Sebanyak 3 item atau buku ditemukan

MODEL PEMBELAJARAN DIFERENSIASI BERBASIS DIGITAL DI SEKOLAH

Kurikulum merdeka hadir dengan berbagai kebaruan konsep yang mengarah pada kepentingan peserta didik. Kehadiran buku ini dibutuhkan untuk menjawab kegelisahan guru terhadap bagaimana mengembangkan pembelajaran yang berpihak pada peserta didik tersebut. Pembelajaran seperti ini diyakini dapat mendukung student well-being di dalam kelas. Buku ini dikembangkan sebagai salah satu upaya mengembangkan student wellbeing siswa melalui pembelajaran berdiferensiasi digital. Pembelajaran berdiferensiasi terbukti mampu menghasilkan prestasi belajar secara optimal bagi para peserta didik yang berkebutuhan khusus, gifted, maupun yang memiliki keterbatasan penggunaan bahasa, tetapi pembelajaran berdiferensiasi belum dilaksanakan secara masif di Indonesia karena keterbatasan sumber belajar tentang implementasi pembelajaran berdiferensiasi yang sesuai dengan kultur Indonesia. Pembelajaran ini kemudian diadopsi dan diperluas untuk berbagai jenis karakteristik peserta didik melalui implementasi kurikulum merdeka. Konsep teoritis dan praktis pebelajaran berdiferensiasi disajikan secara menarik pada buku ini dengan berbagai contoh empiric di lapangan khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama. Komponen model pembelajaran berdiferensasi berbasis digital diuraikan secara lugas sehingga mudah dielajari yang meliputi tujuan, sasaran, sistem sosial dan sistem pendukung, prinsip reaksi, sintaks, dampak instruksional, dan dampak pengiring. Pada bab berikutnya, disajikan bagaimana merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran berdiferensiasi berbasis digital sehingga memudahkan untuk diadopsi oleh guru di kelas.

Kurikulum merdeka hadir dengan berbagai kebaruan konsep yang mengarah pada kepentingan peserta didik.

Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar: Teori dan Praktik

Model pembelajaran scientific merupakan satu model pembelajaran yang menitik-beratkan pada proses. Dalam pembelajaran tersebut siswa dibimbing setapak demi setapak untuk memperoleh hasil, mengikuti model perolehan pengetahuan dan keterampilan serta sikap ilmiah secara sistematis. Meskipun tidak secara langsung dan eksplisit disebutkan bahwa peserta didik juga diharapkan untuk mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh di dalam kehidupan sehari-hari, namun secara implisit kemampuan ini dapat diterapkan oleh peserta didik. Di Australia, tujuan pembelajaran bukan hanya kognitif, afektif dan psikomotor saja, tetapi action, penerapan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh oleh peserta didik dapat diterapkan di masyarakat, oleh diri peserta didik atau diinformasikan di masyarakat di sekeliling kehidupannya. Buku Pendekatan Scientific Dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar ini merupakan suatu lompatan dari strategi pembelajaran yang ada dengan langsung menamakan model yang ditulisnya sebagai pembelajaran scientific. Penyajiannya cukup komprehensif, runtut, dan mudah difahami. Model penyajian seperti inilah yang sangat dinantikan oleh para guru, mungkin juga para dosen yang mengajarkan model pembelajaran mutakhir untuk diterapkan dalam kelas. Oleh karena itu saya sebagai salah seorang pendidik yang dikatakan sudah banyak makan garam karena mulai mengajar sejak 1960, mengalami bagaimana perkembangan titik fokus pembelajaran mulai dari berpusat pada materi (subject matter oriented), kemudian berpusat pada guru (teacher centered), kemudian beralih berpusat pada peserta didik (student centered).

Setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap ... di bawah koordinasi dan supervisi dari pengawas dan dinas pendidikan, ...

Pendekatan Scientific dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar

Teori dan Praktik

Pendekatan scientific diperkenalkan sebagai penekanan pada metode laboratorium formalistik yang mengarah pada fakta-fakta ilmiah (Hudosn, 1996; Rudolph, 2005). Pendekatan ini memiliki karakteristik yaitu doing science. Pendekatan ini memudahkan guru dan pihak-pihak pengembangan kurikulum untu menyusun proses pembelajaran. Caranya yaitu dengan memecah proses pembelajaran menjadi langkah-langkah yang lebih terperinci dan lebih instruktif untuk peserta didik (Varelas dan Ford, 2008). Proses pembelajaran dengan pendekatan scientific menyentuh tiga ranah yaitu sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Ranah sikap fokus pada para peserta didik agar paham 'mengapa'. Ranah pengetahuan fokus pada para peserta didik agar paham mengenai 'apa'.Terakhir, ranah keterampilan fokus pada para peserta didik agar paham 'bagaimana'. Hasil akhir pembelajaran pendekatan scientific adalah peningkatan dan keseimbangan antara softskills dan hardskills dari peserta didik.Buku ini tidak hanya memberikan penjelasan dasar mengenai pembelajaran pendekatan scientific. Namun, buku ini juga memberikan contoh-contoh implememntasi pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam mocel pembelajaran. [Ika Maryani, M.Pd., Laila Fatmawati, M.Pd., Ahmad Dahlan, Penerbit Deepublish, pendekatan scientific, model pembelajaran, sekolah dasar]

Namun, buku ini juga memberikan contoh-contoh implememntasi pembelajaran dengan menggunakan berbagai macam mocel pembelajaran. [Ika Maryani, M.Pd., Laila Fatmawati, M.Pd., Ahmad Dahlan, Penerbit Deepublish, pendekatan scientific, model ...