Seorang anak tidak langsung bisa bicara saat baru lahir. Tidak ada juga manusia yang langsung bisa mengendarai mobil tanpa terlebih dahulu belajar. Proses belajar membantu manusia menguasai pengetahuan dan keterampilan. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan juga perlu dilakukan secara bertahap. Tahapan tersebut disesuaikan dengan tingkat Perkembangan peserta belajar. Oleh sebab itu mengetahui dengan baik karakteristik perkembangan peserta didik sangat penting. Pengetahuan tersebut dapat membantu para fasilitator proses belajar untuk merancang dan menerapkan cara-cara yang tepat untuk mendukung tercapainya keberhasilan hasil belajar yang maksimal. Buku ini ditulis melalui kolaborasi para pendidik di Indonesia dengan pendekatan teoritis dan praktis. Tujuannya untuk menyajikan inovasi dalam proses pendampingan belajar. Pembahasan dimulai dengan ulasan umum mengenai perkembangan peserta didik baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Berdasarkan fondasi teori perkembangan peserta didik, pembahasan dilanjutkan dengan cara-cara mengembangkan pembelajaran untuk peserta didik anak, remaja, dan dewasa. Semua topik dan tulisan yang disatukan dalam buku ini menekankan pada pentingnya proses pembelajaran berkelanjutan dan sepanjang hayat. Pembahasan dalam buku ini juga menunjukkan pergeseran paradigma pendampingan pembelajaran yang progresif. Peserta belajar tidak lagi dijadikan sebagai objek. Peserta belajar dapat dilibatkan secara aktif untuk belajar dan mencari cara terbaik untuk belajar secara berkelanjutan sesuai dengan minat dan keterampilan yang dibutuhkannya. Inilah yang menjadi esensi dari proses belajar dan pendampingan belajar di masa-masa penuh tantangan.
... pendidikan dan psikologi perkembangan. Psikologi perkembangan lebih banyak membahas mengenai bagaimana perubahan yang sifatnya kualitatif pada pematangan organ ... psikologi 26 | Perkembangan Peserta Didik (Tinjauan Teori dan Praktis)
Hukum dan Hak Asasi Manusia adalah sebuah diskursus yang tidak pernah selesai, selalu saja menarik untuk dikaji dan ditelaah. Sebagai warga negara sudah sepatutnya memahami prinsip tentang hak asasi manusia, bahwa ketika kita menyadari memiliki hak yang harus dihormati oleh orang lain, maka pada saat itu pula kita menyatakan diri untuk menghargai serta menghormati hak asasi orang lain. Pun demikian halnya apabila dikaitkan dengan pengaturan tentang kewajiban asasi manusia dalam konstitusi Indonesia bahwa di dalamnya dapat kita temukan penegasan terhadap pengakuan akan kewajiban kita untuk menghormati Hak Asasi Mansuia. Pada prinsipnya kewajiban itu melekat pada diri kita ssebagaimana hak melekat pada diri kita sebagai manusia, jika mendikotomikan antara hak dan kewajiban maka akan terjadi sebuah kesenjangan pemhaman tentang prinsip hidup bertoleransi. Sejatinya semangat yang dibawa oleh pengaturan hukum terkait hak asasi manusia adalah guna menjaga serta menjamin perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia. Guna menegakkan dan melindungi hak asasi manusia maka pelaksanaan hak asasi manusia dijamin, diatur, serta dituangkan dalam peraturan perundang-undangan. Sehingga kewajiban sebagai manusia adalah untuk menyadari bahwa hak yang melekat kepada diri kita bukanlah hak yang bebas nilai atau dengan kata lain kebebasan sebebas-bebasnya namun adalah hak yang dapat dibatasi oleh kewajiban untuk menghormati dan menghargai hak orang lain serta melaksanakan aturan hukum yang berlaku. Maka nyatalah bahwa perlindungan dan penegakan hak asasi manusia akan sangat bergantung kepada konstruksi politik hukum nasional suatu negara.