Sebanyak 4793 item atau buku ditemukan

MANAJEMEN HUMAS SEKOLAH

Hubungan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan humas memiliki peran yang penting dalam sebuah lembaga pendidikan atau sekolah. Keberadaannya menjadi trend dalam dunia manajemen di Indonesia, ditandai dengan dibentuknya divisi humas baik dalam perusahan profit maupun non-profit. Demikian juga dalam dunia pendidikan dikenal wakil kepala sekolah bidang humas. Keberadaannya sangat penting karena ia sebagai penghubung bagi sekolah dengan masyarakat dalam memperkenalkan sekolah seperti memperkenalkan program-program unggulan yang akan dicapai, mempromosikan sekolah kepada para pengguna (masyarakat), menunjukkan keberhasilan peserta didik kepada khalayak ramai khususnya pada orang tua peserta didik. Peranan humas sekolah di era revolusi industri 4.0 saat ini sudah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pengelolaan lembaga pendidikan (sekolah) yang bermutu. Munculnya sekolah-sekolah baru di sebuah lingkungan masyarakat tentunya menjadi tantangan baru dalam mempromosikannya baik di masyarakat sekitar maupun luar. Hal ini juga sekaligus menjadi ancaman bagi sekolah-sekolah lama yang berlokasi tidak jauh dari sekolah baru. Di sinilah humas sekolah dituntut berperan secara profesional bagaimana humas sekolah mampu dalam teknis maupun pengelolaan humas. Secara teknis, humas sekolah wajib memiliki seni kehumasan seperti menulis, mengambil gambar, mengedit, memberikan komentar, membuat event khusus, melakukan kontak telepon dengan media dan menangani produksi komunikasi. Selanjutnya pengelolaan humas sekolah berfokus pada kegiatan yang membantu sekolah dalam mengidentifikasi dan memecahkan masalah terkait kehumasan seperti bagaimana mempromosikan sekolah kepada masyarakat agar masyarakat percaya dan yakin menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut. Disini tergambar bahwa manajer humas mempunyai peran sebagai konsultan, fasilitator komunikasi, dan fasilitator pemecah masalah. Sebagai konsultan, humas sekolah mengemban amanat yang begitu besar dalam menunjang keberlangsungan sekolah, menjaga kualitas sekolah, serta ikut mencarikan solusi atas berbagai masalah yang dihadapi sehingga mendapatkan citra positif dari masyarakat.

Hubungan masyarakat atau yang lebih dikenal dengan sebutan humas memiliki peran yang penting dalam sebuah lembaga pendidikan atau sekolah.

MANAJEMEN HUMAS PADA LEMBAGA PENDIDIKAN

Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pendidikan nasional, selanjutnya yang menjadi salah kunci sukses sebuah lembaga pendidikan berhasil menjalankan tugas dan perannya adalah terdapatnya kemampuan lembaga pendidikan dalam membina hubungan baik antara lembaga pendidikan dengan lingkungan atau masyarakatnya. Oleh karena itu, lembaga pendidikan yang tidak dapat memanfaatkan dan melibatkan bidang hubungan masyarakat dalam pengelolaan lembaga pendidikannya, akan tertinggal karena tidak mampu menyerap dan menyebarkan informasi yang strategis baik bagi institusi atapun bagi masyarakat lingkungannya (Public). Aktifitas Hubungan masyarakat pada lembaga pendidikan secara substasi dapat dimakani sebagai sarana komunikasi dua arah atau dikenal dengan istilah two way traffic communication antara lembaga pendidikan dengan masyarakatnya, sekaligus sebagai bentuk upaya yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dalam rangka menjalin simbiosis dan sinergi demi tercapainya proses pendidikan dan pencapaian tujuan pendidikan yang lebih baik. Selain itu, hubungan masyarakat juga dapat dimaknai sebagai upaya untuk membangun hubungan baik dan kesepahaman (Mutual understanding) antara lembaga pendidikan dengan masyarakatnya (Public), salah satunya dilakukan melalui proses pelibatan masyarakat (Public) dalam proses penyelenggaraan pendidikan, seperti dalam bentuk keterbukaan informasi publik, penerimaan saran dan kritik dan hal lain yang berkaitan dengan proses penyampaian informasi positif dari lembaga pendidikan kepada masyarakat atau sebaliknya dari masyarakat terhadap lembaga pendidikan. Dengan demikian untuk menjembatani kepentingan kedua pihak tersebut diperlukan satu bidang khusus yang membidangi aktifitas hubungan masyarakat dikelola dengan baik, professional, efektif dan efisien demi tercapainya tujuan organisasi lembaga Pendidikan, dan yang paling strategis adalah terciptanya hubungan baik dan kesepahaman (Mutual understanding) antar stakeholders, yang terdiri dari pimpinan lembaga pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik dan masyarakat sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

Lembaga pendidikan memiliki peran yang sangat strategis sebagai bagian dari upaya mencapai tujuan pendidikan nasional, selanjutnya yang menjadi salah kunci sukses sebuah lembaga pendidikan berhasil menjalankan tugas dan perannya adalah ...

Administrasi dan Manajemen Pendidikan Sekolah

Pendidikan dalam arti luas adalah segala tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh formatif terhadap pikiran, watak, atau kemampuan fisik individu (misalnya, kesadaran bayi dididik oleh lingkungannya melalui interaksinya dengan lingkungannya); dan dalam pengertian teknisnya pendidikan adalah proses di mana masyarakat dengan sengaja mentransmisikan akumulasi pengetahuan, nilai, dan keterampilannya dari satu generasi ke generasi lain melalui lembaga pendidikan. Guru di lembaga tersebut mengarahkan pendidikan siswa dan dapat memanfaatkan banyak mata pelajaran, termasuk membaca, menulis, matematika, sains, dan sejarah. Proses teknis ini kadang-kadang disebut sekolah ketika mengacu pada wajib belajar pemuda. Guru dalam profesi khusus seperti psikologi, hanya dapat mengajar mata pelajaran tertentu, biasanya sebagai profesor di lembaga pendidikan tinggi. Ada juga pengajaran di lapangan bagi mereka yang menginginkan keterampilan kejuruan tertentu, seperti yang dibutuhkan untuk menjadi pilot. Selain itu, ada berbagai kemungkinan pendidikan di tingkat informal, misalnya, di museum dan perpustakaan, dengan Internet, dan dalam pengalaman hidup.

Pendidikan dalam arti luas adalah segala tindakan atau pengalaman yang mempunyai pengaruh formatif terhadap pikiran, watak, atau kemampuan fisik individu (misalnya, kesadaran bayi dididik oleh lingkungannya melalui interaksinya dengan ...

Manajemen Pendidikan Islam

Buku ini di kemukakan bahwa derasnya arus informasi teknologi dan komunikasi membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan khususnya lembaga pendidikan Islam. Implikasi negatif dari perubahan menuntut lembaga pendidikan untuk lebih responsif dalam menyikapinya, mengingat perubahan menjadi karakteristik utama dunia pendidikan termasuk lembaga pendidikan Islam. Buku ini di susun oleh sejumlah akademisi dan praktisi sesuai dengan kompetensi masing-masing. Buku ini terdiri dari 16 bab yaitu: konsep dasar manajemen pendidikan Islam, kerangka konseptual manajemen pendidikan Islam, fungsi manajemen lembaga pendidikan Islam, manajemen pendidikan madrasah, manajemen kurikulum pendidikan Islam, manajemen bimbingan dan konseling dalam pendidikan Islam, manajemen pengelolaan kelas, peran masyarakat dalam manajemen pendidikan Islam, manajemen peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam, konsep kepemimpinan dalam manajemen pendidikan Islam, manajemen pengembangan pesantren berbasis riset integrasi-interkoneksi, manajemen sarana dan prasarana pendidikan, supervisi pendidikan Islam, model komunikasi pendidikan Islam, manajemen strategis pendidikan Islam, pengawasan sekolah dan madrasah. Mengingat mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam ada di berbagai perguruan tinggi khususnya fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

Mengingat mata kuliah Manajemen Pendidikan Islam ada di berbagai perguruan tinggi khususnya fakultas keguruan dan ilmu pendidikan

Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Dalam konteks pendidikan, manajemen memiliki peran yang sangat penting karena dapat mempengaruhi kualitas pendidikan yang diberikan kepada peserta didik. Perencanaan merupakan langkah awal dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus membuat rencana yang detail dan terstruktur mengenai tujuan pendidikan, sumber daya yang tersedia, strategi pembelajaran, serta evaluasi yang akan dilakukan. Perencanaan yang matang dapat membantu pihak-pihak terkait untuk mengambil keputusan yang tepat dalam pelaksanaan pendidikan. Pelaksanaan pendidikan merupakan tahap lanjutan dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mampu mengimplementasikan rencana yang telah dibuat. Hal ini meliputi pemilihan metode dan strategi pembelajaran yang tepat, penggunaan sumber daya dengan efektif, serta memastikan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pihak-pihak terkait juga harus memastikan bahwa semua proses pembelajaran berlangsung secara teratur dan terkoordinasi dengan baik. Evaluasi merupakan tahap terakhir dalam manajemen pendidikan. Pada tahap ini, pihak-pihak terkait harus mengevaluasi hasil pendidikan yang telah dicapai. Evaluasi ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti ujian, tes, atau observasi. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengevaluasi keberhasilan dan kekurangan dalam proses pendidikan, serta memberikan umpan balik yang dapat digunakan untuk perbaikan ke depan. Manajemen pendidikan yang baik dapat memberikan banyak manfaat, antara lain adalah meningkatkan kualitas pendidikan, memaksimalkan sumber daya yang tersedia, dan memastikan keterlibatan aktif semua pihak terkait. Oleh karena itu, manajemen pendidikan seharusnya menjadi fokus utama dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Manajemen pendidikan memiliki berbagai fungsi yang penting untuk memastikan pendidikan yang diberikan berkualitas dan efektif. Ada lima fungsi utama dalam manajemen pendidikan, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian, pengarahan, dan evaluasi. Perencanaan Fungsi perencanaan mencakup proses penyusunan rencana, strategi, dan tujuan pendidikan yang harus dicapai. Perencanaan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia, anggaran, infrastruktur, program, serta metode dan teknik pembelajaran yang digunakan dalam proses pendidikan. Pengorganisasian Fungsi pengorganisasian berkaitan dengan pengaturan dan penempatan sumber daya manusia, fasilitas, dan peralatan pendidikan. Hal ini meliputi pengorganisasian proses pembelajaran, penentuan jadwal, penentuan kurikulum, dan penempatan tenaga pengajar. Pengendalian Fungsi pengendalian berkaitan dengan pengawasan terhadap proses pembelajaran dan evaluasi terhadap hasil pembelajaran. Pengendalian juga meliputi penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar dan penggunaan sumber daya. Pengarahan Fungsi pengarahan berkaitan dengan pengelolaan hubungan antara tenaga pengajar, peserta didik, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini meliputi komunikasi antara pihak-pihak terkait, koordinasi, dan pemberian arahan terhadap proses pembelajaran. Evaluasi Fungsi evaluasi berkaitan dengan pengukuran dan penilaian terhadap hasil pembelajaran. Evaluasi ini meliputi penilaian terhadap kemajuan belajar peserta didik, penilaian terhadap kinerja tenaga pengajar, dan penilaian terhadap penggunaan sumber daya. Artinya, manajemen pendidikan memiliki fungsi-fungsi yang sangat penting untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan. Dengan melaksanakan fungsi-fungsi tersebut dengan baik, maka pendidikan yang diberikan akan menjadi efektif dan efisien, serta dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Manajemen pendidikan merupakan suatu proses yang bertujuan untuk mengelola dan mengatur segala aspek yang terkait dengan pendidikan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.

MANAJEMEN PENDIDIKAN

Tujuan dari manajemen pendidikan adalah memastikan bahwa sistem dan proses dalam pendidikan yang telah disusun dapat di implementasikan dengan baik, baik dari segi produktivitas, efektivitas ataupun efesiensi. Pengelolaan satuan pendidikan yang efektif dan efisien merupakan syarat utama dalam menciptakan lembaga pendidikan yang bermutu. Dimana mutu pendidikan akan menentukan nasib keberlangsungan sekolah dan harapan bahi bangsa ini. Indonesia menghadapi tantangan persaingan global yang banyak. Untuk mengoptimalkan pencapaian tersebut tentunya diperlukan terobosan inovatif berupa manajemen dalam proses penyelenggaraan administrasi sekolah dari level kebijakan, kelembagaan, hingga level prosedur operasional. Buku ini merupakan satu dari sedikit bahan bacaan di Indonesia yang mengkaji tentang manajemen dalam pendidikan dan dapat dijadikan bahan referensi mahasiswa fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, guru, dosen, praktisi dan masyarakat yang mempelajari tentang manajemen pendidikan yang dikemas secara rinci dan padat dalam 9 BAB.

Tujuan dari manajemen pendidikan adalah memastikan bahwa sistem dan proses dalam pendidikan yang telah disusun dapat di implementasikan dengan baik, baik dari segi produktivitas, efektivitas ataupun efesiensi.

BIMBINGAN KELOMPOK Berbasis Nilai Budaya Segulaha

Buku ini disusun sebagai pedoman dalam penerapan model layanan bimbingan kelompok berbasis nilai budaya segulaha. Buku ini disusun dengan harapan agar guru Bimbingan konseling/Konselor sekolah dapat menerapkan model layanan yang bervariasi yang dapat mengaktifkan dan melibatkan peserta didik. Model ini disusun berdasarkan permasalahan dan kebutuhan yang esensial dan perlu diselesaikan melalui layanan bimbingan kelompok berbasis nilai budaya segulaha pada Masyarakat Ternate dam rangka mengembangkan dan meningkatkan karakter peserta didik.

Buku ini disusun sebagai pedoman dalam penerapan model layanan bimbingan kelompok berbasis nilai budaya segulaha.

Strategi Pemasaran Pendidikan Dalam Upaya Meningkatkan Jumlah Peserta Didik di MTsN 15 Tanah Datar

Pelaksanaan Supervisi Pembelajaran dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru di MTsN 3 Padang Pariaman