Sebanyak 29 item atau buku ditemukan

Sosiologi Agama: Memahami Perkembangan Agama dalam Interaksi Islam

Secara doktrinal, agama bersifat permanen yang tidak bisa berubah sekalipun terjadi perubahan sosial. Akan tetapi, begitu agama menjadi milik manusia maka tidak bisa dihindari terjadinya tiga aktivitas manusia, yaitu pemahaman, penghayatan, dan pengamalan terhadap agama. Dengan demikian, makna agama yang laten muncul dalam berbagai bentuk baik interpretasi maupun aktualisasi sebagai wujud dari manifes agama. Selanjutnya, agama yang telah diolah manusia sebagai dasar yang membentuk pandangan dunia (world view), maka agama telah berubah posisi dari kebenaran yang absolut menjadi kebenaran yang relatif. Akan tetapi, sering manusia tidak menyadari hal tersebut sekalipun yang mereka sebut kebenaran absolut ajaran agama hanyalah terbatas pada sejumlah simbol sebagai hasil pemahaman. penghayatan, dan pengamalan ajaran agama. Sikap yang demikian cenderung melahirkan konflik di kalangan umat beragama bukan hanya konflik yang bersifat eksternal yaitu antar-umat yang berbeda agama, melainkan juga intemal yaitu antar-penganut dalam satu agama. Tetapi dalam pemahaman agama yang didasari solidaritas spiritualitas, maka perbedaan agama tidak menghalangi mereka untuk hidup dalam suasana ukhuwah antara satu dengan lainnya. Dari fakta sosial, kelihatan bahwa agama dalam persepsi manusia adalah suatu subsistem sosial di antara sekian banyak subsistem sosial lainnya, seperti politik, ekonomi, pendidikan, dan hukum. Dalam kaitan itu, karena agama telah larut berinteraksi dalam berbagai kehidupan sosial, maka agama juga tidak bisa dihindari terlibat dalam proses interaksi dengan berbagai subsistem tersebut. Sebagai hasil dari interaksi itu, maka tidak bisa dihindari terjadinya berbagai realitas saling memengaruhi antarsubsistem sosial. Di antara wujud dari proses interaksi itu adalah muncul gagasan untuk melakukan pemurnian dan pembaruan terhadap interpretasi agama. Pemurnian diperlukan untuk menyaring laten agama dari manifes agama. Demikian juga pembaruan diperlukan untuk mendorong posisi agama sebagai landasan etos kerja menuju kehidupan beragama yang dinamis, kreatif, dan inovatif. Demikianlah pentingnya agama bagi kehidupan manusia dan juga pentingnya subsistem sosial memperkaya pemahaman. penghayatan, dan pengamalan terhadap ajaran agama.

Secara doktrinal, agama bersifat permanen yang tidak bisa berubah sekalipun terjadi perubahan sosial.

SOSIOLOGI AGAMA: MEMAHAMI TEORI DAN PENDEKATAN

Buku ini dapat menjadi acuan dalam pembelajaran tentang sosiologi agama, kajian literatur memaparkan perkembangan agama dan aplikasinya dalam kehidupan sosial, teori dan pembahasan mengenai hal tersebut dikemukakan oleh tokoh – tokoh bari berbagai latar balakang. Tentunya, teori teori yang dikemukakan tersebut berdasarkan pada ideologi dan kondisi sosial yang dipelajari oleh masing – masing tokoh. Selain itu, buku ini juga memaparkan berbagai pendekatan dalam memahami agama dan dinamika sosial dalam masyarakat agama. Saya berharap pemaparan tersebut dapat menambah pengetahuan di kalangan para pelajar dan peminat sosiologi agama.

Buku ini dapat menjadi acuan dalam pembelajaran tentang sosiologi agama, kajian literatur memaparkan perkembangan agama dan aplikasinya dalam kehidupan sosial, teori dan pembahasan mengenai hal tersebut dikemukakan oleh tokoh – tokoh bari ...

Sosiologi Agama

Ada anggapan bahwa agama tidak mampu menggerakkan kehidupan ekonomi, lebih-lebih ekonomi kapitalis. Ini didasarkan pada pemiki- ran bahwa agama dan ekonomi merupakan dua ranah yang memiliki titik sentral dan tujuan berbeda. Di antara keduanya, selamanya tidak akan pernah sejalan. Max Weber kemudian muncul dengan Die Protestant Ethik Under Giest Des Kapitalis (Etika Protestan dan Semangat Kapitalis), sebuah pemikiran baru yang seolah menegasikan anggapan tersebut. Ia dengan sangat baik menunjukkan kaitan yang erat antara doktrin-doktrin agama yang puritan dengan fakta-fakta sosial, terutama dalam perkembangan industri modern sehingga melahirkan corak dan ragam nilai yang menjadi tolok ukur keberhasilan individu; keberhasilan di dunia ialah cerminan kebahagiaan di akhirat. Melalui buku fenomenal ini, Max Weber tidak sekadar mengung- kapkan pemikiran-pemikirannya yang brilian terkait dengan relasi antara agama dan kehidupan sosial masyarakat modern. Lebih jauh, ia juga me- ngupas secara komprehensif sejarah lahirnya agama, gagasan tentang Tuhan, etika keagamaan, dan sebagainya. Selamat membaca!

Max Weber kemudian muncul dengan Die Protestant Ethik Under Giest Des Kapitalis (Etika Protestan dan Semangat Kapitalis), sebuah pemikiran baru yang seolah menegasikan anggapan tersebut.

Sosiologi Agama

Buku ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan pada mahasiswa tentang isu-isu dalam Sosiologi Agama. Untuk tujuan tersebut pembahasan mengenai bentukbentuk elementer dari agama di antara yang dibahas pada awal buku ini. Kemudian buku ini pun menggali perdebatan dalam pengetahuan keagamaan dari perspektif sosial. Di dalam isu agama dan masyarakat itu banyak hal yang mesti dibahas, sehingga banyak teori sosial yang dibicarakan buku ini. Terakhir, penerapan Sosiologi Agama pada konteks Indonesia dipertunjukkan buku ini sebagai ciri khas dari buku ini.

Di dalam isu agama dan masyarakat itu banyak hal yang mesti dibahas, sehingga banyak teori sosial yang dibicarakan buku ini. Terakhir, penerapan Sosiologi Agama pada konteks Indonesia dipertunjukkan buku ini sebagai ciri khas dari buku ini.

Sosiologi agama dalam praxis berteologi

refleksi alumni 25 tahun Pascasarjana Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana