Sebanyak 308 item atau buku ditemukan

Perilaku memilih pada pemilihan kepala daerah secara langsung

On local election in Sumatera Barat Province, Indonesia.

On local election in Sumatera Barat Province, Indonesia.

Aplikasi e-government dalam perpajakan di Indonesia

tinjauan atas implementasi monitoring pelaporan pembayaran pajak (MP3)

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi yang dapat diperoleh melalui penerapan sistem Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak (MP3) serta untuk menjelaskan tentang kesiapan beberapa faktor pendukung dalam rangka implementasi MP3 guna menunjang upaya Direktorat Jendral Pajak untuk meningkatkan pelayanan kepada Wajib Pajak. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara kepada 2 orang pejabat pajak yang memahami persoalan secara mendalam dan memiliki kewenangan dalam hal implementasi MP3. Selain itu dilakukan telaah dan analisis atas berbagai dokumen dari Direktorat Jendral Pajak.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efisiensi yang dapat diperoleh melalui penerapan sistem Monitoring Pelaporan Pembayaran Pajak (MP3) serta untuk menjelaskan tentang kesiapan beberapa faktor pendukung dalam rangka implementasi ...

Korupsi di negeri kaum beragama

ikhtiar membangun fiqh anti korupsi

Corruption practices in Indonesia acccording to Islamic viewpoint; collection of articles.

Dalam implementasi otonomi daerah, sebagaimana asumsi-asumsi yang
diajukan oleh Mushtaq H. Khan (2002), sebenarnya bisa secara signifikan
mengeliminir korupsi. Mengapa, karena perencanaan dan implementasi
kebijakan yang terkait dengan pengelolaan pembangunan berikut anggarannya
diambil pada tingkat lokal dengan sistem pengawasan langsung, baik dari para
wakil rakyat maupun kelompok masyarakat sendiri. Tesis utama yang diajukan di
sini adalah bahwa ...

Teknik Menulis Karya Ilmiah: Dengan 8 Senjata Aplikasi Pendukung Produktivitas Riset

Buku ini ditulis untuk menjadi bahan bacaan dalam mengelola produktivitas ilmiah. Selama ini, pengelolaan publikasi ilmiah diantaranya bermasalah karena kurangnya pemanfaatan alat yang bisa mendukung untuk menuliskan laporan penelitian dan publikasi ilmiah. Sehingga buku “how to” yang ada di tangan pembaca saat ini merupakan bagian untuk mengurangi keterbatasan tersebut. Memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk digunakan sehingga membantu penyelesaian penulisan karya ilmiah. Apalagi, fasilitas yang tersedia hampir seluruhnya dengan layanan premium yang tidak berbayar. Betapa produktifitas ilmiah kita sebagai bangsa tidaklah signifikan dengan jumlah demografi kependudukan kita. Potensi besar yang mencapai 200 juta-an ternyata belum dapat dikelola menjadi angka yang menyumbang pada kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu hambatan selama ini karena research output dikelola secara manual. Harapan kami, dengan buku ini justru akan menjawab permasalahan yang ada selama ini. Dengan demikian, ilmuwan Indonesia dapat memacu diri untuk turut mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui karya ilmiah di jurnal-jurnal yang bereputasi. Sebuah artikel secara khusus kami tulisankan di bagian awal untuk menjadi referensi sehingga memungkinkan penggunaan instrument yang dikemukakan di bagian berikutnya dapat dimaksimalkan.

Artikel jurnal hanya menguraikan fakta-fakta sebagai tafsiran informasi ilmiah.
Menulis artikel sesungguhnya bagian dari keterampilan. Tidak ada seorang
ilmuwan yang tiba-tiba ketika lahir sudah menguasai keterampilan itu.
Sebaliknya, ini selalu saja berkaitan dengan kemauan untuk mengasah
kemampuan. Sehingga pada akhirnya, mampu untuk mengembangkan
keterampilan tersebut dalam komunikasi ilmiah. Untuk mengasajnya diperlukan
latihan yang berkesinambungan.

Islamic Law and Transnational Diplomatic Law

A Quest for Complementarity in Divergent Legal Theories

This book, in its effort to formulate compatibility between Islamic law and the principles of international diplomatic law, argues that the need to harmonize the two legal systems and have a thorough cross-cultural understanding amongst nations generally with a view to enhancing unfettered diplomatic cooperation should be of paramount priority.

'Azzam vehemently criticized this narration, “which people quote on the basis that
it is a hadith, is in fact a false, fabricated hadith that has no basis. It is only a
saying of Ibrahim Ibn Abi 'Abalah, one of the Successors, and it contradicts
textual evidence and reality.” He also quoted Ibn Taymiyyah as saying that “[t]his
hadith has no sources and nobody whomsoever in the field of Islamic knowledge
has narrated it.” See A. 'Azzam, Ilhaq bil Qalifah—Join the Caravan (1988), pp.
26–27 ...