Sebanyak 17 item atau buku ditemukan

Pengembangan Masyarakat Berbasis Komunitas

Pembangunan harus berlangsung secara terus menerus. Pembangunan merupakan salah satu fungsi pemerintahan yang harus dijalankan selain fungsi pengaturan, pelayanan, dan pemberdayaan. Namun pembangunan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga bersifat non-fisik (terutama terkait dengan kualitas SDM), sehingga seluruh unsur penyelenggara pemerintahan, yaitu unsur legislatif dan yudikatif, yang melahirkan berbagai produk kebijakan dalam berbagai bidang kehidupan. Kebijakan-kebijakan yang dilahirkan tentunya diharapkan mampu mengangkat harkat hidup seluruh rakyat Indonesia, termasuk lahirnya produk-produk hukum serta implementasinya, yang tidak berpihak pada kepentingan orang-orang yang mempunyai kekuasaan, baik kedudukan maupun materi, tetapi seharusnya berpihak pada kebenaran dan realita yang ada. Pembangunan menurut Siagian (2008:4) biasanya didefinisikan sebagai “Suatu rangkaian usaha untuk mewujudkan pertumbuhan dan perubahan secara terencana dan sadar yang ditempuh atau dilaksanakan oleh suatu negara/ bangsa menuju modernitas dalam rangka pembinaan bangsa.

Pembangunan harus berlangsung secara terus menerus.

Pengembangan Masyarakat

Pergeseran paradigma pembangunan dari ‘production center development’ ke ‘people center development’ menjadi rujukan terpenting untuk memahami pengembangan masyarakat (community development). Oleh karena itu, implementasi pengembangan masyarakat berpusat pada rakyat, yakni komunitas lokal, dengan pendekatan, strategi, dan program-program yang partisipatif. Meskipun berpusat pada rakyat, pendekatan, strategi, dan program-program yang partisipatif dalam pengembangan masyarakat pada karakteristik struktur sosial dan kultur (local community), pola adaptasi ekologi (local ecology), aksi-aksi bersama dalam satuan kelembagaan sosial (collective action) yang berbeda selalu mensinergikan swadaya komunitas lokal dengan pemangku kepentingan lainnya, seperti pemerintah, pihak swasta, kelembagaan swadaya masyarakat, dalam kerangka tidak hanya parti- sipasi masyarakat (community participation) tetapi lebih dari itu sampai kepada partisipasi pemangku kepentingan (stakeholders participation).

Oleh karena itu, implementasi pengembangan masyarakat berpusat pada rakyat, yakni komunitas lokal, dengan pendekatan, strategi, dan program-program yang partisipatif.

PENGORGANISASIAN dan PENGEMBANGAN MASYARAKAT

Model dan Strategi Pembangunan Berbasis Kerakyatan

program pembangunan yang mengusung tema pemberdayaan acapkali bersifat one shoot (sekali tembakan), dan touch and go (sentuh dan pergi), setelah itu selesai. Maksudnya, program pembangunan itu dilaksanakan tidak dengan standard operation procedure yang runtut, dan pelaksanaan yang sistematis. Program pembangunan itu pun tidak memberi kesempatan kepada rakyat sebagai pelaku untuk mengambil keputusan sesuai dengan kepentingannya. Akibatnya, perubahan yang terjadi sangat tidak signifikan, bahkan tidak sedikit yang terbengkalai. Kehadiran buku Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat ini merupakan satu di antara karya yang layak menjadi rujukan untuk memahami dengan baik pengorganisasian dan pengembangan masyarakat. Dalam buku ini, penulis berusaha menyusun secara sistematis bab demi bab ke dalam tema-tema yang sesuai. Pengelompokan tema-tema dalam bab demi bab ini sangat memudahkan pembaca untuk memahami alur ide yang ingin disampaikan oleh penulis. Inilah kekuatan buku ini.

Kehadiran buku Pengorganisasian dan Pengembangan Masyarakat ini merupakan satu di antara karya yang layak menjadi rujukan untuk memahami dengan baik pengorganisasian dan pengembangan masyarakat.

Pengembangan masyarakat

dari pembangunan sampai pemberdayaan

Social and ecological aspects of sustainable development in Indonesia.

Social and ecological aspects of sustainable development in Indonesia.