Sebanyak 145 item atau buku ditemukan

Manajemen Konflik Keagamaan (Analisa Latar Belakang Konflik

Teori sosiologi konflik belum banyak digunakan oleh para praktisi konflik keagamaan saat ini, mereka umumnya justru banyak yang menggunakan pendekatan yang bersifat teologis, sehingga cenderung tidak bersikap netral dalam menangani konflik. Buku ini secara akademis kaya akan data-data lapangan, yang umunya didapat langsung oleh penulis dari sumber pertama (lokasi peristiwa), meski informasi itu sengaja ditulis dengan lebih disederhanakan, karena jika ditulis secara lengkap maka halaman buku ini akan menjadi sangat tebal, namun demikian jika dibutuhkan data-data lapangan tersebut, maka dapat diakses sebagaimana tercantum dalam daftar pustaka buku ini. Di samping itu, uraian manajemen konflik dalam buku ini tidak hanya mengulas penyebab konflik, namun berbagai dinamika yang mengiringi konflik tersebut, sehingga buku ini sangat informatif. Buku ini penting dibaca, karena memberikan informasi tentang konflik keagamaan yang terjadi belakangan ini, yang melibatkan beberapa paham dan gerakan keagamaan, seperti kasus Ahmadiyah, Syiah, Islam radikal, Islam liberal, salafi dakwah, dan konflik seputar pendirian rumah ibadah. Saat ini masyarakat membutuhkan informasi terkait berbagai paham, aliran, dan gerakan keagamaan yang ada di Indonesia, khususnya terkait konflik-konflik keagamaan yang dialami oleh paham, aliran, dan gerakan keagamaan tersebut. Dengan memahami hal tersebut maka masyarakat akan dapat memahami konflik yang terjadi, sehingga bisa memahaminya secara proporsional dan lebih objektif dalam melihat suatu konflik keagamaan.

Teori sosiologi konflik belum banyak digunakan oleh para praktisi konflik keagamaan saat ini, mereka umumnya justru banyak yang menggunakan pendekatan yang bersifat teologis, sehingga cenderung tidak bersikap netral dalam menangani konflik.

Design The Business Plan for Start Up Entrepreneur: Mendesain Model Bisnis yang Kompetitif dan Menyusun Rencana Strategis yang Solid

Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga mengungguli para pesaing. Dari perspektif strategis, yang menjadi kunci bagi keberhasilan bisnis perusahaan adalah membangun dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang unik serta berkelanjutan, yaitu keunggulan yang secara terus-menerus, untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan sukar ditiru oleh para pesaing. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dapat menjadi pemimpin pasar dan mencapai laba usaha di atas rata-rata. Sekadar membangun keunggulan kompetitif saja tidaklah cukup. Kunci keberhasilannya adalah terletak bagaimana membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitifnya secara berkelanjutan melalui kemampuannya untuk mengembangkan seperangkat kompetensi inti, di mana perusahaan mampu melayani pelanggannya dengan lebih baik dibanding para pesaingnya.

Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga mengungguli para pesaing.

Balanced Scorecard for Business

Pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan. Seiiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan tuntutan persaingan usaha, pengukuran kinerja dengan perspektif keuangan sudah tidak memadai lagi. Untuk mengatasi keterbatasan yang terdapat pada pengukuran kinerja tradisional, Robert S. Kaplan dan David P. Norton memperkenalkan konsep Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja berdasarkan konsep Balanced Scorecard ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan konsep yang telah ada sebelumnya, yaitu cakupannya lebih komprehensif, di mana di samping menggunakan tolak ukur keuangan sebagai dasar pengukuran kinerja, juga menggunakan tolak ukur nonkeuangan (yang terdiri dari aspek kepuasan pelanggan, proses bisnis internal, serta aspek pertumbuhan dan pembelajaran). Yang menjadi faktor kritis bagi efektifnya Balanced Scorecard adalah adanya keselarasan antara seluruh ukuran dalam empat perspektif dengan misi dan tujuan strategis perusahaan. Balanced Scorecard memberikan sebuah kerangka kerja komprehensif yang menerjemahkan tujuan strategis perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang koheren. Adanya keselarasan antara keempat perspektif yang ada dalam pengukuran kinerja Balanced Scorecard dengan misi dan tujuan strategis perusahaan merupakan kunci bagi penciptaan nilai perusahaan di masa mendatang.

Pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan.

Menyusun Rencana Pemasaran Gerilya yang Unggul

Kampanye pemasaran yang sukses tidak mengharuskan seorang wirausahawan menghabiskan banyak uang, tetapi lebih menekankan pada kreativitas, kecerdikan, dan pemahaman yang baik mengenai kebiasaan membeli para pelanggan. Seorang peritel kecil mengatakan, “Jika perusahaan besar ibarat kapal uap yang membelah lautan, maka perusahaan kecil harus bisa menjadi kapal balap yang bergerak dengan lincah mendahului kapal uap, serta mengubah arah dalam sekejap”. Hal ini haruslah menjadi keunggulan bagiperusahaan kecil sewaktu melawan sang raksasa yang mempunyai banyak uang dan sumber daya yang besar.

Kampanye pemasaran yang sukses tidak mengharuskan seorang wirausahawan menghabiskan banyak uang, tetapi lebih menekankan pada kreativitas, kecerdikan, dan pemahaman yang baik mengenai kebiasaan membeli para pelanggan.

MANAJEMEN RESIKO Untuk Bank Perkreditan Rakyat Dan Lembaga Keuangan Mikro

Kompetisi dalam industri perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat, cenderung semakin ketat di tengah tuntutan pemegang saham yang meningkat juga. Kondisi tersebut bisa memancing para bankir untuk bertindak agresif dan menurunkan standar penerapan manajemen risiko. Untuk menyikapi kondisi tersebut, maka bankir harus dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan manajemen risiko yang semakin tinggi sehingga target pertumbuhan bisnis dapat dicapai dengan koridor manajemen risiko yang memadai. Di sisi lain, transaksi bisnis Bank Perkreditan Rakyat juga semakin kompleks disertai dengan beragam produk yang tentunya memiliki tingkat risiko yang berbeda pula. Buku Manajemen Risiko ini disusun dengan tujuan agar para bankir yang bertugas di bidang manajemen risiko memiliki pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan sikap kerja (attitude) sesuai kebutuhan bank.

Kompetisi dalam industri perbankan, khususnya Bank Perkreditan Rakyat, cenderung semakin ketat di tengah tuntutan pemegang saham yang meningkat juga.

STATISTIK INFERENSIAL

Statistika inferensial mencakup semua metode yang berhubungan dengan analisis data untuk peramalan atau penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan gugus data induknya. Statistika inferensial merupakan pengetahuan statistika yang berhubungan dengan penarikan kesimpulan yang bersifat umum dari data yang telah di susun dan di olah. Secara ringkas statistika inferensial adalah statistika yang di gumakan untuk mengeneralisasikan data sampel terhadap populasi. Setiap bab pada buku ini di lengkapi studi/kasus.

statistika yang membahas caraǦcara penggunaan statistik, antara lain untuk
keperluan penelitian. Statistika dikategorikan ... Statistika inferensial
dikategorikan menjadi dua, yaitu statistika parametrik dan statistika
nonparametrik. Statistika ...

AKUNTANSI PENGANTAR: "Bank Soal dan Solusi"

AKUNTANSI PENGANTAR Bank Soal & Solusi Lengkap Mudah Dan Praktis

AKUNTANSI PENGANTAR Bank Soal & Solusi Lengkap Mudah Dan Praktis

Akuntansi Untuk Non-Akunting Khusus Pemula

Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal. Standar ini dinamakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles). Standar ini diperlukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Dengan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas perusahaan dapat mencatat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun finansial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan transparan. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar/prinsip akuntansi yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban manajemen kepada investor selaku pemilik dana.

Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal.

Pengendalian Akuntansi dan Manajemen

Pengendaliam internal mutlak diperlukan seiring tumbuh dan berkembangnya transaksi bisnis perusahaan. Pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi yang akurat dan memadai, serta memastikan seluruh ketentuan hukum dan kebijakan manajemen telah dipatuhi sebagaimana mestinya oleh setiap karyawan. Adanya penerapan sistem pengendalian internal secara ketat ini, diharapkan seluruh kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan secara baik menuju tercapainya maksimalisasi profit. Bahkan, tidak hanya dari segi operasional yang akan berjalan secara tertib dan baik sesuai prosedur, tetapi dari segi finansial perusahaan juga dapat lebih termonitor secara baik dan benar. Sasaran pembaca buku ini tidak hanya direkomendasikan bagi praktisi keuangan perusahaan, pemimpin perusahaan, akuntan, pengajar akuntansi dan manajemen, mahasiswa ekonomi; tetapi penting juga bagi khalayak umum untuk menjamin pengelolahan keuangan secara baik dan benar. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Pengendalian internal adalah seperangkat kebijakan dan prosedur untuk melindungi aset atau kekayaan perusahaan dari segala bentuk tindakan penyalahgunaan, menjamin tersedianya informasi akuntansi yang akurat dan memadai, serta memastikan ...

Miskonsepsi dalam Pelajaran IPA di Sekolah Dasar Tinjauan Kritis dari Sudut Ilmu Pengetahuan

Edisi 1

Materi tumbuhan yang diajarkan di SD salah satunya adalah sifat dan ciri tumbuhan. Guru ketika mengajarkan sifat dan ciri tumbuhan menjadi keliru ketika konsep itu dibawa kepada ranah klasifikasi tumbuhan. Secara rinci, miskonsepsi dapat merupakan pengertian yang tidak akurat tentang konsep, penggunaan konsep yang salah, klasifikasi contoh-contoh yang salah tentang penerapan konsep, pemaknaan konsep yang berbeda, kekacauan konsep-konsep yang berbeda, dan hubungan hierarkis konsep-konsep yang tidak benar. [Penervit Deepublish, Deepublish, Drs. Karma Iswasta Eka, M.Si.]

Secara alamiah gas yang berbau menyengat adalah gas hydrogen disulfide
yang terbentuk dari unsur belerang. Apakah kalau demikian gas yang ada di
kawah Sitimbang gas apa? Penulis belum bisa memastikan karena tidak berada
di lokasi, tetapi jika selalu ciri-ciri yang disebut mass media seperti yang tertulis
di atas yaitu beracun dan berbau tidak tepat jika disebut gas karbon dioksida.
Kawah sitimbang bias saja mengeluarkan gas karbon mono oksida yang sangat
beracun ...