Sebanyak 91 item atau buku ditemukan

TeenLit: Hey! You!

Teriakan dari balkon seberang rumah itu sudah setia menemani hari Zillo sejak bertahun-tahun lalu. Pelakunya? Siapa lagi kalau bukan si bocah upil, Nadira, cewek yang sudah naksir Zillo sejak mereka masih kecil. Dan sekarang si bocah upil itu masuk ke SMA yang sama dengan Zillo! Cewek itu mengintilinya ke mana-mana di hari pertama ospek, nekat nyanyiin lagu romantis yang nggak banget di depan semua anak, merusak reputasi Zillo sebagai ketua OSIS tampan dan terkenal. Tahun terakhir Zillo di SMA berubah jadi neraka! Tapi, apa benar terasa kayak neraka? Kalau semua itu begitu menyebalkan, kenapa Zillo jengkel waktu Nadi ditaksir ketua ekskul karate? Kenapa Zillo kesal waktu sahabatnya sendiri berubah jadi overprotective ke Nadi? Masa iya dia jatuh cinta sama si bocah upil?! Terus, gimana kalau ternyata Zillo terlambat jatuh cinta?

You're on my side when no one seems to listen And if you go, You know the tears
can't help but show You'll breakthis heart and tearit apart Then suddenly the
madness starts Pandangan Zillo yang tadi terfokus fokus pada gitar kini terangkat
, menatap Nadi tepat di mata, lalu tersenyum. It's your smile, Your face, your lips
that I miss, Those And I'm 'Cause Who It When changes with make fills sweet I it's
know you the you ev'rything me little through emptiness I've say, eyes got D ig all
 ...

Pengantar Psikologi dan Pandangan Al-Qur'an Tentang Psikologi

Hakikat hidup manusia pada dasarnya tidak hanya mempelajari segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan hidup di luar dirinya, namun juga tertarik untuk mempelajari apa yang ada di dalam dirinya sendiri. Dalam hal ini manusia ingin memahami hakikat manusia itu sendiri; pribadi manusia menjadi objek studi dari manusia. Landasan psikologis merupakan dasar pemahaman serta pengkajian karakteristik dan perilaku manusia (sebagai individu).Cakupan buku ini antara lain membahas hakikat, sejarah, dan definisi Psikologi; ruang lingkup dan hubungan bidang Psikologi dengan disiplin ilmu pengetahuan lainnya; kajian dan pembahasan Psikologi berdasarkan pandangan perspektif Al-Quran; hakikat manusia menurut Al Quran; Psikologi Islam; aplikasi Psikologi dalam bidang profesi lain (pendidikan dan pengajaran, konseling, hubungan kemasyarakatan, kepemimpinan, kriminal, dan teknologi informasi); beberapa metode dan aliran dalam Psikologi (psikoanalisa, behaviorisme, humanistik, dan kognitif); gejala kejiwaan pada manusia; beberapa pendekatan Psikologi; serta tokoh-tokoh Islam di bidang Psikologi. --- Penerbit Kencana Prenadamedia Group

Hakikat hidup manusia pada dasarnya tidak hanya mempelajari segala sesuatu yang ada di sekitar lingkungan hidup di luar dirinya, namun juga tertarik untuk mempelajari apa yang ada di dalam dirinya sendiri.

Panduan Praktis Penelitian Tindakan Kelas

Untuk Pendidik Keaksaraan

Indonesian translation of A Practical Guide to Action Research for Literacy Educators, published by the International Reading Association

Indonesian translation of A Practical Guide to Action Research for Literacy Educators, published by the International Reading Association

Mutiara Juz'amma

Manusia modern mengalami gejala paradoks: dihujani informasi audio-visual dengan sangar deras, tetapi jiwanya kering kerontang. Mata-fisiknya melihat semakin banyak informasi, tetapi mata-hatinya semakin kabur. Telinga-fisiknya makin banyak mendengar suara, tetapi telinga-batinnya semakin tulis. Otaknya semakin banyak berisi agenda, tetapi hatinya semakin kosong tak berisi. Manusia modern, karena itu, membutuhkan suara-suara ruhani, yang membawa kabar dari langit. Tentang pesan Tuhan dan para nabi. Tentang dosa dan ganjaran. Tentang neraka dan surga. Tentang suara hati dan kebajikan. Tentang kepedulian kepada alam dan sesama manusia. Demikianlah makna buku ini bagi para pembaca: membawa pesan-pesan suci Tuhan kepada manusia modern dengan bahasa yang mudah dipahami. Menyentuh perasaan dan menggugah pikiran. Agar kembali ingat ke mana akan berpeluang dan apa yang dicari dengan sepenuh hati. [Mizan, Pustaka, Referensi, Islam]

Manusia modern mengalami gejala paradoks: dihujani informasi audio-visual dengan sangar deras, tetapi jiwanya kering kerontang.