Sebanyak 82 item atau buku ditemukan

Manajemen Pendidikan

Peran Pendidikan dalam Menanamkan Budaya Inovatif dan Kompetitif

Judul buku ini dipilih sebagai wujud perhatian penulis atas persoalan manajemen pendidikan sebagai komponen penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia. Budaya inovatif dan kompetitif yang menjadi syarat manusia Indonesia berdaya saing belum menjadi instrumen penting dalam pengelolaan pendidikan. Buku ini hadir dalam upaya memberikan gambaran komprehensif mengenai peran pendidikan dalam menanamkan budaya inovatif dan kompetitif sebagai modal pelaksanaan pembangunan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi tujuan nasional.

Judul buku ini dipilih sebagai wujud perhatian penulis atas persoalan manajemen pendidikan sebagai komponen penting dalam membangun sumber daya manusia Indonesia.

Manajemen Pendidikan Inklusif Sekolah Dasar

Penulis membuka pemikiran saya bahwa pemisahan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus menjadikan diskriminasi terhadap mereka tumbuh di tengah masyarakat. Benar jalan terbaik menjawab tantangan ini adalah sekolah inklusif di mana anak-anak berkebutuhan khusus ikut dalam pembelajaran di sekolah reguler tetapi memperhatikan kebutuhan mereka. Dasar pemikiran dan hukum pendidikan inklusif baik secara global maupun nasional bisa kita dapatkan dalam buku ini. Di dalam buku ini juga membahas prinsip dasar pendidikan inklusif. Bahkan, penulis juga telah membahas hal-hal perinci dan praktis yang perlu disiapkan dalam pendidikan inklusif. Dapat dikatakan buku ini adalah paket komplet bagaimana menyelenggarakan pendidikan inklusif di sekolah kita. Mari kita jadikan dunia ini lebih baik untuk semua orang. —Widi Purwanto, S.Si. (Ketua Yayasan YPK Penabur Kebumen) Buku ini menjelaskan sangat gamblang mengenai pandangan masyarakat umumnya terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), masalah yang terjadi di dalam pendidikan inklusif juga terkait manajemen pendidikan inklusif itu sendiri, sarana dan prasarana, serta juga bagaimana sekolah sebagai tempat terjadinya proses belajar dan mengajar bisa menyiapkan dirinya membantu pemerintah merealisasikan Nawa Cita pemerataan pendidikan untuk seluruh warga negara Indonesia. Dengan dijelaskannya beberapa hal di atas oleh penulis, saya yakin hal ini menjadi inspirasi pemerintah sebagai pembuat kebijakan, universitas sebagai lembaga penghasil tenaga pendidik atau guru, sekolah sebagai satuan pendidikan tempat untuk setiap anak belajar agar bisa mempersiapkan kurikulum dan melatih para guru untuk membuat program khusus, orangtua sebagai lingkungan utama dan pertama di dalam proses awal pendidikan, serta masyarakat sebagai lingkungan sosial tempat setiap anak-anak bertumbuh dan berkembang. —Lius Iman Santoso Ciputera, S.E., M.Pd. ( Director of Operations Kanaan Global School Jambi) Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Penulis membuka pemikiran saya bahwa pemisahan pendidikan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus menjadikan diskriminasi terhadap mereka tumbuh di tengah masyarakat.

Model Penulisan Tesis Manajemen Kuantitatif Berbasis Analisis Dan Implikasi Manajerial

Tesis sebagai tugas akhir mahasiswa program magister untuk menyelesaikan seluruh perkuliahannya, banyak kendala yang dirasakan para mahasiswa dalam penyelesaian penulisan tesis. Tidak sedikit mahasiswa terbentur dalam penyelesaian kuliahnya disebabkan penulisan tesisnya, yang dampaknya gagal menyelesaikan perkuliahannya. Ironis jika mahasiswa harus gagal menyelesaikan kuliahnya akibatkan tidak berhasil selesaikan tesisnya. Banyak faktor yang dapat menjadi pencetus kegagalan tersebut, mulai dari faktor internal mahasiswa sendiri, faktor dosen pembimbing dan penguji dan faktor sistem pengelolaan tesis yang berlaku di universitas yang bersangkutan. Buku ini sebagai jawaban persoalan yang dihadapi mahasiswa terkait dengan kemampuan metodologi yang sudah lama mengabur, secara spesifik akan dapat membantu dalam menyelesaikan bab 4 dan Bab 5 Tesis. Di sini berarti mulai kegiatan pengambilan data lapangan, pengolahan data lapangan, hingga penyajian laporan penelitian pada bab 4 dan 5. Bab 4 dalam buku ini adalah Hasil Penelitian dan Analisis dan Bab 5 adalah Kesimpulan. Walau dalam praktik ditemukan beberapa pedoman tesis memasukannya pada Bab 5 dan Bab 6. Model Penulisan Tesis Manajemen Kuantitatif Berbasis Analisis Dan Implikasi Manajerial ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Model Penulisan Tesis Manajemen Kuantitatif Berbasis Analisis Dan Implikasi Manajerial ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Manajemen Analisis Jabatan

Analisis Jabatan merupakan kegiatan untuk menciptakan landasan atau pedoman bagi penerimaan dan penempatan pegawai. Dengan analisis jabatan akan di dapatkan pegawai baik secara kualitas maupun kuantitas, sehingga dapat efektif mengerjakan tugas-tugas yang didelegasikan perusahaan atau organisasi. Buku Manajemen Analisis Jabatan merupakan salah satu ikhtiar penulis untuk memperkenalkannya secara cara mudah dan praktis. Dengan harapan dapat dimengerti dan diimplementasikan dalam kehidupan. Buku ini terbagi dalam beberapa bab meliputi; Bab pertama, Kedudukan Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Di dalamnya dibahas tentang pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia, Peran Manajemen Sumber Daya Manusia, Fungsi-Fungsi MSDM, Tujuan MSDM, Dukungan MSDM, dan Dukungan MSDM. Bab kedua tentang rekrutmen dan seleksi. Di dalamnya dibahas tentang pengertian rekrutmen, Proses rekrutmen tenaga kerja, Teknik rekrutmen pegawai, Pengertian seleksi pegawai, tujuan seleksi pegawai, proses seleksi pegawai, teknik seleksi pegawai, dan sistem seleksi pegawai. Manajemen Analisis Jabatan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Manajemen Analisis Jabatan ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Pemahaman Kewirausahaan

Buku ini berisikan ruang lingkup kewirausahaan, pengertian wiraswasta dan wirausaha, sifat sifat wirausaha, ciri-ciri dan kepribadian wirausaha, prinsip-prinsip wirausaha, kiat-kiat sukses berwirausaha, kepemimpinan dalam wirausaha, pengambilan keputusan, pemilihan bidang usaha, pemasaran praktis, negosiasi dalam wirausaha, studi kelayakan bisnis, perencanaan bisnis, strategi menyusun proposal bisnis, serta etika bisnis dan corporate social responsibility. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Buku ini berisikan ruang lingkup kewirausahaan, pengertian wiraswasta dan wirausaha, sifat sifat wirausaha, ciri-ciri dan kepribadian wirausaha, prinsip-prinsip wirausaha, kiat-kiat sukses berwirausaha, kepemimpinan dalam wirausaha, ...

Kewirausahaan Pola Pikir, Pengetahuan, Dan Keterampilan

pembentukan semangat kewirausahaan berupa pola pikir, pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang wirausaha sukses disajikan secara luas dan step by step dalam buku ini. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

pembentukan semangat kewirausahaan berupa pola pikir, pengetahuan dan keterampilan untuk menjadi seorang wirausaha sukses disajikan secara luas dan step by step dalam buku ini. *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

BUKU AJAR PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN

Dengan Pendekatan Hasil Penelitian

Kata wirausaha yang dewasa ini sering di sebut entrepreneurship merupakan kata yang pada awalnya diadopsi dari bahasa Perancis “entreprendre” yang berarti memulai atau melaksanakan. Sedangkan Wirausaha maupun Wiraswasta sendiri merupakan penggalan dari kata Wira, Swasta dan Usaha. Wira memiliki arti, sifat gagah nan berani, luhur; swa berarti sendiri; sta dapat diartikan sebagai berdiri; sedangkan usaha memiliki makna yang berhubungan dengan aktivitas produktif. Dari asal kata tersebut, wiraswasta pada awalnya merupakan sebutan untuk seseorang maupun sekelompok orang yang mampu berdiri sendiri. Sedangkan di Indonesia kata wiraswasta lazim didefinisikan untuk orang-orang yang bekerja mandiri atau yang tidak bekerja untuk sektor-sektor pemerintahan seperti para pengusaha, pemborong, pedagang serta orang-orang yang bekerja di berbagai perusahaan swasta, sedangkan wirausaha adalah orang atau sekelompok orang yang melakukan usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhannya. Wirausaha juga dapat diartikan sebagai orang yang memiliki keberanian untuk membuka dan menjalankan kegiatan yang sifatnya produktif dan mandiri.

Kata wirausaha yang dewasa ini sering di sebut entrepreneurship merupakan kata yang pada awalnya diadopsi dari bahasa Perancis “entreprendre” yang berarti memulai atau melaksanakan.

PENGANTAR MANAJEMEN

Dalam kehidupan manusia pentingnya pengelolaan pelaksanaan kegiatan secara teratur dan terlaksana sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik begitupula sebaliknya apabila tidak diikuti dengan kegiatan yang teratur dan terlaksana, maka kegiatan tersebut tidak bisa terselesaikan dengan lancar. Seperti halnya kegiatan di kehidupan sehari-hari apabila kegiatan dilaksanakan dengan pengelolaan yang baik tentunya akan terlaksana begitupun di kehidupan masyarakat yang dikelola dengan baik juga demikian dapat diselesaikan dengan baik, sebagai contoh kegiatan rutinitas sehari-hari apabila tidak dilaksanakan dengan pengelolaan secara teratur maka akan menumpuk dan akan semakin banyak tugas rutinitas yang dikerjakan sedangkan di kehidupan masyarakat itu dicontohkan dari kegiatan sosial kerja bakti di laksanakan di masyarakat yang terbagi beberapa bagian pengelolaan kelompok pelaksana dari bagian administrasi sampai bagian keuangan yang sudah dibagi teratur sehingga dapat melaksanakan kegiatan tersebut dengan baik dapat secara berkelanjutan pelaksanaannya. Ini merupakan bagian dari pengelolaan pelaksanaan kegiatan Manajemen yang teratur dan terlaksana yang bisa dijadikan pedoman dalam melaksanakan suatu aktivitas.

Dalam kehidupan manusia pentingnya pengelolaan pelaksanaan kegiatan secara teratur dan terlaksana sehingga kegiatan yang akan dilaksanakan dapat terlaksana dengan baik begitupula sebaliknya apabila tidak diikuti dengan kegiatan yang teratur ...

PENGANTAR KEWIRAUSAHAAN

Menurut Wiratmo (2018:2) istilah kewiraswastaan (entrepreneurship) berasal dari Prancis yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “perantara”. Sedangkan kewiraswastaan secara lebih luas didefinisikan sebagai proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul risiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kristanto (2009:3) kewirausahaan adalah ilmu, seni maupun perilaku, sifat, ciri, watak seseorang yang memiliki kemampuan dalam mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif (create new & different). Sedangkan menurut Suryana (2009:2) kewirausahaan (entrepreneurship) adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Menurut Hendro (2011:5) kewirausahaan (entrepreneurship) bukan ilmu ajaib yang mendatangkan uang dalam sekejap. Melainkan sebuah ilmu, seni, dan keterampilan untuk mengelola semua keterbatasan sumber daya, informasi, dan dana yang ada guna mempertahankan hidup, mencari nafkah, atau meraih posisi puncak dalam karir.

Menurut Wiratmo (2018:2) istilah kewiraswastaan (entrepreneurship) berasal dari Prancis yang secara harfiah diterjemahkan sebagai “perantara”.