Al-Qur’an dan As-Sunnah adalah dua sumber rujukan utama ajaran Islam dan hukum-hakam Syarak. Sudah menjadi kemestian bagi seorang muslim untuk dapat memahami isi kandungan kedua-dua sumber ini. Menerusi kefahaman yang baik tentang Bahasa Arab, isi dan pesan yang disampaikan dapat difahami dengan benar. Buku siri Belajar Bahasa Al-Qur’an dan As-Sunnah ini sangat sesuai dibaca dan dipelajari oleh semua kalangan masyarakat yang ingin memahami Bahasa Arab menerusi ayat dan hadis pilihan. Ditulis dengan bahasa yang mudah dan ringkas serta mengandungi tajuk-tajuk penting pembelajaran Bahasa Arab seperti: ayat-ayat pilihan daripada Al-Qur’an, tafsir perkata, hadis-hadis 40 Imam Nawawi, syarah hadis perkata, kajian dan huraian ringkas kaedah asas Bahasa Arab, perkataan terbitan yang berkaitan, contoh ayat mudah bahasa Arab beserta maksudnya, serta perkataan bahasa Melayu pinjaman dari Bahasa Arab.
Mulakan dengan memilih salah satu kandungan buku, sama ada ayat Al-Qur'an pilihan atau hadis 40 Imam Nawawi. Bacakan ayat atau hadis secara jelas dan terangkan maksud ayat atau hadis tersebut secara keseluruhan. 2. 3. 4.
Ayat Kursi atau Ayat Singgasana adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab sebagai ayat paling agung dalam Al Qur'an. Isinya tentang keesaan Allah serta kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Ia tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Ayat KursI Surat Al-Baqarah Ayat 255) Inilah yang disebut ayat kursi. Ayat ini mengandung suatu hal yang sangat agung. Dan terdapat sebuah hadits shahih dari Rasulullah, yang menyebutkan bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama di dalam kitab Allah (al-Qur'an). Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepadanya: "Apakah ayat yang paling agung di dalam kitab Allah?" "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui," sahut Ubay bin Ka'ab. Maka Nabi mengulang-ulang pertanyaan tersebut, kemudian Ubay bin Ka'ab pun menjawab: "Ayat Kursi." Lalu dia mengatakan: "Engkau akan dilelahkan oleh ilmu, hai Abu Mundzir. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang 'Arsy."
Buku ini merupakan hasil dari upaya mencarikan tafsiran kontekstual dari ayat-ayat yang ditafsirkan oleh Kiai Sahal Mahfudh dalam bukunya, "Nuansa Fiqih Sosial," dan beberapa karyanya yang dipublikasikan, termasuk buku "Pesantren Mencari Makna." Kajian dalam buku ini menggunakan tafsir Ijtim'ai terhadap ayat-ayat yang digunakan sebagai dalil dalam karya Kiai Sahal. Dan dalam buku ini memberikan kesimpulan bahwa kiai Sahal sangat menawarkan adanya penafsiran kontekstual terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Menurutnya, Al-Qur'an mengacu pada arah tumbuhnya inspirasi yang terefleksikan dalam sikap, sifat dan perilaku inheren pada eksistensi dan proses hidup manusia sebagai titah yang akrom. Buku ini mencoba menampilkan prinsip kiai Sahal terhadap Al-Qur'an yang menurutnya, Al-Qur'an harus bisa dipahami dengan semangat pembangunan manusia yang selalu menjanjikan kesejahteraan, menuju kebahagiaan dunia akhirat, serta meningkatkan kualitas hidup manusia baik dari segi pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, politik, dan utamanya aspek agama.
Buku ini merupakan hasil dari upaya mencarikan tafsiran kontekstual dari ayat-ayat yang ditafsirkan oleh Kiai Sahal Mahfudh dalam bukunya, "Nuansa Fiqih Sosial," dan beberapa karyanya yang dipublikasikan, termasuk buku "Pesantren Mencari ...
Tafsir Dan Makna Ayat Kursi (Verse of The Throne) Edisi Bilingual Bahasa Indonesia Dan Bahasa Arab Standar Version. ke-255 dari Surah Al-Baqarah. Ayat ini disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Ubay bin Ka'ab sebagai ayat paling agung dalam Al Qur'an. Isinya tentang keesaan Allah serta kekuasaan Allah yang mutlak atas segala sesuatu dan bahwa Ia tidak kesulitan sedikitpun dalam memeliharanya. Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Ayat KursI Surat Al-Baqarah Ayat 255) Inilah yang disebut ayat kursi. Ayat ini mengandung suatu hal yang sangat agung. Dan terdapat sebuah hadits shahih dari Rasulullah, yang menyebutkan bahwa ayat tersebut adalah ayat yang paling utama di dalam kitab Allah (al-Qur'an). Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka'ab, bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bertanya kepadanya: "Apakah ayat yang paling agung di dalam kitab Allah?" "Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui," sahut Ubay bin Ka'ab. Maka Nabi mengulang-ulang pertanyaan tersebut, kemudian Ubay bin Ka'ab pun menjawab: "Ayat Kursi." Lalu dia mengatakan: "Engkau akan dilelahkan oleh ilmu, hai Abu Mundzir. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sesungguhnya ayat kursi itu mempunyai satu lidah dan dua bibir yang senantiasa menyucikan al-Malik (Allah) di sisi tiang 'Arsy."
Akuntansi merupakan salah satu alat manajemen dalam mengelola perusahaan. Karena adanya keterbatasan informasi dalam akuntansi keuangan, muncullah akuntansi manajemen. Dengan sistem akuntansi manajemen, perusahaan dapat menyediakan informasi untuk penentuan harga pokok produk atau jasa; untuk perencanaan, pengendalian, pengevaluasian, dan untuk pengambilan keputusan. Lingkungan ekonomi yang dihadapi perusahaan semakin kompleks menuntut adanya perkembangan terhadap praktik-praktik akuntansi manajemen yang inovatif dan relevan. Untuk menyesuaian kebutuhan perusahaan (pasar), maka buku akuntansi manajemen ini disusun dengan maksud untuk menambah sumber referensi bagi mahasiswa sebagai salah satu penunjang dalam proses pembelajaran dalam mata kuliah akuntansi manajemen. Buku ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa serta mempermudah dalam pembelajaran akuntansi manajemen. Pembahasan dalam buku ini mempunyai dua kajian, yaitu: pengkajian tentang konsep teoritis yang terkait dengan akuntansi manajemen dan aplikasi berupa contoh-contoh yang relevan dengan kebutuhan perusahaan dan atau organisasi dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Akuntansi merupakan salah satu alat manajemen dalam mengelola perusahaan. Karena adanya keterbatasan informasi dalam akuntansi keuangan, muncullah akuntansi manajemen.
Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap peru-sahaan memerlukan dua macam informasi tentang peru-sahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha.
Akuntansi Biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian, dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan dapat mengambil keputusan bisnis secara efektif dan efisien (Mulyadi, 2012). Capaian pembelajaran: 1. Mampu memahami definisi akuntansi biaya 2. Mampu menggolongkan dan mengklasifikasikan biaya 3. Mampu mengetahui contoh dari biaya berdasarkan golongannya 4. Membuat dan mengerjakan soal terkait dengan biaya
Akuntansi Biaya adalah proses pengidentifikasian, pencatatan, penghitungan, peringkasan, pengevaluasian, dan pelaporan biaya pokok suatu produk baik barang maupun jasa dengan metode dan sistem tertentu sehingga pihak manajemen perusahaan ...
Hadis tidak hanya penting sebagai sumber otoritas Islam kedua setelah Quran, tetapi juga mengandung pesan pesan yg harus difahami secara kontekstual. Kontekstualisasi pemaknaan hadis mengharuskan pemahaman luas mendalam tentang matan hadis. Matan hadis berpotensi berkonotasi temporal, lokal dan atau universal. Kapan sebuah hadis bermakna universal yang mengikat semanjang waktu dan tempat, kapan bersifat sementara dan tidak mengikat sepanjang masa, kapan bermakna lokal dan tidak mengikat untuk seluruh daerah membutuhkan kajian mendalam dan ektensif tentang teks dan konteks hadis untuk dapat merekonstruksinya sampai kepada sebuah kesimpulan. Buku ini bisa menjadi salah satu rujukan untuk kepentingan tersebut. (Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Direktur Jenderal Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama RI). Ilmu matan hadis adalah ilmu yang utama dalam kajian hadis. Cabang-cabang ilmunya digagas oleh para Nasir al-Sunnah, seperti Al-Syafi'i (w. 204 H.). Buku ini sangat membantu pecinta sunnah untuk lebih memahami hadis-hadis Nabi SAW. (Rifqi Muhammad Fatkhi, MA Ketua Prodi Ilmu Hadis UIN Jakarta)
era Di kontemporer, diskursus gharib al-hadits dipopulerkan dengan penemuan dan penerbitan manuskripmanuskrip penting selain ... tentang teori-teori yang digunakan untuk menjelaskan gharib al-hadits oleh seorang tokoh ahli bahasa hadis.
Kitab Umdatul Ahkam ini, aslinya ditulis Syaikh Abdul Ghany bin Abdul Majid yang hidup sezaman dengan Syaikh lbnu Qudamah dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelany. Di dalamnya berisi himpunan hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. lnsya Allah, Anda akan puas dengan penyajian Syaikh Alu Bassam yang men-syarah kitab ini. Di dalamnya diuraikan penjelasan lafazh, makna hadits secara global, kesimpulan hukum, juga perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang permasalahan yang sedang dikupas; lalu menghadirkan pendapat yang lebih benar berdasarkan hadits yang paling shahih.
Kitab Umdatul Ahkam ini, aslinya ditulis Syaikh Abdul Ghany bin Abdul Majid yang hidup sezaman dengan Syaikh lbnu Qudamah dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelany.