Teknik Menulis Karya Ilmiah: Dengan 8 Senjata Aplikasi Pendukung Produktivitas Riset
Buku ini ditulis untuk menjadi bahan bacaan dalam mengelola produktivitas ilmiah. Selama ini, pengelolaan publikasi ilmiah diantaranya bermasalah karena kurangnya pemanfaatan alat yang bisa mendukung untuk menuliskan laporan penelitian dan publikasi ilmiah. Sehingga buku “how to” yang ada di tangan pembaca saat ini merupakan bagian untuk mengurangi keterbatasan tersebut. Memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk digunakan sehingga membantu penyelesaian penulisan karya ilmiah. Apalagi, fasilitas yang tersedia hampir seluruhnya dengan layanan premium yang tidak berbayar. Betapa produktifitas ilmiah kita sebagai bangsa tidaklah signifikan dengan jumlah demografi kependudukan kita. Potensi besar yang mencapai 200 juta-an ternyata belum dapat dikelola menjadi angka yang menyumbang pada kemajuan ilmu pengetahuan. Salah satu hambatan selama ini karena research output dikelola secara manual. Harapan kami, dengan buku ini justru akan menjawab permasalahan yang ada selama ini. Dengan demikian, ilmuwan Indonesia dapat memacu diri untuk turut mengangkat harkat dan martabat bangsa melalui karya ilmiah di jurnal-jurnal yang bereputasi. Sebuah artikel secara khusus kami tulisankan di bagian awal untuk menjadi referensi sehingga memungkinkan penggunaan instrument yang dikemukakan di bagian berikutnya dapat dimaksimalkan.
- ISBN 13 : 602401497X
- ISBN 10 : 9786024014971
- Judul : Teknik Menulis Karya Ilmiah: Dengan 8 Senjata Aplikasi Pendukung Produktivitas Riset
- Pengarang : Taufik Nur, H. Zakir Sabara dan Ismail Suardi Wekke, H. Zakir Sabara dan Ismail Suardi Wekke, H. Zakir Sabara dan Ismail Suardi Wekke, H. Zakir Sabara dan Ismail Suardi Wekke,
- Penerbit : Deepublish
- Bahasa : id
- Tahun : 2016
- Halaman : 55
- Halaman : 55
- Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=lPWmDQAAQBAJ&source=gbs_api
-
Ketersediaan :
Artikel jurnal hanya menguraikan fakta-fakta sebagai tafsiran informasi ilmiah.
Menulis artikel sesungguhnya bagian dari keterampilan. Tidak ada seorang
ilmuwan yang tiba-tiba ketika lahir sudah menguasai keterampilan itu.
Sebaliknya, ini selalu saja berkaitan dengan kemauan untuk mengasah
kemampuan. Sehingga pada akhirnya, mampu untuk mengembangkan
keterampilan tersebut dalam komunikasi ilmiah. Untuk mengasajnya diperlukan
latihan yang berkesinambungan.