Sebanyak 126 item atau buku ditemukan

Model Penyelesaian Sengketa Administrasi Pilkada

Pertimbangan logis atau rasionalisasi norma hukum penyelesaian sengketa sudahlah tepat dengan alasan yang bersifat filosofis, yuridis, sosiologis dan politis, yang didasarkan kepada prinsip negara hukum Pancasila. Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten/Kota memiliki kewenangan atributif dan mutlak memeriksa dan memutus sengketa administrasi yang putusannya bersifat terakhir dan mengikat dimana tidak ada upaya hukum apabila dikabulkan dan wajib dilaksanakan oleh para pihak. Peran Bawaslu Provinsi dan Panwas Kabupaten/Kota sebagai majelis banding administrasi melakukan penilaian secara lengkap dari segi rechtmatigheid (kepastian) maupun doelmatigheid (kedayagunaan) maka harus kredibel dan cakap serta konsisten pada prinsip hukum. Pengaturan fungsi adjudikasi (peradilan semu) yang diatur dan dilaksanakan masih terdapat kelemahan yang harus diperbaiki. Untuk itu, perlu ditegaskan kewenangan membentuk peraturan turunan sebagai pelaksanaan dari norma undang-undang. Selain itu, perlu disusun alat ukur standard dan implementatif sesuai prinsip hukum sebagai batu uji penilaian rechtmatigheid dan doelmatigheid. Lalu, perlu meningkatkan kapasitas struktur dan manjemen ajudikasi administrasi terutama peningkatan kapasitas majelis atau personil majelis pemeriksa dari sisi etos, phatos dan logos serta mendorong realisasi badan penyelesaian sengketa pemilu agar adjudikasi sengketa pemilu terintegrasi dan terkonsolidasi dengan baik dan optimal.

Pertimbangan logis atau rasionalisasi norma hukum penyelesaian sengketa sudahlah tepat dengan alasan yang bersifat filosofis, yuridis, sosiologis dan politis, yang didasarkan kepada prinsip negara hukum Pancasila.

Direktori alumni LEMHANNAS.

Directory of the alumni of LEMHANNAS; volume commemorating the 26th anniversary of Ikatan Kekeluargaan Alumni Lemhannas.

ftei/n/ Akbar Seperempat Abad Ikatan Alumni Lemhannas -UJ um Mendukung
program Bidang Kekeluargaan dengan menerbitkan media komunikasi. Jakarta,
17 Maret 1978- 2003. ® OAUMIUNGIG^HH^H |»— . 1 •* ** -M. *:*A5£.-*LSm.

Hukum Perikatan

Perikatan yang Lahir Dari Perjanjian

Hukum perikatan merupakan salah satu bidang hukum perdata materiil yang diatur dalam Buku III BW yang terbagi atas dua bagian, yaitu: Pertama, perikatan pada umumnya, terdiri atas dua bagian yaitu perikatan yang lahir dari perjanjian dan perikatan yang lahir karena ketentuan undang-undang; Kedua, perikatan yang lahir dari perjanjian-perjanjian tertentu yang biasa juga disebut perikatan bernama karena perikatan yang dimaksud adalah perikatan yang telah diatur dan telah memiliki nama dalam BW. Buku ini, juga menguraikan sejarah perbandingan civil law system dengan common law system secara garis besar serta sejarah berlakunya hukum perikatan yang diawali dari sejarah hukum sebagai ilmu pengetahuan dan diakhiri dengan sejarah hukum perikatan itu sendiri, dengan harapan agar sidang pembaca memiliki pemahaman secara umum tentang perikatan sebelum memasuki pembahasan yang lebih detil tentang perikatan, khususnya perikatan yang lahir dari perjanjian.

R. M. Suryodiningrat, 1985, Asas-Asas Hukum Perikatan, Tarsito, Bandung. R.
Setiawan, 1994 ... Mada, Yogyakarta. Syamsul Anwar,2010, Hukum Perjanjian
Syariah (Studi Tentang Akad Dalam Fikih Muamalat), Raja Grafindo ... Sudikno
Mertokusumo, 1998, Hukum Acara Perdata Indonesia, Liberty, Yogyakarta.
Surojo ...

DAHSYATNYA BRAIN SMART TEACHING

Cara Super Jitu Optimalkan Kecerdasan Otak dan Prestasi Belajar Anak

Brain Smart Teaching yang super dahsyat. Sebuah CARA JITU yang bisa membantu mengoptimalkan kecerdasan otak dan prestasi belajar anak Anda. Cara ini bukanlah hal yang mengada-ada, melainkan sebuah cara nyata yang telah diterapkan dan diangkat langsung dari ruang praktik konsultasi klinik terapi psikologi. Buku ini memberikan solusi praktis yang mudah dipahami dan dipraktikkan oleh Anda semua. - PENEBAR PLUS+ -

Brain Smart Teaching yang super dahsyat.

Analysis on Real and Complex Manifolds

Chapter 1 presents theorems on differentiable functions often used in differential topology, such as the implicit function theorem, Sard's theorem and Whitney's approximation theorem. The next chapter is an introduction to real and complex manifolds. It contains an exposition of the theorem of Frobenius, the lemmata of Poincaré and Grothendieck with applications of Grothendieck's lemma to complex analysis, the imbedding theorem of Whitney and Thom's transversality theorem. Chapter 3 includes characterizations of linear differentiable operators, due to Peetre and Hormander. The inequalities of Garding and of Friedrichs on elliptic operators are proved and are used to prove the regularity of weak solutions of elliptic equations. The chapter ends with the approximation theorem of Malgrange-Lax and its application to the proof of the Runge theorem on open Riemann surfaces due to Behnke and Stein.

Chapter 1 presents theorems on differentiable functions often used in differential topology, such as the implicit function theorem, Sard's theorem and Whitney's approximation theorem.

Killing the Celt

Killing the Celt is a collection of short fiction, metafiction, and nonfiction pieces that include Celtic history, social and political satire, travel narratives, pop-culture musings, and memoir. The book's 31 essays and stories are framed within brief histories of the six Celtic holocausts, and bound together with a Celtic sensibility marked by dark, anarchic humor; a love of place, time, and culture; and a steely distrust of authority. In Killing the Celt, you will: Travel to the hillfort at South Cadbury, thought to be the site of Arthur's Camelot. Find out why Elvis was a Celtic man and the Beatles were a Celtic band. Follow the adventures of the Celtic deus ex machina, a strange, kilted little fellow who always shows up, outrageously, at just the right time. Visit the Rebel Grill, a Southern bar-b-que joint, in the gray, empty spaces of Northern England. Ultimately, Killing the Celt is about the slow passing of Celtic culture, the fountainhead of the Western imagination, into the twilight of time. (www.killingthecelt.com)

The book's 31 essays and stories are framed within brief histories of the six Celtic holocausts, and bound together with a Celtic sensibility marked by dark, anarchic humor; a love of place, time, and culture; and a steely distrust of ...