Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

Fiqh Mu’amalah Kontemporer

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari hubungan dengan orang lain dalam kerangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia sangat beragam, sehingga terkadang secara pribadi dia tidak mamapu untuk memenuhinya, dan harus berhubungan dengan orang lain. Hubungan anatara satu manusia dengan manusia lain dalam memenuhi kebutuhan lain, harus terdapat aturan yang menjelaskan hak dan kewajiban keduanya berdasarkan kesepakatan. Proses untuk membuat kesepakatan dalam kerangka memenuhi kebutuhan keduanya, lazim disebut dengan proses untuk berakad atau melakukan kontrak. Hubungan ini merupakan fitrah yang sudah ditakdirkan oleh Allah. Islam sebagai agama komprehensif dan universal memberikan aturan yang cukup jelas dalam akad untuk dapat diimplementasikan dalam setiap masa.

Perbandingan Konsep Fiqih Muamalah Klasik dan Fiqih Muamalah Kontemporer Berdasarkan pemaparan dan keterangan tentang fiqih muamalah klasik dan kontemporer pada pembahasan sebelumnya, maka dapat diambil beberapa analisis mengenai konsep ...

Teknik Relaksasi Otot Progresif Pada Air Traffic Controller (ATC)

Modul ini berisi beberapa upaya pencegahan stress dan kelelahan kerja yang dapat dialami oleh air tr a ffic controllers , dan disusun sebagai langkah pembuka untuk menambah wawasan masyarakat khususnya masyarakat pekerja Air traffic Controllers agar dapat melakukan teknik relaksasi secara rutin setiap selesai melakukan pekerjaan, agar kondisi kesehatan selalu terjaga dan tetap prima saat bekerja.

Kelelahan ini berasal dari faktor-faktor luar di tempat kerja, perusahaan dapat mengatasi kelelahan ini dengan memberikan pelayanan konseling bagi karyawan agar kelelahan emosional yang dirasakan karyawan dapat teratasi dan performansi ...

Cara Cerdas Nabi Mengoreksi Kesalahan Orang Lain

Santun dalam menuntun. Penuh hikmah dalam berdakwah. Bijak ketika mengajak kepada yang hak. Mengoreksi tanpa membuat orang sakit hati, malah menerimanya dengan senang hati. Banyak para sahabat tergetar ketika ia meluruskan mereka ke jalan yang benar. Itulah Nabi Muhammad saw. Segala ucapan dan perbuatannya selalu dipandu oleh wahyu. Begitu pula cara beliau menegur dan mengoreksi kesalahan seseorang. Maka bila kita bisa meneladaninya, niscaya kita menjadi pendidik yang sukses dan efektif. Entah anak, murid, pasangan, kerabat, teman, pasien, atau rekan kerja Anda, Anda bakal memiliki kekuatan untuk menjadikan mereka lebih baik. " Inilah buku yang bisa membantu Anda melakukan sesuatu yang sungguh sulit: mendorong seseorang berubah, menjadi lebih baik. Syekh al-Munajjid menyajikan metode dan teknik Nabi saw. dalam menegur dan meluruskan kesalahan orang-orang dari latar belakang yang berbeda-beda. Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta" (Serambi Group)

Barisan pertama yang diadili adalah seorang hafizh Al-Quran, seorang yang
terbunuh di jalan Allah, dan seorang kaya yang hidup berlimpah dengan
kekayae- an. Pertama kali Allah menanyai orang yang hafal Al-Quran, “
Bukankah Aku ...