Sebanyak 7 item atau buku ditemukan

AKUNTANSI BIAYA

Akuntansi biaya menjadi salah satu elemen penting dalam proses pengambilan keputusan bisnis. Dengan menyediakan informasi mengenai biaya produksi, pengeluaran, dan kinerja operasional perusahaan, akuntansi biaya memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang tepat guna meningkatkan efisiensi dan profitabilitas.

Akuntansi biaya menjadi salah satu elemen penting dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

Design The Business Plan for Start Up Entrepreneur: Mendesain Model Bisnis yang Kompetitif dan Menyusun Rencana Strategis yang Solid

Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga mengungguli para pesaing. Dari perspektif strategis, yang menjadi kunci bagi keberhasilan bisnis perusahaan adalah membangun dan mengembangkan keunggulan kompetitif yang unik serta berkelanjutan, yaitu keunggulan yang secara terus-menerus, untuk menciptakan nilai bagi pelanggan dan sukar ditiru oleh para pesaing. Perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif dapat menjadi pemimpin pasar dan mencapai laba usaha di atas rata-rata. Sekadar membangun keunggulan kompetitif saja tidaklah cukup. Kunci keberhasilannya adalah terletak bagaimana membangun keunggulan kompetitif secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, perusahaan dapat meraih keunggulan kompetitifnya secara berkelanjutan melalui kemampuannya untuk mengembangkan seperangkat kompetensi inti, di mana perusahaan mampu melayani pelanggannya dengan lebih baik dibanding para pesaingnya.

Tujuan pengembangan rencana strategis adalah untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu sekumpulan faktor yang membedakan perusahaan dari para pesaingnya dan memberikannya posisi unik di pasar sehingga mengungguli para pesaing.

Balanced Scorecard for Business

Pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan. Seiiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan tuntutan persaingan usaha, pengukuran kinerja dengan perspektif keuangan sudah tidak memadai lagi. Untuk mengatasi keterbatasan yang terdapat pada pengukuran kinerja tradisional, Robert S. Kaplan dan David P. Norton memperkenalkan konsep Balanced Scorecard. Pengukuran kinerja berdasarkan konsep Balanced Scorecard ini memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan konsep yang telah ada sebelumnya, yaitu cakupannya lebih komprehensif, di mana di samping menggunakan tolak ukur keuangan sebagai dasar pengukuran kinerja, juga menggunakan tolak ukur nonkeuangan (yang terdiri dari aspek kepuasan pelanggan, proses bisnis internal, serta aspek pertumbuhan dan pembelajaran). Yang menjadi faktor kritis bagi efektifnya Balanced Scorecard adalah adanya keselarasan antara seluruh ukuran dalam empat perspektif dengan misi dan tujuan strategis perusahaan. Balanced Scorecard memberikan sebuah kerangka kerja komprehensif yang menerjemahkan tujuan strategis perusahaan ke dalam seperangkat ukuran kinerja yang koheren. Adanya keselarasan antara keempat perspektif yang ada dalam pengukuran kinerja Balanced Scorecard dengan misi dan tujuan strategis perusahaan merupakan kunci bagi penciptaan nilai perusahaan di masa mendatang.

Pengukuran kinerja yang selama ini banyak digunakan oleh perusahaan adalah pengukuran kinerja tradisional, dengan perspektif keuangan.

Menyusun Rencana Pemasaran Gerilya yang Unggul

Kampanye pemasaran yang sukses tidak mengharuskan seorang wirausahawan menghabiskan banyak uang, tetapi lebih menekankan pada kreativitas, kecerdikan, dan pemahaman yang baik mengenai kebiasaan membeli para pelanggan. Seorang peritel kecil mengatakan, “Jika perusahaan besar ibarat kapal uap yang membelah lautan, maka perusahaan kecil harus bisa menjadi kapal balap yang bergerak dengan lincah mendahului kapal uap, serta mengubah arah dalam sekejap”. Hal ini haruslah menjadi keunggulan bagiperusahaan kecil sewaktu melawan sang raksasa yang mempunyai banyak uang dan sumber daya yang besar.

Kampanye pemasaran yang sukses tidak mengharuskan seorang wirausahawan menghabiskan banyak uang, tetapi lebih menekankan pada kreativitas, kecerdikan, dan pemahaman yang baik mengenai kebiasaan membeli para pelanggan.

Teori Akuntansi: Pendekatan Konsep dan Analisis

Teori merupakan hasil dari kristalisasi fenomena empiris, yang diambil dari berbagai riset, dan sampai pada suatu kesimpulan yang bersifat universal, logis, konsisten, prediktif, dan objektif. Teori akuntansi dapat dirumuskan sebagai suatu susunan konsep, definisi, dan dalil yang menyajikan secara sistemati s gambaran tentang fenomena akuntansi, serta menjelaskan hubungan antarvariabel dalam struktur akuntansi, dengan maksud untuk dapat memprediksi fenomena yang muncul (yaitu fenomena sosial dan ekonomi). Tujuan utama dari teori akuntansi adalah memberikan seperangkat prinsip yang logis, yang membentuk kerangka umum, dan dapat dipakai sebagai acuan untuk menilai dan mengembangkan praktik akuntansi. Apakah suatu teori akuntansi diterima atau ditolak tergantung pada kemampuannya dalam memprediksi realitas, menjelaskan praktek akuntansi, dan kemampuannya untuk menjadi dasar bagi pengembangan praktik akuntansi di masa mendatang.

Beberapa instrumen keuangan masa kini telah membuat sebagian perusahaan
mengubah seluruh arah dan profil resiko ... Arus informasi keuangan merupakan
komponen yang sangat kritis dalam output pelaporan keuangan, apalagi ...

AKUNTANSI PENGANTAR: "Bank Soal dan Solusi"

AKUNTANSI PENGANTAR Bank Soal & Solusi Lengkap Mudah Dan Praktis

AKUNTANSI PENGANTAR Bank Soal & Solusi Lengkap Mudah Dan Praktis

Akuntansi Untuk Non-Akunting Khusus Pemula

Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal. Standar ini dinamakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles). Standar ini diperlukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Dengan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas perusahaan dapat mencatat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun finansial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan transparan. Laporan keuangan yang telah disusun manajemen berdasarkan standar/prinsip akuntansi yang berlaku umum ini merupakan salah satu bentuk dari pertanggungjawaban manajemen kepada investor selaku pemilik dana.

Profesi akuntansi telah mengembangkan seperangkat standar yang berlaku umum dan diterima universal.