Sebanyak 12 item atau buku ditemukan

Amsterdam Surprises

Tulip, kincir angin, kanal-kanal, dan jembatan yang khas... Hanya itukah pesona negeri Belanda yang ada di pikiran Anda ketika bertualang di sana? Semua itu memang tak akan bisa dipisahkan dari negeri Belanda. Namun sebenarnya, ada lebih banyak lagi hal menakjubkan di sana ketika kita bersedia melongok lebih dalam. Ekky Imanjaya menceritakan beragam penelusuran uniknya di negeri ini, khususnya di kota Amsterdam. Mulai dari pernak-pernik seputar sejarah dan budaya Belanda yang dalam beberapa hal tak bisa dipisahkan dari negeri kita; tentang musik dan film, hingga tentang survival dalam pergaulan dan agama. Penulis juga berbagi tentang hal-hal dan tempat-tempat menarik di salah satu kota terbebas di dunia ini, termasuk tempat makan, belanja buku, museum, dan lain-lain. Amsterdam Surprises yang ada di sini pastinya akan membuat Anda benar-benar surprised. ### “Mengagumkan! Buku ini memiliki keunggulan dari segi muatan isi dan style pengungkapannya. Sangat layak dibaca oleh semua lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun di negeri Belanda.” —William de Weerd, Korwil ESQ Eropa, Ketua Persatuan Pemuda Muslim Eropa “Tulisan yang bisa 'menyedot' pembacanya masuk ke situasi yang sebenarnya. Kreatif, inovatif, ringan, sekaligus sangat informatif.” —Putri Lokitasari, Sekretaris IKANED (Ikatan Keluarga dan Alumni Netherland) dan alumni HAN University, Arnhem [Mizan, Lingkar, Pena, Traveling, Indonesia]

Amsterdam Surprises yang ada di sini pastinya akan membuat Anda benar-benar surprised. ### “Mengagumkan! Buku ini memiliki keunggulan dari segi muatan isi dan style pengungkapannya.

Remaja Doyan Nonton (Seri Penuntun Remaja)

Ada larangan seperti ini, "Hei, nggak boleh nonton film! Nggak baik, bikin otak elo rusak, tuh!"atau "Ngapain nonton-nonton?! Film, tuh banyak mudaratnya ketimbang benernya!" Boleh jadi, banyak di antara kamu yang mengamini pendapat ini. Budaya tontonan seringkali diapresiasi negatif, lebih banyak merusak dibandingkan membawa manfaat. Pertentangan seperti ini sah-sah saja sebenarnya, siapa yang benar tidaklah terlalu penting. Yang jadi soal terletak pada, "mampu nggak kita membuat tandingannya?" Kalo film yang banyak kita tonton nggak baek, jawab dengan cerdas. Bikin karya, dong! Lawan karya yang tidak baik dengan karya yang baik --yang unggul. Bukan cuma ngecap doang. Ayo, nonton dengan cerdas, dan buktikan kalau kita juga bisa bikin karya! [Mizan, DAR Mizan, Cerita, Remaja]

Ada larangan seperti ini, "Hei, nggak boleh nonton film!

A to Z about Indonesian Film

Banyak penulis film yang menulis tanpa memiliki pengetahuan tentang dunia yang ditulisnya. Mereka dapat menjadi angin yang membawa kapal penonton ke arah yang salah. Membaca buku ini, saya memiliki harapan kalau Ekky akan menjadi angin yang positif buat penonton. -Rudi Soedjarwo, Sutradara Bahasa buku ini tidak njelimet dan tidak saja mendorong kita untuk menonton film, tapi juga memberikan cara memahami film. -Deddy Mizwar, Sutradara dan Aktor Segala aspek film Indonesia terkumpul di sini. Dari dulu sampai sekarang, orang-orangnya, dan sejarahnya. Pokoknya seru! Penulisannya juga enak, kayak sedang cerita. -Wulan Guritno, Aktris Sineas-sineas muda berkarya, bintang-bintang baru bermunculan, film-film Indonesia baru terlahir dari generasinya. Tentu saja, tidak lepas dari pujian dan kritikan. Saatnya kritikus film muda hadir dengan perannya untuk memperkaya kebangkitan film Indonesia, yang akan menempatkan kembali film Indonesia di dunia industri sekaligus dunia idealisme "alam pemikiran" agar tidak terjebak dalam euforia. Maju terus perfilman Indonesia! -Artika Sari Devi, Putri Indonesia 2004 dan Pemain Film [DAR! Mizan, Anak, Film, Indonesia]

Mereka dapat menjadi angin yang membawa kapal penonton ke arah yang salah. Membaca buku ini, saya memiliki harapan kalau Ekky akan menjadi angin yang positif buat penonton.

The Backdoors of Jakarta

Jakarta and Its Social Issues in Post-reform Indonesian Cinema

How Eliana, Eliana and Rindu Kami pada-Mu), as case studies of post-Reform Indonesian films, represent social issues in Jakarta in a (neo)-realistic way? This thesis focuses on the representation of social issues in the city of Jakarta, such as gender issues, poverty and the problems of urban life, as well as the physical landscape and mental landscape of Jakarta, and the connection between representation theory and realism approach in filmmaking.

How Eliana, Eliana and Rindu Kami pada-Mu), as case studies of post-Reform Indonesian films, represent social issues in Jakarta in a (neo)-realistic way?

Ahmadiyah menggugat

menjawab tulisan "Menggugat Ahmadiyah"

Commentary on the book "Menggugat Ahmadiyah" written by Muchlis M. Hanafi on Ahmadiyya, an Islamic religious sect in Indonesia.

Commentary on the book "Menggugat Ahmadiyah" written by Muchlis M. Hanafi on Ahmadiyya, an Islamic religious sect in Indonesia.

Dari Sayid Quthb, Ali Syariati, The Lord of the Rings hingga Bollywood

kumpulan tulisan filsafat populer & film

On philosophy and motion pictures from Islamic viewpoints.

On philosophy and motion pictures from Islamic viewpoints.

Klarifikasi terhadap "Kesesatan Ahmadiyah" dan "Plagiator"

On Ahmadiyah, an Islamict sect banned in Indonesia.

On Ahmadiyah, an Islamic sect banned in Indonesia.