LGBT dalam Tinjauan Fikih

Menguak Konsepsi Islam terhadap Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender

Pada saat Rasulullah  masih hidup, tidak pernah terbayangkan bahwa kaum muslimin akan melakukan perbuatan liwath (homoseksual). Generasi kaum muslimin di masa Rasulullah  adalah generasi yang paling bersih, paling baik dan paling dekat dengan ketakwaan. Kaum muslimin di zaman itu hanya mengetahui jenis maksiat ini dari Al-Qur‟an. Dalam kehidupan nyata, tidak ada laporan bahwa kaum muslimin melakukannya meski hanya satu orang. Bahkan, salah seorang khalifah Bani Umayyah yang bernama Al-Walid bin Abdul Malik tidak pernah menyangka ada pria menyetubuhi pria jika bukan karena ada informasi dalam AlQur‟an. Ibnu Katsir (1998: 445) menulis dalam tafsirnya: اَ قَ َ و َ َ َؿ ُ يدِ لَ َ َ وْال ُ نْ َ َ ب ِ دْ بَ َ َ ع ِ كِ لَ َ َ مْال ُ ةَيفِ لَْ ، َ ات٘ ُّ يِ وَ مُْ َ َ الْ ِ انَ َ َ ب ِ عِ امَ َ َ ج َ قْشَ مِ َ َ: د َ لْ وَ َ َ ل فَ ، َ أ َ َ َ الل و زَ ، َ ع لَ جَ َ و َ صَ ا َ ق َ نْ يػَ لَ َ َ ع َ رَ بػَ ، َ خ ٍ وطُ اَ ل َ َ َم ُ تْ نَ َ َ نػَظ فَ ا َ أ ً رَ ك َ و َ ذ ُ لْ عَ ا َ يػ ً رَ ك َ َ ذ Artinya: “Al-Walid bin Abdul Malik, Khalifah Al-Umawi, berkata (Al-Walid adalah pembangun Masjid Damaskus): Seandainya Allah tidak menceritakan kisah Nabi Luth, maka aku tidak pernah menduga seorang lelaki menyetubuhi laki-laki.” Ucapan Al-Walid ini menunjukkan bahwa perilaku liwath tidak pernah dikenal bangsa Arab, bukan hanya di masa Nabi tetapi juga di masa shahabat, sampai di masa tabi‟in, yakni masa Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik. Oleh karena itu, menjadi hal yang cukup mengejutkan jika ada riwayat bahwa Rasulullah  sempat mengkhawatirkan umatnya akan terjerumus dalam dosa liwath. Ibnu Majah (2009: 464) meriwayatkan; ََ اؿَ قَِ الل و َِ دْ بَ عَِ نْ بَِ رِابَ جَْ نَ َ َ ع ُ اؼَ خَ أَاَ مََؼَ وْخَ أَ فِ إََ م لَ سَ وَِ وْ يَ لَ عَُ الل و َ ى لَ صَِ الل و َُوؿُ سَ رََ اؿَ ق َ َ عَِ تِ مُ أَىَ لَ َ ع Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: „Rasulullah  bersabda: „Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan terhadap umatku adalah perbuatan kaum Luth.‟‟”

Pada saat Rasulullah  masih hidup, tidak pernah terbayangkan bahwa kaum muslimin akan melakukan perbuatan liwath (homoseksual).