Sebanyak 43 item atau buku ditemukan

Hubungan Antara self control dengan perilaku konsumtif belanja online pada mahasiswa psikologi Islam UIN Mahmud Yunus batusangkar

Koleksi Tersedia Di lantai 2

Pemasaran Destinasi Pariwisata

  • ISBN 13 : 9786022894797
  • Judul : Pemasaran Destinasi Pariwisata
  • Pengarang : Nurdin Hidayah,  
  • Kategori : Pariwisata
  • Penerbit : Alfabeta
  • Klasifikasi : 910.2
  • Call Number : 910.2 NUR p
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet ke-1
  • Penaklikan : xii .; 248 hlm .; 23 cm
  • Tahun : 2019
  • Halaman : 248
  • Ketersediaan :
    0001.22102138
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102137
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102136
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102135
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102134
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102133
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102132
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22102131
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

The Power Of Iklim : Kekeuatan iklim Organisasi Sekolah Dalam Meningkatakan Motivasi Dan Kinerja Guru

METODOLOGI PENELITIAN SOSIAL

Kebanyakan orang salah berpersepsi bahwa ilmu dan pengetahuan memiliki kesamaan arti, padahal ilmu dengan pengetahuan adalah dua hal yang berbeda. Ilmu adalah pengetahuan tetapi tidak semua pengetahuan adalah ilmu. Ilmu dan pengetahuan terkadang dirangkum menjadi satu kata majemuk yang mengandung arti tersendiri. Bahkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ilmu disamakan dengan pengetahuan, sehingga ilmu adalah pengetahuan. Namun jika kata pengetahuan dan kata ilmu tidak dirangkum menjadi satu kata majemuk atau berdiri sendiri, akan tampak perbedaan antara keduanya. Berdasarkan asal katanya, pengetahuan diambil dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Sedangkan pengetahuan berasal dari kata Science. Tentunya dari dua asal kata itu mempunyai makna yang berbeda.

Kebanyakan orang salah berpersepsi bahwa ilmu dan pengetahuan memiliki kesamaan arti, padahal ilmu dengan pengetahuan adalah dua hal yang berbeda.

Sosiologi Pendidikan

Sosiologi pendidikan termasuk ke dalam sosiologi terapan karena berorientasi pada interaksi edukatif antara individu dan kelompok dalam masyarakat dalam rangka mengatasi atau menanggulangi berbagai persoalan edukatif. Secara keseluruhan bahan ajar ini terdiri dari 4 bab. Bab pertama menguraikan mengenai Hakikat Sosiologi Pendidikan. Bab keduanya membahas tentang Masyarakat, Kebudayaan, Pendidikan, Bab Ketiganya mengkaji mengenai Pendidikan Sebagai Sosialisasi dan Enkulturasi dan Bab yang terakhir Bab IV menguraikan tentang Struktur Sosial Sekolah.

Sosiologi pendidikan termasuk ke dalam sosiologi terapan karena berorientasi pada interaksi edukatif antara individu dan kelompok dalam masyarakat dalam rangka mengatasi atau menanggulangi berbagai persoalan edukatif.

Sistem Presidensial Indonesia dari Soekarno ke Jokowi (Edisi Revisi)

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru. Salah satunya adalah upaya “pemurnian” sistem demokrasi presidensial melalui amandemen konstitusi sejak tahun 1999 hingga 2002. Sebagian besar upaya pemurnian sistem demokrasi presidensial melalui amandemen UUD 1945 dapat dikatakan berhasil. Pelembagaan tiga prinsip pokok sistem presidensial terpenuhi, yakni (1) presiden dipilih untuk masa jabatan yang bersifat tetap; (2) presiden dipilih secara langsung oleh rakyat atau melalui dewan pemilih (electoral college); dan (3) presiden merupakan kepala eksekutif yang bersifat tunggal. Tiga prinsip tersebut tidak hanya telah dilembagakan melalui perubahan pasal-pasal UUD 1945, melainkan juga telah diimplementasikan dalam praktik kehidupan politik bangsa Indonesia sejak Pemilu 2004. Namun demikian, obsesi untuk memurnikan dan memperkuat sistem demokrasi presidensial tidak sepenuhnya terpenuhi. Sistem saling mengawasi secara seimbang (checks and balances) antara lembaga eksekutif dan legislatif misalnya, tidak dilembagakan secara kuat karena presiden tidak memiliki hak veto. Selain itu, obsesi atas presidensialisme tidak didukung dengan pelembagaan sistem perwakilan dan sistem kepartaian yang compatible. Dalam konteks sistem kepartaian, praktik demokrasi presidensial cenderung terpenjara oleh sistem multipartai ekstrem yang menghasilkan struktur politik fragmentatif di parlemen. Buku ini hendak membahas dinamika dan efektivitas kinerja sistem demokrasi presidensial Indonesia dari masa ke masa atas dasar beragam faktor pengaruh yang dikemukakan tersebut. Secara teoritis sistem demokrasi presidensial dalam buku ini adalah sistem pemerintahan yang menempatkan Presiden sebagai pusat kekuasaan eksekutif sekaligus pusat kekuasaan negara. Atas dasar itu akan tampak mengapa pada waktu-waktu tertentu sistem presidensial bisa bekerja dan pada waktu atau periode lain tidak bisa bekerja. Juga menarik dikaji lebih jauh, aspek institusional dan noninstitusional yang perlu diperbaiki dalam rangka penyempurnaan sistem presidensial ke depan, sehingga pada akhirnya bisa mewadahi kebutuhan bangsa kita akan sebuah sistem pemerintahan yang tidak hanya demokratis, tetapi juga stabil dan efektif –dalam arti, bekerja untuk kepentingan rakyat.

Sejak dimulainya reformasi tahun 1998, Indonesia memasuki fase sejarah politik baru.