Sebanyak 8 item atau buku ditemukan

Tafsir Ibnu Qayyim Tafsir Ayat-Ayat Pilihan

Kalau boleh dimisalkan Al-Qur’an yang ada di tangan umat Islam ibarat sebuah Taman Asri nan indah menawan, yang setiap sudut dan bagiannya mengundang pesona bagi orang yang memang mengamatinya. apalagi jika penjaga dan pemandunya adalah orang yang benar-benar handal dan relatif lebih tahu Seluk-beluknya. sehingga siapapun yang sudah masuk kesana, seakan tak ingin keluar lagi, karena disamping terpesona oleh keindahan nya, dia juga mendapat penjelasan dari sang pemandu yang mahir. kita adalah para pengunjung Taman Al-Qura’n yang hendak masuk ke dalamnya untuk menikmati lekuk liku pesona dan keindahannya dari pintu gerbang Al-Fatihah hingga keujung An-Nas. Disana kita mendapat uraian dari pemandu yang bobot keilmuan Dan profesionalitasnya tak perlu disangsikan lagi dialah Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Diawali uraian tentang Al-Fatihah, kita diajak menelusuri berbagai hakikat mengenai asma Allah, kehidupan dunia dan akhirat, Ubudiyah, kebenaran dan kebatilan, tauhid, Hidayah dan segala aspek kehidupan orang Mukmin maupun kafir. Bahkan tidak jarang disertai pula uraian tentang detail-detailnya dari sisi linguistik. Yang pasti, disini pembaca dibawa oleh Imam Ibnu qayyim untuk menapaki jalan yang terus menanjak, hingga sampai ke titik kulminasi, yang tercermin dalam uraian surat Al-Falaq dan An-Nas. Di bagian inilah pembaca dapat merasakan sebuah keteduhan, kenikmatan dan kesenangan yang sulit dilukiskan, sehingga segala kepenatan menjadi sirna terobati oleh kepuasan hati bersifat internal dan rahmat serta Asyifaa’ yang bersifat eksternal yang datangnya dari Allah. Karena itu, Anda belum terpuaskan jika tidak membaca buku ini hingga ke huruf terakhir yang terkandung di dalamnya.

Tidak ada pertentangan antara ayat dan hadits di atas. Sebab penyebutan penafian dan penetapan bukan atas dasar satu makna. Yang dinafikan adalah penuntutan hak hanya berdasarkan amal dan keberadaan amal sebagai harga dan imbalan dari ...

Panduan Ilmu dan Hikmah

Jami'ui-Uium wal Hikam

Sehelum mensyarah salah satu hadits, saya jelaskan sanadnya untuk mengetahui keshahihan, kekuatan, dan kelemahannya. Saya juga menyehutkan sehagian hadits semakna selain hadits yang disehutkan Imam An-Nawawi di salah satu hah.

Syarah Hadits Pilihan Bukhari-Muslim

Kitab Umdatul Ahkam ini, aslinya ditulis Syaikh Abdul Ghany bin Abdul Majid yang hidup sezaman dengan Syaikh lbnu Qudamah dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelany. Di dalamnya berisi himpunan hadits-hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. lnsya Allah, Anda akan puas dengan penyajian Syaikh Alu Bassam yang men-syarah kitab ini. Di dalamnya diuraikan penjelasan lafazh, makna hadits secara global, kesimpulan hukum, juga perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang permasalahan yang sedang dikupas; lalu menghadirkan pendapat yang lebih benar berdasarkan hadits yang paling shahih.

Kitab Umdatul Ahkam ini, aslinya ditulis Syaikh Abdul Ghany bin Abdul Majid yang hidup sezaman dengan Syaikh lbnu Qudamah dan Syaikh Abdul Qadir Al-Jaelany.

42 Hadits Shalat Tahajud dan Qiyamullail

Tahajud di waktu malam adalah saat-saat seseorang merasakan adanya kedamaian, ketenangan dan menambah keseimbangan jiwa. Sebaliknya hidup dengan segala aturannya yang telah tercipta di alam semesta ini juga sering tidak mengenal rasa kasihan kepada seseorang. Bahkan terkadang membuatnya menderita dengan perubahan-perubahannya. Hal itu ibarat angin kencang yang sedang meniup dahan-dahan yang kurus kering. Yang bisa menghadapi hidup ini dengan tenang hanya orang-orang yang merasa tenang kepada Allah. Mereka itulah yang selalu mengingat Allah, yang tekun bermunajat dengan-Nya dalam kesunyian malam, yang memohon surga-Nya, yang mengharap rahmat-Nya, yang takut akan siksa-Nya, dan yang selalu memohon perlindungan dari neraka-Nya. Sesungguhnya pertolongan-pertolongan Rabb, petunjuk-petunjuk Ilahi, dan ilham-ilham yang besar menjadi sempuma berkat keutamaan qiyamullail. Berapa sering orang yang aIim mengalami kesulitan dalam memecahkan suatu masalah, namun setelah ia bermunajat dengan Allah Tuhannya di tengah malam, Dia berkenan membukakan kesulitannya. ltulah sebabnya Rasulullah Shaliallahu Alaihi wa Saliam menganggap qiyamullail sebagai bentuk ibadah yang sangat utama dalam sabdanya,“Seutama-utama shalat seteiah shalat fardhu iaiah shalat pada tengah malam.” (Diriwayatkan Muslim)

Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nasher dalam kitab Ahkam Al-Witri dari Ibnu Umar, bahwasanya seorang dusun bertanya kepada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam .... Kalau begitu mungkin orang yang bertanya kepada beliau tidak hanya satu.

KISAH-KISAH GAIB DALAM HADITS SHAHIH

(Disertai: Takhrij Hadits, Syarah, Faidah, dan Hukumnya)

Buku “Kisah-Kisah Gaib dalam Hadits Shahih” yang dikarang oleh Ustadz Dr. Umar Sulaiman Al-Asyqar ini secara komprehensif mencakup kisah yang terbanyak diberitakan kepada kita oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tentang berita-berita orang-orang terdahulu dari kalangan para nabi, para rasul, orang-orang shalih, dan orang-orang jahat. Kisah-kisah dalam buku ini dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok diawali dengan mukadimah. Semua itu diambil seutuhnya dari kitab Shahih Al-Qashash An-Nabawi. Kelompok pertama adalah kisah-kisah yang akan terjadi di Hari Kiamat. Kelompok kedua adalah kisah-kisah gaib yang terjadi setelah kisah itu dikabarkan. Atau yang kejadiannya terus-menerus, seperti kisah perjalanan kematian. Kelompok ketiga adalah kisah-kisah gaib yang akan datang yang belum pernah terjadi selama ini. Dan buku ini dilengkapi dengan takhrij hadits, kosa kata, syarah, faidah-faidah dan hukum-hukumnya. Insya Allah buku ini memberikan manfaat yang banyak bagi kita semua.

Ahkam Al-Janaiz, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Al-Maktab AlIslami, cetakan I, Beirut, 1388 H/ 1969 M. 3. Al-Burhan fii 'Alamati Mahdi Akhirizzaman, Ali bin Husam yang masyhur dengan nama, At-Taqi Al-Hindi, Studi dan tahqiq: Jasim bin ...

IKHTILAF TANAWWU : Mengenal Beragam Perbedaan Fikih yang Dibolehkan dan Dilarang

Apakah men-sir-kan atau men-jahar-kan basmallah yang Anda pilih dalam shalat-shalat jahriyah? Apakah mengangkat tangan sebatas pundak atau telinga di dalam shalat? Di mana posisi tangan saat bersedekap, di atas dada atau di perut? Kedua tangan atau lutut lebih dahulu ketika turun dan naik di dalam shalat? Adakah qunut dalam shalat fardhu? Bagaimana menyikapi jenis qiraat yang berbeda ketika membaca Al-Qur’an? Kenapa bagian kakek dalam warisan berbeda di antara para shahabat? “Ini masalah khilafiyah,” demikianlah perkataan yang sering kita dengar jika terjadi beragam perbedaan dalam ibadah di tengah-tengah kaum Muslimin. Bagaimanakah sebenarnya kedudukan khilafiyah atau ikhtilaf di dalam Islam? Mana yang dibolehkan dan mana yang dilarang? Bila dibolehkan apa syaratnya? Bagaimana jika masing-masing pihak yang berselisih memiliki dalil yang shahih dalam ibadah yang mereka pilih? Bolehkan mengutamakan satu bentuk ibadah tertentu dan meninggalkan yang lainnya sekalipun dalilnya shahih? Apakah sebaiknya seseorang memilih salah satu bentuk ibadah saja atau variasi bentuk-bentuk lainnya? Yunus Ash-Shadafi berkata, “Aku tidak pernah menemukan orang yang lebih berakal daripada Imam Asy-Syafi’i. Suatu hari aku pernah mendebatnya tentang suatu masalah, lalu ketika bertemu denganku ia memegang tanganku dan berkata, ‘Wahai Abu Musa, tidak bisakah kita tetap menjadi saudara meskipun kita tidak sepakat dalam suatu masalah?’ ”Dengan enam pembahasan lengkap, buku langka ini menjawab silang pendapat, debat kusir, kebencian, kedengkian, dan bahkan sikap saling memusuhi di antara kaum Muslimin lantaran tidak mengetahui hakikat ikhtilaf tanawwu’. Insya Allah, bagaikan matahari di siang bolong buku ini menyeruak beragam perbedaan fikih yang dibolehkan dan dilarang. Jangan bersikukuh dan merasa yang paling benar dalam tata cara ibadah yang Anda pilih sebelum membaca buku ini. Yahya bin Salam Rahimahullah berkata, “Tidak selayaknya bagi seseorang yang tidak mengetahui tentang ikhtilaf untuk memberi fatwa, dan tidak boleh bagi orang yang tidak mengetahui berbagai pendapat untuk mengatakan, ‘Ini lebih aku sukai’.”

Yahya bin Salam Rahimahullah berkata, “Tidak selayaknya bagi seseorang yang tidak mengetahui tentang ikhtilaf untuk memberi fatwa, dan tidak boleh bagi orang yang tidak mengetahui berbagai pendapat untuk mengatakan, ‘Ini lebih aku ...

Al Ahkam As Sulthaniyyah : Prinsip - Prinsip Penyelenggaraan Negara Islam

Judul Asli Al- Ahkam As- Sulthaaniyyah Fi Al- Wilaayah Ad - Diniiyyah