Sebanyak 725 item atau buku ditemukan

Adab sebelum Ilmu: Membangun Indonesia dengan Pendidikan dan Pembangunan Karakter Bangsa

Perjalanan pendidikan Islam di Indonesia, ternyata tidak lepas dari praktik pendidikan di dua tanah suci, yakni Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah. Keterhubungan intelektual antara ulama Nusantara dan ulama dua tanah haram dalam membangun kegiatan intelektual yang berbuah pada pendirian lembaga pendidikan. Makkah dan Madinah menjadi kiblat lahirnya pendidikan Islam yang tidak dapat dipisahkan dari transmisi keilmuan Islam yang disebarkan ke kawasan-kawasan lain di Nusantara. Di awal kemerdekaan RI, pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat pada umumnya berlatar agama. Khususnya Islam, lembaga yang menyelenggarakan pendidikan ini didominasi madrasah atau pesantren. Pendidikan ini diselenggarakan untuk membentuk manusia yang beriman, berakhlak dan memiliki kemampuan ­untuk menjalani hidup sebagai muslim atau mencetak ­kader-kader ahli Islam. Pengaruhnya hingga terwujud pada visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 sebagaimana dimuat dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Butir pertama dari delapan misi pembangunan nasional menyebutkan "Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila". Adab memainkan peranan besar dalam membentuk pribadi seseorang. Adab sebelum ilmu menjadi hal fundamental pembentukan karakter seseorang. Dalam konteks negara, tentunya hal fundamental ini berfungsi untuk menjadi penentu arah ke mana negara akan memainkan peranannya.

Perjalanan pendidikan Islam di Indonesia, ternyata tidak lepas dari praktik pendidikan di dua tanah suci, yakni Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah.

Ilmu Pendidikan Islam

Ajaran Islam pada hakekatnya memiliki tiga pilar utama, yakni akidah, syariah dan akhlak. Misi utama Nabi Muhammad saw adalah menyempurnakan akhlak yang mulia (akhlaq al-karîmah). Pembinaan akhlak erat kaitannya dengan pendidikan Islam. Dengan demikian pendidikan Islam berorientasi bukan saja untuk peningkatan pengetahuan (kognisi), namun juga pembinaan dan peningkatan akhlak (sikap, afeksi) dan keterampilan hidup (psikomotorik) peserta didik. Pendidikan yang hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual akan melahirkan manusia-manusia yang memiliki kecerdasan secara akademik, namun dalam realitas mereka justru menjadi sumber problem kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kecerdasannya digunakan untuk melakukan berbagai tindak criminal yang sangat merugikan masyarakat, bangsa dan negara, seperti para koruptor, bandar narkoba, mafia migas, illegal fishing, yang mayoritas adalah orang- orang pintar secara intelektual. Namun afeksi (kecerdasan spiritual) mereka sangat rendah.

Namun afeksi (kecerdasan spiritual) mereka sangat rendah. Buku Ilmu Pendidikan Islam ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Engaging English Language Learners in High School Class Discussions

"The following research questions outlined my action research process. 1. What reasons do secondary or ninth grade [English language learner] and [fully English proficient] students give for not participating in whole-class and small-group discussions? 2. What factors do secondary or ninth grade ELL and FEP students identify as supporting participation in whole-class and small-group discussions? 3. In what ways are secondary or ninth grade English Language Learners' self-reported reasons for participation in whole class and small group discussion different than those of Fully English Proficient students"--Leaf 18. "This action research project, as well as the feedback that I received from sharing my findings have motivated me to make changes in my teaching practices in order to better serve ELL students. First and foremost, I plan to increase the amount of small-group discussions that take place in my classroom. While creating groups and scaffolding properly are time consuming, the literature and my own research have shown how imperative these steps are for nurturing growth in oral communication and even in relationship building that both lead to a more communicative classroom culture"--Leaf 46.

"The following research questions outlined my action research process. 1.

CHANGES IN PARTICIPATION AND THE DEVEOLOPMENT OF A LEARNING COMMUNITY FOR ENGLISH TEACHERS IN A VIDEO CLUB IN ALBANIA

Abstract : This study investigated a group of English teachers' interactions watching video of their classrooms, in what is called a video club, for the purpose of professional development. Changes in both what and how teachers discussed, along with how the club developed as a learning community were investigated using recordings of their conversations in two early and two late video club meetings. The focus of what teachers discussed changed from the early to the late meetings and a pattern of discussion emerged in the later meetings. Significant changes in the number of ideas teachers put forth for discussion and the number of clarifying comments teachers provided were noted. The video club developed some aspects of a learning community, particularly in participants' ability to focus their discussion on the specific issues of teaching and learning in the video, but either failed to develop or showed cyclical development in other ways.

Abstract : This study investigated a group of English teachers' interactions watching video of their classrooms, in what is called a video club, for the purpose of professional development.

The Perception of Gendered Participation in a Whole-class English Discussion

A Mixed-methods Case Study

This dissertation describes the phenomenon of skewed perception of gendered participation in five whole-classroom secondary English discussions in Upstate South Carolina.