Sebanyak 24714 item atau buku ditemukan

Aspek Hukum Media Sosial

Perdata dan Pidana

Media sosial sudah menjadi bagian hidup manusia sehari-hari. Interaksi di dunia virtual (daring) sudah seperti interaksi di dunia nyata (liring). Karena itu, sebagaimana lazimnya dalam interaksi sosial antarmanusia, aktivitas di media sosial juga menimbulkan berbagai konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum. Buku yang berjudul Aspek Hukum Media Sosial: Perdata dan Pidana ini dapat dijadikan sumber belajar bagi mahasiswa sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran hukum yang terkait dengan dunia internet pada umumnya dan media sosial pada khususnya. Buku ini memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang hukum. Untuk memudahkan pembaca dalam memahaminya, penulis menyusun buku ini dalam beberapa bagian bab yang dijelaskan secara sistematis. Oleh karenanya, mahasiswa perlu sekali memiliki buku ini karena materi dan perspektif hukum pidana dan perdata di dalamnya sangat relevan dengan konteks dunia dan kehidupan sehari-hari sekarang yang sudah terintegrasi dengan internet dan media sosial. Buku persembahan penerbit PrenadaMedia #PrenadaMedia

Buku yang berjudul Aspek Hukum Media Sosial: Perdata dan Pidana ini dapat dijadikan sumber belajar bagi mahasiswa sebagai dasar dalam melakukan pembelajaran hukum yang terkait dengan dunia internet pada umumnya dan media sosial pada ...

Cerdas Bermedia Sosial dari Kacamata Hukum Dr. Kadarudin

Materi buku ini terdiri atas Pendahuluan yang memuat Fungsi Utama Media, Perkembangan Media Sosial, Media Sosial (Medsos) atau Sosial Media (Sosmed), Fungsi dan Tujuan Penggunaan Media Sosial, serta Generasi Tradisionalis, X, Y (Milenial), Z, dan Alpha. Bagian kedua buku ini membahas mengenai Media Sosial 10 Jenis Media Sosial yang terdiri dari Layanan Blog (Blogging), Layanan Blog Micro (Microblogging), Layanan Jejaring Sosial (Social Network), Platform Perdagangan Elektronik (E-commerce Platform), Layanan Permainan (Social Game), Layanan Berbagi Media (Media Sharing), Layanan Forum (Forum Service), Layanan Kolaborasi (Collaboration Service), Layanan Web (Bookmarking Sites), dan Layanan Diskusi (Discuss Service). Bagian ketiga buku ini membahas dampak positif dan negatif dari penggunaan media sosial. Bagian keempat buku ini membahas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 dan UU RI Nomor 19 Tahun 2016 sebagai aturan hukum mengenai media sosial. Bagian kelima buku ini membahas beberapa kasus hukum yang terkait dengan penggunaan media sosial, seperti kasus Y (2016), kasus SF (2017), kasus H (2017), kasus A dan S (2017), kasus AD (2017), kasus MG (2017), kasus HDL (2018), asus BY (2016), dan kasus J (2020). Bagian keenam buku ini membahas tips-tips cerdas dalam menggunakan media sosial, yakni Pahami Aturan Hukum Terkait Media Sosial, Hindari Akun-Akun Negatif, Periksa Kembali Sebelum Membagikan Konten, Gunakan Media Sosialmu untuk Pengembangan Diri, Jadikan Media Sosialmu Sebagai Sarana Personal Branding, dan Hindari Kecanduan Media Sosial, tentunya hal ini diharapkan agar para pembaca sekalian dapat terhindar dari jerat hukum, dan bagian akhir buku ini adalah bagian penutup yang berisi summary dari keseluruhan isi buku. Penerbitan buku ini dimaksudkan agar dapat berkontribusi dalam memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa, utamanya bagi para generasi milenial agar bijak menggunakan media sosialnya untuk hal-hal yang baik saja. Dengan demikian, selain dapat terhindar dari jerat hukum dalam penggunaan media sosial yang menyimpang dari peruntukan dan fungsinya, juga para milenial dapat berkontribusi positif dalam pembangunan nasional negara kita tercinta ini (Indonesia). Oleh karenanya, penulis berterima kasih kepada penerbit Formaci Press, karena penerbitannya sehingga tulisan ini sampai di tangan para pembaca sekalian.

... media sosial sedang mengalami perkembangan perkembangan ditawarkan, maupun dari yang perkembangan sisi sangat teknologi pesat, dari dan sisi fitur pengguna baik yang itu layanan media sosial itu sendiri. Saat ini, bukan hanya orang ...

Penggunaan Media Audio Visual dalam Meningkatkan Hasil Belajar Akidah Akhlak pada Peserta Didik Kelas IV SDN 33 Lebong

Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah fenomena bahwa dalam kegiatan pembelajaran di Sekolah Dasar, guru dituntut harus bisa untuk dapat mengembangkan bahkan memajukan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena selama ini siswa hanya diberi pembelajaran dengan metode yang monoton dan konvensional saja, sehingga berdampak dari hasil belajar siswa menurun. Menyikapi permasalahan tersebut perlu dikembangkan sebuah media pembelajaran yang tepat dan efektif. Media Audio visual sebagai salah satu media yang dapat menjadikan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa akan lebih efektif dan menyenangkan karena siswa terlibat langsung dalam poses pembelajaran, sehingga diharapkan dengan adanya penerapan media audio visual dalam mata pelajaran Akidah Akhlak mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Hasil penelitian selama dua siklus ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa khususnya materi akhlak terpuji pada mata pelajaran akidah akhlak dalam penerapan Media Audio Visual, mengalami peningkatan terlihat dari rata-rata nilai sebelum melakukan penerapan adalah 57,45 dan setelah penerapan Audio Visual pada siklus I meningkat dengan rata-rata nilai 69,15 dan pada siklus II Mencapai 77,5. Maka, penggunaan Media Audio Visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak khususnya pada materi akhlak terpuji di SD Negeri 33 Lebong.

... Aqidah Akhlak dalam hal materi akhlak terpuji 4. Belum pernah diterapkan pembelajaran menggunakan media audio visual dalam proses pembelajaran Aqidah Akhlak C. Rumusan Masalah Berdasarkan Kesimpulan Masalah di atas maka dapat di ...

Pengembangan Asesmen Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti

Dalam buku ini, pembaca akan diajak untuk memahami prosedur pengembangan penilaian hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti. Pada sebagian guru, melakukan pengembangan penilaian menjadi kesulitan tersendiri, sehingga mata pelajaran tersebut lebih menekankan pada sisi kognitif. Hal ini membawa ekses yang kurang kondusif bagi perkembangan akhlak dan budi pekerti peserta didik, yaitu sisi afektif dan psikomotorik kurang diperhatikan atau dikembangkan. Secara fenomenal di lapangan, terjadi ada peserta didik yang pandai dalam sisi kognitif, namun sisi afektif dan psikomotoriknya tidak berkembang, misalnya peserta didik tidak mau menolong teman yang sedang mengalami kesulitan, sikap acuh, egois, suka membuat keributan, dan tindakan negatif lainnya. Jika memperhatikan esensi Pendidikan Agama Islam, kondisi siswa yang pandai, namun memiliki perilaku yang tidak baik, maka hal ini menjadi kontra produktif dengan Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti itu sendiri, yaitu pertama, pengembangan spiritualitas, ketakwaan kepada Allah; kedua pengembangan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari, mempribadi dalam dirinya, seperti: perilaku kejujuran, keadilan, kesederhanaan, belas kasihan, dan kerja sama yang merupakan bagian integral dari ajaran agama Islam. Buku ini menjadi salah satu solusi dalam pengembangan penilaian Pendidikan Agama Islam yang banyak dialami oleh para guru dengan cara mengadopsi dan adaptasi pendekatan yang holistik dan kontekstual dalam menilai kemajuan hasil belajar peserta didik, serta menggali sumber kebenaran dari Al-Quran dan Hadis Nabi Muhammad Saw., sehingga tujuan pendidikan Islam dapat dicapai, yaitu menuju kesalehan individu dan sosial, selamat dunia dan akhirat. Buku ini juga mengungkapkan strategi dan prosedur pengembangan instrumen evaluasi, baik secara teoritik maupun praktik, sehingga dihasilkan instrumen yang baik, sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh ahli evaluasi. Buku yang ditulis oleh para guru dan asatidz dari berbagai sekolah/madrasah dan pesantren ini memberikan horizon yang kaya dalam penilaian Pendidikan Islam yang dikembangkan dalam institusi mereka, sehingga dapat menjadi referensi berharga bagi para pendidik, pengembang kurikulum, dan pemangku kepentingan pendidikan lainnya untuk meningkatkan kualitas hasil belajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Buku ini menjadi sumber inspirasi yang penting bagi mereka yang ingin memajukan pendidikan Agama Islam melalui transformasi penilaian yang holistik. Pembaca akan diberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya penilaian yang seimbang untuk mencapai tujuan pendidikan Agama Islam.

... Pendidikan Agama Islam Terpadu, termasuk pemahaman konsep, nilai-nilai moral, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari siswa. H. Langkah-Langkah Dalam Membuat Asesmen Pembelajaran Untuk Pendidikan Agama Islam Terpadu Di Sekolah Dasar ...

MODEL PEMBELAJARAN DIFERENSIASI BERBASIS DIGITAL DI SEKOLAH

Kurikulum merdeka hadir dengan berbagai kebaruan konsep yang mengarah pada kepentingan peserta didik. Kehadiran buku ini dibutuhkan untuk menjawab kegelisahan guru terhadap bagaimana mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik tersebut. Pembelajaran seperti ini diyakini dapat mendukung student well-being di dalam kelas. Buku ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mengembangkan student wellbeing siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi digital. Pembelajaran berdiferensiasi terbukti mampu menghasilkan prestasi belajar secara optimal bagi para peserta didik yang berkebutuhan khusus, gifted, maupun yang memiliki keterbatasan penggunaan bahasa, tetapi pembelajaran berdiferensiasi belum dilaksanakan secara masif di Indonesia karena keterbatasan sumber belajar tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kultur Indonesia. Pembelajaran ini kemudian diadopsi dan diperluas untuk berbagai jenis karakteristik peserta didik melalui implementasi kurikulum merdeka. Konsep teoritis dan praktis pebelajaran berdiferensiasi disajikan secara menarik pada buku ini dengan berbagai contoh empiric di lapangan khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Komponen model pembelajaran berdiferensasi berbasis digital diuraikan secara lugas sehingga mudah dielajari yang meliputi tujuan, sasaran, sistem sosial dan sistem pendukung, prinsip reaksi, sintaks, dampak instruksional, dan dampak pengiring. Pada bab berikutnya, disajikan bagaimana merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital sehingga memudahkan untuk diadopsi oleh guru di kelas.

Kurikulum merdeka hadir dengan berbagai kebaruan konsep yang mengarah pada kepentingan peserta didik.

METODE PjBL (Project Based Learning) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DALAM BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKATIF BAGI SISWA

Judul : METODE PjBL (Project Based Learning) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DALAM BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKATIF BAGI SISWA Penulis : Ermaniatu Nyihana, M.Pd Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 150 Halaman No ISBN : 978-623-6233-63-4 Buku ini ditulis berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dengan judul “Pengaruh Buku Cerita Bergambar Berbasis Scientific Approach Dengan Metode PjBL Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Berkomunikasi Siswa” yang dilakukan oleh penulis. Buku ini berisi uraian tentang Metode PjBL (Project Based Learning) berbasis Scientific Approach dalam berpikir kritis dan komunikatif bagi siswa yaitu dengan pembelajaran secara langsung melibatkan siswa dalam proses pembelajaran melalui kegiatan penelitian untuk mengerjakan dan menyelesaikan suatu proyek pembelajaran tertentu.

Judul : METODE PjBL (Project Based Learning) BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH DALAM BERPIKIR KRITIS DAN KOMUNIKATIF BAGI SISWA Penulis : Ermaniatu Nyihana, M.Pd Ukuran : 14,5 x 21 cm Tebal : 150 Halaman No ISBN : 978-623-6233-63-4 Buku ini ...

Pengembangan Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Pengembangan Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam PENULIS: Muhamad Ishaac Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-294-320-9 Terbit : Agustus 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran yang memegang peranan penting dalam pendidikan, karena dengannya dapat membentuk karakter peserta didik yang baik dan dapat menjadi bermanfaat bagi kehidupan. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di dalam kelas lebih didominasi oleh kegiatan guru dengan metode ceramah dan pemberian tugas pada siswa, sedangkan kegiatan siswa lebih banyak diam dan mendengarkan penjelasan guru, mencatat hal-hal yang dianggap penting dan mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, sehingga keaktifan siswa pada saat proses pembelajaran kurang maksimal. Selain daripada itu, pendidikan yang hanya menggunakan metode-metode lama yang mana guru hanya menerangkan dan memberi tugas kepada siswa, yang membuat siswa bosan, sehingga proses belajar mengajar menjadi tidak menarik dan membosankan, yang akhirnya tidak ada kemajuan di dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, perlu adanya model-model pembelajaran yang dijadikan pedoman untuk guru agar proses belajar mengajar lebih menarik yang nantinya mampu membentuk anak didiknya karena kedewasaan seperti yang diharapkan. Buku ini hadir dengan ulasan terkait model-model pembelajaran yang dapat dikembangkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan menggunakan pendekatan student centered yang menjadikan siswa menjadi berperan aktif dalam pembelajaran. www.guepedia.com Email : guepedia@gmail.com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Pengembangan Model-Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam PENULIS: Muhamad Ishaac Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-294-320-9 Terbit : Agustus 2020 www.guepedia.com Sinopsis: Pendidikan Agama Islam sebagai salah satu mata pelajaran yang ...

Sejarah Psikologi Dari Klasik Hingga Modern

Mempelajari sejarah merupakan sesuatu yang sangat penting. Bukan hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu, memperluas wawasan, atau menghindarkan diri dari kekeliruan-kekeliruan yang pernah dibuat, tapi juga akan membuat kita menjadi lebih bijak, toleran, dan rendah hati dalam menghadapi setiap perbedaan serta lebih antisipatif dan optimis dalam menghadapi masa depan. Buku ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa terhadap buku sejarah psikologi berbahasa Indonesia yang memang dirasa masih sangat kurang. Buku sejarah psikologi yang berbahasa Inggris sebenarnya cukup banyak. Namun, menurut catatan penulis, buku-buku tersebut umumnya belum memuat semua perkembangan pemikiran psikologi yang ada. Buku-buku tersebut umumnya kurang mengelaborasi perkembangan psikologi di abad pertengahan. Pada saat itu, Eropa memang sedang mengalami abad yang biasa disebut dengan Abad Kegelapan atau Dark Ages. Namun, pada abad pertengahan tersebut, khususnya di dunia Islam, perkembangan ilmu pengetahuan termasuk ilmu psikologi sebenarnya sudah berkembang dengan pesat. Selain itu, buku-buku tersebut umumnya belum menjelaskan perkembangan pemikiran psikologi yang paling mutakhir. Psikologi transpersonal, psikologi positif, dan juga psikologi yang berorientasi budaya, umumnya, tidak banyak dibahas dalam buku-buku tersebut. Buku ini akan membahas perkembangan pemikiran psikologi dari mulai zaman Yunani kuno, masa Helenistik, abad pertengahan, masa renaissance, awal berdirinya psikologi modern, sampai dengan psikologi pada awal abad ke-21. Berbagai aliran pemikiran psikologi juga dibahas dari mulai strukturalisme, fungsionalisme, psikologi gestalt, behaviorisme, psikoanalisis, psikologi kognitif, psikologi humanistik dan eksistensial.

Mempelajari sejarah merupakan sesuatu yang sangat penting.

SUPERVISI PENDIDIKAN Supervisi dalam Kurikulum MBKM

Buku ini menjelaskan tentang apa itu supervisi khususnya supervisi dalam penyelenggaraan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan harapan para pembaca dapat menemukan konsep supervisi kurikulum, supervisi pelaksanaan kurikulum, peran supervisor dalam mengembangkan implementasi kurikulum, serta supervisi klinis dalam kurikulum merdeka. Buku ini menjelaskan tentang konsep supervisi secara lengkap beserta teori-teori yang mendukungnya. Penulis berusaha menyajikan materi walaupun tidak secara menyeluruh, namun bisa membantu dalam memperkaya referensi sehingga ada pengayaan pembahasan tentang supervisi dilihat dari berbagai aspek. Buku ini juga menjelaskan tentang implementasi supervisi di satuan-satuan pendidikan khususnya supervisi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya.

Buku ini menjelaskan tentang apa itu supervisi khususnya supervisi dalam penyelenggaraan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), dengan harapan para pembaca dapat menemukan konsep supervisi kurikulum, supervisi pelaksanaan ...

SUPERVISI PENDIDIKAN

Teori dan Pengaplikasian

Arti Supervisi menurut asal usul atau etimologinya merupakan bentuk perkataan atau morfologi maupun isi yang terkandung dalam perkataan itu atau semantik. Secara morfologis bahwa supervisi berasal dari dua kata bahasa Inggris, yaitu super dan vision. Super berarti di atas dan vision berarti melihat dan masih serumpun dengan inspeksi, pemeriksaan, pengawasan, dan penilikan. Tujuan umum supervisi adalah memberikan bantuan teknis dan bimbingan kepada guru dan staf agar personil tersebut mampu meningkatkan kualitas kinerjanya dalam melaksanakan tugas dan melaksanakan proses belajar mengajar. Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu Meningkatkan mutu kinerja guru, Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik, Meningkatkan keefektifan dan keefesiensian sarana dan prasarana, Meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah, Meningkatkan kualitas situasi umum sekolah. Fungsi supervisi ini penting diketahui pengawas dan kepala sekolah. Fungsi-fungsi tersebut merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, jika oleh para supervisor dapat memenuhi fungsi-fungsi tersebut dalam melaksanakan tugas profesionalnya, diperkirakan para guru akan memperoleh bantuan dalam memecahkan berbagai kesulitannya dalam melaksanakan tugas pembelajaran. Pendekatan sistem pendidikan dipergunakan untuk menunjuk pengertian skema atau metode pengaturan organisasi atau susunan sesuatu atau metode. Dapat juga dalam arti suatu bentuk atau pola pengaturan, pelaksanaan atau pemrosesan dan juga dalam pengertian metode pengelompokan, pengkodifikasian, dan sebagainya. Pendidikan merupakan sarana penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia dalam menjamin kelangsungan pembangunan suatu bangsa. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia jauh lebih mendesak untuk segera direalisasikan terutama dalam menghadapi era persaingan global.

Secara operasional dapat dikemukakan beberapa tujuan konkrit dari supervisi pendidikan yaitu Meningkatkan mutu kinerja guru, Meningkatkan keefektifan kurikulum sehingga berdaya guna dan terlaksana dengan baik, Meningkatkan keefektifan dan ...