topsy Otaka, and more.

If he hadn't scrolled it up into a stick, Kit wouldn't even have known he
hadanything inhishand. Yet this weightless stuff, this imitation stick in his fist—this
was his issue. This was Sea Level, Volume One, Number One. “A biweekly
journal of politics&opinion.” Twentypagesstaplebound. Pub date January 6, 1978
.Kit's idea had become anoffice, and his talking to himself talkingon the phone.
Charter subscriptions were $15, andover the counter it cost 75 cents. It carrieda
trademarked title ...

Flashpacking to London: Traveling Gaya Koper dan Otak Ransel

“Bahwa flashpacker yang satu ini kebanyakan gaya, sepertinya saya tak perlu menceritakannya lagi. Dia sama persis seperti bukunya, uhm, tiga bukunya. Kehadiran bukunya kali ini kian menempatkan Deedee sebagai salah satu petualang sejati yang mau berbaik hati membagikan pengalamannya. Bukan cuma belajar dari tips-tips yang dia bagikan, kita juga bisa meniru semua gaya yang dia kisahkan saat melawat ke London dan Belgia. Deedee adalah contoh flashpacker yang sempurna. Saya suka pada bagian saat dia kehabisan pulsa dan terpaksa menunggu teman penjemputnya dengan harap-harap cemas. Atau ketika tanpa sengaja dia terbawa kereta api dan terpisah dari sang teman. Terus terang, saya sangat menikmati buku ini, dan nggak sabar menantikan bukunya yang keempat. Kali ini, sudah sepantasnya Tolak Angin meng-endorse dia dan mensponsori perjalanannya.”

Dia sama persis seperti bukunya, uhm, tiga bukunya. Kehadiran bukunya kali ini kian menempatkan Deedee sebagai salah satu petualang sejati yang mau berbaik hati membagikan pengalamannya.

LGBT dalam Tinjauan Fikih

Menguak Konsepsi Islam terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender

Pada saat Rasulullah  masih hidup, tidak pernah terbayangkan bahwa kaum muslimin akan melakukan perbuatan liwath (homoseksual). Generasi kaum muslimin di masa Rasulullah  adalah generasi yang paling bersih, paling baik dan paling dekat dengan ketakwaan. Kaum muslimin di zaman itu hanya mengetahui jenis maksiat ini dari Al-Qur‟an. Dalam kehidupan nyata, tidak ada laporan bahwa kaum muslimin melakukannya meski hanya satu orang. Bahkan, salah seorang khalifah Bani Umayyah yang bernama Al-Walid bin Abdul Malik tidak pernah menyangka ada pria menyetubuhi pria jika bukan karena ada informasi dalam AlQur‟an. Ibnu Katsir (1998: 445) menulis dalam tafsirnya: اَ قَ َ و َ َ َؿ ُ يدِ لَ َ َ وْال ُ نْ َ َ ب ِ دْ بَ َ َ ع ِ كِ لَ َ َ مْال ُ ةَيفِ لَْ ، َ ات٘ ُّ يِ وَ مُْ َ َ الْ ِ انَ َ َ ب ِ عِ امَ َ َ ج َ قْشَ مِ َ َ: د َ لْ وَ َ َ ل فَ ، َ أ َ َ َ الل و زَ ، َ ع لَ جَ َ و َ صَ ا َ ق َ نْ يػَ لَ َ َ ع َ رَ بػَ ، َ خ ٍ وطُ اَ ل َ َ َم ُ تْ نَ َ َ نػَظ فَ ا َ أ ً رَ ك َ و َ ذ ُ لْ عَ ا َ يػ ً رَ ك َ َ ذ Artinya: “Al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi, berkata (Al-Walid adalah pembangun Masjid Damaskus): Seandainya Allah tidak menceritakan kisah Nabi Luth, maka aku tidak pernah menduga seorang lelaki menyetubuhi laki-laki.” Ucapan Al-Walid ini menunjukkan bahwa perilaku liwath tidak pernah dikenal bangsa Arab, bukan hanya di masa Nabi tetapi juga di masa shahabat, sampai di masa tabi‟in, yakni masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Oleh karena itu, menjadi hal yang cukup mengejutkan jika ada riwayat bahwa Rasulullah  sempat mengkhawatirkan umatnya akan terjerumus dalam dosa liwath. Ibnu Majah (2009: 464) meriwayatkan; ََ اؿَ قَِ الل و َِ دْ بَ عَِ نْ بَِ رِابَ جَْ نَ َ َ ع ُ اؼَ خَ أَاَ مََؼَ وْخَ أَ فِ إََ م لَ سَ وَِ وْ يَ لَ عَُ الل و َ ى لَ صَِ الل و َُوؿُ سَ رََ اؿَ ق َ َ عَِ تِ مُ أَىَ لَ َ ع Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: „Rasulullah  bersabda: „Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah perbuatan kaum Luth.‟‟”

Pada saat Rasulullah  masih hidup, tidak pernah terbayangkan bahwa kaum muslimin akan melakukan perbuatan liwath (homoseksual).

Public Policy

Originally published by Winthrop Publishers, Inc. in 1974, this volume concentrates upon the role of major political institutions in policy-making: interest groups, political parties, the presidency, Congress, courts, and the bureaucracy, covering both the formal and the informal context within which these institutions operate. The capability of each institution to affect public policy is assessed in an attempt to answer the question: where does the real power to make public policy reside in the political system?

policy process outside of the courts decisions are often made by ' experts in the
area of policy under consideration. This expertise is gained through
specialization. Specialization occurs in congressional committees, their staffs,
and administrative agencies, buttressed by specialized inputs from pressure
groups. The nature of the policy process means a diminished role for electoral
politics as an influence upon policy-makers. The average man, whether he is
aware or not of issues of ...

Pengantar Sosiologi Hukum

Pepatah mengatakan, Lain lubuk lain ikannya, artinya lain masyarakat, lain pula adat-istiadat dan hukumnya. Sekarang ini dinamika tatanan masyarakat modern telah melaju sedemikian rupa tetapi hukum sejak awal penjajahan Belanda masih di berlakukan bagi masyarakat Indonesia hingga kini. Oleh karena itu, di butuhkan cara baru dalam berpikir,merasa,dan bertindak (Paradigma baru) terhadap hukum,Yaitu pendekatan sosiologi hukum, (Masyarakat Modern dan Hukum Modern). Buku ini terdiri dari 6 bab dan mengajak kita memandang hukum di tengah tata masyarakat modern yang telah melaju dahsyat. Bab 1. Sosiologi Bab 2. Pendekatan Sosiologi terhadap Hukum Bab 3. Sosiologi Hukum Bab 4. Kondisi Modernitas: Analisis sosiologi terhadap Hukum Bab 5. Analisis Sosiologi terhadap Hukum tentang Kejahatan dalam Undang-undang Bab 6. Kumpulan Pertanyaan dan Jawaban Buku ini sangat cocok bagi mahasiswa Fakultas Hukum, FISIP, dan Fakultas Pendidikan. Selain itu, cocok juga menjadi bacaan masyarakat umum. Khususnya Hakim, Jaksa, Polisi, dan Wartawan dan Pendidik.

Lex positivis, merupakan hukum positif yang dibuat oleh Tuhan, yang terdapat
pada kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia. Hukum ini merupakan
pelaksanaan dari hukum alam oleh manusia, atas dasar persyaratan khusus
yang diperlukan oleh keadaan dunia. Mengenai konsepsinya, Thomas Aquino
membagi asas-asas hukum kodrat ini menjadi dua bagian: (1) Principia Prima,
adalah asas-asas yang dimiliki oleh manusia sejak lahir dan bersifat mutlak,
dalam arti ...

The Mahdist State in the Sudan

1881-1898

The news of this disaster was known to Muhammad al-Zaki 'Uthman (who had
recently been sent back to Berber as civil governor under Mahmud) by 10 Rabi' I
(9 August) and to Mahmud himself two days later. Muhammad al-Zaki expected
to find the enemy outside Berber in ten days' time and urgently demanded help.
Mahmud appeared to be galvanized into activity. Tomorrow or the next day, he
assured the Khalifa, he would set out with the whole army for Berber. In the
meantime ...