Sebanyak 135 item atau buku ditemukan

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Mixed Approach

Ebook ini berupaya menguraikan secara ringkas mengenai 3 pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif, kuantitatif dan pendekatan gabungan (mixed approach) disertai beberapa desain riset yang umum digunakan pada masing-masing pendekatan tersebut. Pembahasan dimulai dari dua kategori besar Ilmu yang dikenal dalam filsafat sebagai pengetahuan a priori dan a posteriori, pendekatan, metode hingga desain riset yang lahir dari kedua pandangan dimaksud. Semoga dapat bermanfaat khususnya bagi peneliti pemula dalam ilmu-ilmu sosial.

Ebook ini berupaya menguraikan secara ringkas mengenai 3 pendekatan dalam penelitian, yaitu kualitatif, kuantitatif dan pendekatan gabungan (mixed approach) disertai beberapa desain riset yang umum digunakan pada masing-masing pendekatan ...

Pengaruh Akses Modal dan Akses Pasar Terhadap Pendapatan UMKM yang Ada Di Sekitaran GOR Dharmasraya Kenagarian Koto Padang Kab. Dharmasraya

Tersedia di Perpustakaan Utama Lantai 2 Ruang karya Ilmiah

Dinamika Kelompok

Pendekatan Psikologi Sosial

Perilaku manusia memiliki sifat yang kompleks, tidak cukup dipahami dalam konteks perilaku individual, namun penting untuk memahami perilaku manusia sebagai entitas kelompok. Hal tersebut karena manusia dan kelompok sebagai hal tak terpisahkan dan sudah berlangsung sejak awal peradaban sampai sekarang. Dalam buku ini dibahas dari proses pembentukan kelompok, perkembangan kelompok, struktur kelompok, kohesivitas, komunikasi kelompok serta bekerja dalam kelompok. Bagian akhir buku ini menjelaskan tentang perilaku antarkelompok, mencakup faktor-faktor interpersonal konflik antarkelompok, bias psikologis dalam konflik antarkelompok serta resolusi konflik antarkelompok.

Perilaku manusia memiliki sifat yang kompleks, tidak cukup dipahami dalam konteks perilaku individual, namun penting untuk memahami perilaku manusia sebagai entitas kelompok.

Tinjauan Fiqh Muaamalah terhadap Praktek Akad Salam dalam Perdagangan Buah (studi kasus Pasar Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya)

Koleksi Tersedia di lantai

Landasan Teoretis Tradisi Semiotika di dalam Al Quran

Paradigma Ilmu Komunikasi dalam Perspektif Islam

Semiotika, (semeion, Yunani) studi mengenai tanda, mendapati relevansinya pada berbagai aspek kehidupan secara luas. Sebagaimana semesta terdiri dari anasir tanda-tanda, praktis Semiotika merupakan disiplin ilmu dengan bentang kajian yang amat luas; dari tanda-tanda alamiah kodrati pada manusia, hewan dan tumbuhan hingga tanda-tanda simbolis dalam ilmu pengetahuan, agama dan budaya manusia. Tak ayal jika tokoh-tokoh di balik kajian Semiotika berasal dari lintas disiplin ilmu yang pada gilirannya melahirkan cabang-cabang Semiotika khusus seperti bio-semiotics, zoo-semiotics, musical semiology, dan lain sebagainya. Dalam perspektif Islam, konsep inti pada tradisi semiotika, yaitu tanda atau tanda-tanda (sign(s)) juga merupakan salah satu konsep utama dalam Islam yang dikenal dengan al-ayah atau al-ayât yang memiliki arti yang luas. Tradisi berpikir mengenai dan melalui tanda-tanda (tadabbur al ayât) merupakan hal yang sangat lekat dalam tradisi keilmuwan Islam. Allah berfirman dalam QS Yusuf (12):1 “Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al Qur’an) yang nyata (dari Allah). Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” Secara implisit, ayat tersebut menjelaskan keterkaitan antara sign yang dipahami Peirce dan Saussure harus berdimensi material, dalam Al-Quran disebut nyata (al mubiin), sehingga dapat dipersepsi dan diyakini manusia. Ayat tersebut juga menyiratkan keterkaitan antara bahasa sebagai moda simbolik dan kesadaran atau pemahaman terhadap makna, yang disampaikan Al Quran dalam untaian kalimat "innaa anzalnaahu Quraanan ‘arabiyyan la’allakum ta’qilun."

Semiotika, (semeion, Yunani) studi mengenai tanda, mendapati relevansinya pada berbagai aspek kehidupan secara luas.

Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia

Konsep Dasar Komposisi Tubuh Manusia, konsep Dasar Anatomi Dan Fisiologi Serta Istilah Dasar Anatomi, Sistem Muskuleletal, Anatomi Fisiologi Endokrin Dan Gland Endokrin, Sistem Limfatik, Anatomi Dan Fisiologi Sistem Urinaria, Anatomi Dan Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita Dan Pria, Anatomi Dan Fisiologi Sistem Pernafasan, Anatomi Dan Fisiologi Sistem Pencernaan, Anatomi Fisiologi Pada Sistem Perkemihan/Urinaria Dan Proses Metabolisme

Konsep Dasar Komposisi Tubuh Manusia, konsep Dasar Anatomi Dan Fisiologi Serta Istilah Dasar Anatomi, Sistem Muskuleletal, Anatomi Fisiologi Endokrin Dan Gland Endokrin, Sistem Limfatik, Anatomi Dan Fisiologi Sistem Urinaria, Anatomi Dan ...

Metodologi Penelitian Keperawatan

Pendahuluan Penelitian Keperawatan, Jenis-Jenis Penelitian, Langkah – Langkah Penelitian, Menyusun Landasan Teori, Merumuskan Hipotesis, Variabel Penelitian, Instrumen Penelitian, Pengolahan Data Penelitian Dan Menarik Kesimpulan

Pendahuluan Penelitian Keperawatan, Jenis-Jenis Penelitian, Langkah – Langkah Penelitian, Menyusun Landasan Teori, Merumuskan Hipotesis, Variabel Penelitian, Instrumen Penelitian, Pengolahan Data Penelitian Dan Menarik Kesimpulan

Sejarah Peradaban Islam

Arab hingga Nusantara

Berbicara tentang sejarah bermakna bercerita tentang masa lalu, sebab sejarah adalah peristiwa, kejadian atau riwayat yang benar-benar terjadi pada masa lalu. Benarkah sejarah tak pernah bohong?, sejarah tidak pernah berbohong, sebab sejarah dibuktikan dengan peninggalan budaya[1]. Oleh sebab itu sejarah, baru bisa disebut sebagai sejarah, apabila ia meninggalkan bukti masa lalunya. Tanpa bukti maka sejarah tersebut hanya akan menjadi dongeng belaka. Mengapa orang perlu belajar tentang sejarah?, Bukankah orang harus melihat ke masa depannya bukan kebelakang (masa lalu)?. Perlu dipahami bahwa sejarah bukan hanya sekedar peristiwa, kejadian atau riwayat masa lalu, yaa,. memang ia terjadi pada masa lalu akan tetapi sejarah adalah teropong masa depan. Orang yang meninggalkan sejarahnya bermakna ia merusak masa depannya, orang yang melupakan sejarahnya bermakna ia tidak bisa melihat ke masa depannya. [1] Wujud kebudayaan merupakan bentuk yang dihasilkan oleh pemikiran kebudayaan. Adapun wujud kebudayaan menurut J.J. Hoenigman, ada tiga wujud kebudayaan, yakni: Pertama, Gagasan yaitu wujud kebudayaan yang berupa gagasan, ide, nilai, norma, peraturan, dan lain sebagainya. Sifatnya abstrak, tidak dapat diraba, disentuh dan bukan barang yang nyata. Jika gagasan ini dalam bentuk tulisan, maka lokasi dari kebudayaan tersebut berada dalam karangan-karangan atau tulisan-tulisan. Misalnya: kitab kuno, prasati dan lain sebagainya. Kedua, Aktivitas yaitu tindakan atau aktivitas manusia yang berasal dari pemikiran kebudayaan. Wujud kedua ini sering disebut dengan sistem sosial, terdiri dari aktivitas-aktivitas manusia yang sering berinteraksi. Sifatnya nyata, terjadi di sekeliling kita sehari-hari, dapat diamati dan didokumentasikan. Misalnya: sistem adat, sitem kemasyarakatan dan lain sebagainya. Ketiga, Artefak yaitu wujud fisik berupa hasil aktivitas atau karya manusia dalam masyarakat yang berupa benda-benda atau hal-hal yang dapat diraba, dilihat, didokumentasikan serta sifatnya wujud konkret. Misalnya: Patung, bangunan dan lain sebagainya.

Berbicara tentang sejarah bermakna bercerita tentang masa lalu, sebab sejarah adalah peristiwa, kejadian atau riwayat yang benar-benar terjadi pada masa lalu.

Upaya Guru pendidikan Agama Islam dalam Membina Self control Peserta didik kelas XI Di SMA Negeri 2 Pulau Punjung

Koleksi Tersedia Di lantai 2

Epistemologi dalam Filsafat

Sebuah Pengantar

Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019). Termin ‘epistemologi’ berasal dari bahasa Yunani, yaitu epistēmē atau "pengetahuan" dan logos yang berarti "nalar" atau “ide”, sehingga epistemologi secara konseptual dapat dipahami sebagai teori ilmu pengetahuan. Epistemologi memiliki sejarah panjang dalam filsafat Barat, berakar dari tradisi Yunani kuno dan berlanjut hingga saat ini. Bersama dengan metafisika, logika, dan etika, epistemologi adalah satu dari empat cabang utama filsafat, dan dikembangkan oleh hampir semua filsuf besar yang dikenal sepanjangsejarah. Epistemologi merupakan bidang kajian yang sangat sentral dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Karena tema pokok dan isu-isu terkait dengannya, sebagaimana diuraikan secara ringkas dalam makalah ini, pada intinya berupaya menjawab bagaimana manusia mengetahui sesuatu? Sebangun dengan pertanyaan itu, bagaimana manusia, melalui pemikirannya membangun ilmu pengetahuan? Isu-isu pokok sepertibatasan sensasi dan persepsi manusia, berbagai konsep ilmu pengetahuan (Mental vs Non-Mental, Occasional vs Dispositional, A Priori vs A Posteriori, Necessary vs Contingent, Tautologi vs Signifikan, Bawaan vs Latihan), perbedaan paradigmatik atas dunia luar dan alam pikiran lain, hingga tiga aliran pemikiranyang berkembang; Rasionalisme, Empirisme dan Skeptisisme, membantu mengkonstruksi gagasan bagaimana epistemologi sebagai sebuah cabang dari filsafat betkontribusi dalam pengembangan iu pengetahuan dalam kehidupan manusia.

Epistemologi sebagai sebuah cabangkajian dalam filsafat, membahas tentang karakteristik, asal usul, dan batasan-batasan pengetahuan manusia (Martinich: 2019).