Lelaki Senja Terakhir (The Last Old Man) adalah novel yang didedikasikan untuk pekerja medis yang menjadi korban akibat wabah virus yang melanda dunia. Pandemi yang menelan korban lebih dari 500 ribu jiwa menimbulkan penderitaan yang berimplikasi pada seluruh kehidupan manusia. Pekerja medis baik dokter, tenaga kesehatan, perawat dan sebagainya adalah garda terdepan dalam menghadapi ancaman ini. Berlatar belakang aktivitas jurnalis televisi yang mencari tahu apa dan bagaimana di balik wabah virus ini. Seorang profesor berusia senja menutup mata bersama puluhan dokter dan perawat karena derasnya serangan wabah. Perjuangan mereka tertutup dengan jiwa-jiwa yang kembali ke haribaanNya. Kepada Tuhan kita berserah diri, kepadaNya pula kita memohon pertolongan.
Demikian isi pesan dari si sopir taksi online. Aku pun membalasnya. “Baik, saya segera ke sana.” Kuala Lumpur baru saja diguyur gerimis. Aroma khas air hujan menyeruak di jalanan. Rintik-rintik air membuat aspal hitam tampak berkilau ...
Lelaki Senja Terakhir (The Last Old Man) adalah novel yang didedikasikan untuk pekerja medis yang menjadi korban akibat wabah virus yang melanda dunia. Pandemi yang menelan korban lebih dari 500 ribu jiwa menimbulkan penderitaan yang berimplikasi pada seluruh kehidupan manusia. Pekerja medis baik dokter, tenaga kesehatan, perawat dan sebagainya adalah garda terdepan dalam menghadapi ancaman ini. Berlatar belakang aktivitas jurnalis televisi yang mencari tahu apa dan bagaimana di balik wabah virus ini. Seorang profesor berusia senja menutup mata bersama puluhan dokter dan perawat karena derasnya serangan wabah. Perjuangan mereka tertutup dengan jiwa-jiwa yang kembali ke haribaanNya. Kepada Tuhan kita berserah diri, kepadaNya pula kita memohon pertolongan.
“Barusan saya membaca di media online, ternyata banyak dokter dan tenaga kesehatan yang tidak mendapatkan alat pelindung diri yang memadai. Mereka bekerja tanpa fasilitas memadai,” katanya. “Wah, menarik info itu.
Perjalanan pendidikan Islam di Indonesia, ternyata tidak lepas dari praktik pendidikan di dua tanah suci, yakni Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah. Keterhubungan intelektual antara ulama Nusantara dan ulama dua tanah haram dalam membangun kegiatan intelektual yang berbuah pada pendirian lembaga pendidikan. Makkah dan Madinah menjadi kiblat lahirnya pendidikan Islam yang tidak dapat dipisahkan dari transmisi keilmuan Islam yang disebarkan ke kawasan-kawasan lain di Nusantara. Di awal kemerdekaan RI, pendidikan yang diselenggarakan oleh masyarakat pada umumnya berlatar agama. Khususnya Islam, lembaga yang menyelenggarakan pendidikan ini didominasi madrasah atau pesantren. Pendidikan ini diselenggarakan untuk membentuk manusia yang beriman, berakhlak dan memiliki kemampuan untuk menjalani hidup sebagai muslim atau mencetak kader-kader ahli Islam. Pengaruhnya hingga terwujud pada visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 sebagaimana dimuat dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Butir pertama dari delapan misi pembangunan nasional menyebutkan "Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, berbudaya dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila". Adab memainkan peranan besar dalam membentuk pribadi seseorang. Adab sebelum ilmu menjadi hal fundamental pembentukan karakter seseorang. Dalam konteks negara, tentunya hal fundamental ini berfungsi untuk menjadi penentu arah ke mana negara akan memainkan peranannya.
Perjalanan pendidikan Islam di Indonesia, ternyata tidak lepas dari praktik pendidikan di dua tanah suci, yakni Makkah al Mukarramah dan Madinah al Munawwarah.