Sebanyak 51 item atau buku ditemukan

Wawasan Al-Quran

Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat

Interpretation of the Koran; collected articles.

Al-Quran menggunakan kata ini untuk makna tersebut, di samping—secara majazi—di- artikannya dengan “hubungan seks”. Kata ini dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 23 kali. Secara bahasa pada mulanya kata nikah digunakan dalam arti ...

Wawasan Al-Quran

Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat

Interpretation of the Koran; collected articles.

Interpretation of the Koran; collected articles.

Bulughul Maram

Panduan Lengkap Masalah Fiqih, Akhlak, dan Keutamaan Amal

Bul–ghul Marƒm berisikan kumpulan hadis yang menggambarkan keluasan harmoni kehidupan Rasulullah Saw.; hadis-hadis tentang pelbagai aspek kehidupan. [Mizan, Agama, Islam, Ibadah, fiqih, Amal]

Bul–ghul Marƒm berisikan kumpulan hadis yang menggambarkan keluasan harmoni kehidupan Rasulullah Saw.; hadis-hadis tentang pelbagai aspek kehidupan. [Mizan, Agama, Islam, Ibadah, fiqih, Amal]

Islamofobia : Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat

Tersedia pada Rak Koleksi Lantai 1

  • ISBN 10 : 9786024410551
  • Judul : Islamofobia : Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat
  • Pengarang : None,  
  • Kategori : sejarah islam
  • Penerbit : Mizan Pustaka
  • Klasifikasi : 2X9
  • Call Number : 2X9 NON i
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : cet 1
  • Penaklikan : 349 hlm.; 23 cm
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 349
  • Ketersediaan :
    0001.22001051
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001050
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001049
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001048
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001047
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001046
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001045
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001044
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

24 Jam Hidup dengan Doa dan Amal Harian Rasulullah

“Doa itu merupakan inti ibadah,” demikian sabda Nabi Muhammad Saw. dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari. Meskipun tata cara berdoa tidak menuntut syarat dan rukun yang ketat, namun teladan Rasulullah sangatlah dibutuhkan. Di samping berdoa, kegiatan (amalan) Nabi Saw. sehari-hari juga penting untuk diteladani oleh setiap Muslim. Buku ini memberikan tuntunan praktis bagi Anda dalam berdoa dan menjalankan berbagai kegiatan (amalan) harian: sejak bangun tidur, keluar rumah, bekerja, menghadapi orang sakit, hingga tidur kembali. Di samping kelengkapan materi yang disajikan, buku ini juga memiliki nilai lebih ketimbang buku sejenis, karena para pembaca diajak menghayati kembali kegiatan dan doa-doa yang pernah diajarkan Rasulullah dari sumber-sumber yang terpercaya. Dengan demikian, seolah-olah pembaca sedang ‘bersama-sama’ Rasulullah dalam melakukan doa dan kegiatan keseharian. Sungguh, telah ada pada diri Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan banyak mengingat Allah. —QS Al-Ahzâb [33]: 21 [Mizan, Mizania, Referensi, Islam]

42 MAKRUH BERSIN DENGAN KERAS 264 Abu 'Arubah menceritakan
kepadaku, Al-Mughirah bin 'Abdurrahman menceritakan kepada kami, 'Amr bin '
Abdurrahman bin 'Amr bin Qais menceritakan kepada kami dari Yahya bin '
Abdullah bin ...

Membela Islam, Membela Kemanusiaan

istilah "Aksi Bela Islam" mendadak populer dalam kosa-kata gerakan politik-keagamaan kontemporer di Indonesia. Istilah ini merupakan mantra ampuh untuk memobilisasi dukungan umat Islam dalam merespons isu-isu sosial dan politik aktual yang dianggap berkaitan dengan nasib dan kepentingan umat Islam. Tidak ada yang salah dengan inisiatif aksi solidaritas atas dasar persamaan keyakinan. Yang penting dipahami, memperkuat solidaritas sesama Muslim (ukhuwah Islamiyah) tidak boleh menegasikan solidaritas kebangsaan yang majemuk (ukhuwah wathaniah) dan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah basyariah). Klaim "Aksi Bela Agama" bukanlah monopoli kelompok keagamaan tertentu. Pembelaan terhadap agama Islam hendaklah berpijak pada kepentingan menjaga hak-hak umat Islam yang selaras dengan bangunan politik kebangsaan yang inklusif dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Nalar "Membela Islam, Membela Kemanusiaan" adalah bahwa membela Islam haruslah kongruen dengan membela kemanusiaan. Komitmen membela Islam akan sukar diterima jika aktualisasinya justru mengancam nilai-nilai keadaban, kebinekaan, dan kemanusiaan. Semangat membela Islam akan kehilangan esensinya apabila mengarah pada otoritarianis Buku ini tak hanya memotret tantangan peradaban Islam di Indonesia masih diliputi problema tafsir teks yang kaku, tetapi juga menambah perspektif optimistik bahwa Islam memayungi kemajemukan budaya dan menyuarakan keadilan. Penulis sangat cerdas menyajikannya dalam bahasa yang populis sehingga renyah untuk dicerna" -Prof. Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI "Fajar Riza Ul Haq terus berusaha mencari mediasi-antara lain melalui tulisan-tulisannya-untuk mendorong transformasi sosial menuju Indonesia yang semakin adil dan sejahtera." -Mgr. Ignatius Suharyo Pr, Uskup Agung Jakarta "Karya ini patut dibaca bukan saja oleh kalangannya sendiri, tetapi juga oleh publik Indonesia umumnya. Sebagai seorang intelektual-aktivis, penulisnya punya jaringan luas yang merupakan modal tambahan bagi bobot karyanya. Sebagai Muslim, penulis menunjukkan sikap kritisnya terhadap umat Islam yang jauh dari idealisme Islam tentang persatuan umat." -Ahmad Syafii Maarif, Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah [Mizan, Mizan Publishing, Wacana, Islam, Indonesia, Fiksi, Agama, Polittik]

Beberapa media televisi menayangkan acara pertobatan warga Ahmadiyah di
beberapa daerah di Jawa Barat (Sukabumi, Bogor, Ciamis) menyusul Pergub
Jawa Barat. Suatu hal tidak etis terjadi di negara yang menjunjung tinggi prinsip
konstitusionalisme dan kewargaan. Merebaknya kebijakan semacam ini
mencerminkan ketidaksiapan pemerintah pusat merespons arus desakan
sekelompok masyarakat sehingga membiarkan korban (baca: Ahmadiyah) tetap
sebagai tertuduh.

From Cat Stevens to Yusuf Islam

Kisah Perjalanan Spiritual Seorang Superstar Musik Dunia yang Meninggalkan Dunia Glamour untuk Menjadi Muslim dan Aktivis Kemanusiaan

Dalam usia sangat belia, Cat Stevens telah meraih hampir semua yang diimpi-impikan orang modern: kaya, terkenal, dan dikagumi banyak orang. Kegigihannya telah membuatnya berhasil menjadi musisi yang menghasilkan banyak karya legendaris dan menjadi panutan banyak musisi lainnya. Namun, ternyata semua itu tak membuatnya menemukan kedamaian. Lingkungan glamour menyeretnya ke dalam gaya hidup yang merusak; ia terjebak dalam kecanduan narkotika dan minuman keras. Setelah nyawanya beberapa kali nyaris melayang akibat kebiasaan buruknya, ia memutuskan untuk mencari makna hidup. Beberapa tahun kemudian, dunia dikejutkan oleh keputusannya menjadi Muslim dan berganti nama menjadi Yusuf Islam. Lebih mengejutkan lagi, tak lama kemudian ia mengumumkan pengunduran dirinya dari dunia musik. Konser perpisahannya dihadiri ribuan penggemar yang menangisi kepergiannya. Apa alasan Cat Stevens memilih Islam? Mengapa ia memutuskan meninggalkan dunia musik? Mengapa ia pernah dituduh menyetujui hukuman mati untuk Salman Rushdie? Mengapa ia akhirnya memutuskan kembali ke dunia musik? Buku ini merunut perjalanan hidup seorang manusia yang rela meninggalkan gemerlap dunia untuk menemukan panggilan batin sejatinya. “Yusuf Islam adalah ‘duta besar’ dari agama yang sering disalahpahami.” —Pangeran Charles [Mizan, Mizania, Inspirasi, Motivasi, Referensi]

Seeking Truth Finding Islam

Kisah Empat Mualaf yang menjadi Duta Islam di Barat

“Setiap tahun, sekitar 25.000 orang menjadi muslim di Amerika. Pasca 11 September, jumlah orang yang bersyahadat 4 kali lipat.” ---New York Times Jalan hidup manusia tak bisa ditebak. Dari awal yang amat jauh dari agama, orang bisa menjadi perindu Tuhan dan mencari jalan untuk menghampiri-Nya. Kisah hidup para mualaf—orang yang masuk Islam—memberi kita banyak pelajaran tentang hal ini. Buku ini menyajikan empat mualaf di Dunia Barat yang mampu menjadi “duta” Islam melalui pengabdian kepada masyarakat dan teladan tentang sikap hidup Muslim sejati. Dengan demikian, mereka juga “berjihad” memerangi prasangka terhadap Muslim dan agama Islam yang marak di Dunia Barat pada masa sekarang. Keempat mualaf itu adalah: Yusuf Islam (Cat Stevens): mantan superstar rock dunia yang mengundurkan diri dari dunia musik untuk mempelajari Islam, dan kini aktif berdakwah melalui kegiatan pendidikan dan sosial. Ingrid Mattson: cendekiawati pemimpin organisasi Muslim terbesar di Amerika yang sempat menjadi ateis sebelum akhirnya terpesona oleh Al-Quran. Keith Ellison: Aktivis HAM dan Muslim pertama yang menjadi anggota Kongres AS. Hamza Yusuf Hanson: ulama asli kelahiran AS yang mendalami khazanah ilmu-ilmu Islam klasik dan kini giat mengampanyekan Islam damai ke publik Barat. [Mizan, Mizania, Referensi, Inspirasi]

Amandemen UUD 1945

Antara Mitos dan Pembongkaran

Criticism on amendments to the Indonesian 1945 Constitution.

Criticism on amendments to the Indonesian 1945 Constitution.

Rezeki Itu Misteri, Mati Itu Pasti

Setiap kita pasti mendambakan kehidupan yang bahagia, di dunia maupun di akhirat. Bahagia di dunia karena kita memiliki kehidupan yang berkelimpahan. Bahagia di akhirat karena kita mempunyai amal yang menyelamatkan. Rezeki itu misteri, mati itu pasti; bagaimana kita mengoptimasi diri agar terampil menjemput rezeki yang berkelimpahan demi keindahan saat masa kematian. Persiapkan kematian, hidup kita malah berkelimpahan. Bagaimana itu bisa terjadi? Anda bisa menemukan jawabannya dalam buku ini. Beberapa tema penting yang diulas di buku ini, antara lain: - 5 Rumus Bahagia Dunia Akhirat; - Pahlawanku Keluargaku; - Optimalkan Hidup, Persiapkan Kematian; - Kekayaan Sesungguhnya Adalah Kesederhanaan; Langgar Kebenaran, Jalan Hidup Jadi Sempit. [Mizan, Agama, Memoar, Indonesia]

Andadapat merumuskan kembali langkah hidup Anda agar lebih bisa
memberikan nilainilai kebermanfaatan untuk orangorang di sekitar Anda.
Hidupini haruslah dijalani dengan penuh kemuliaan; menjadi pribadiyangbaik
dan berikhtiar ...