Sebanyak 302 item atau buku ditemukan

ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN SUMBER DAYA INSANI DALAM MENINGKATKAN KEUNGGULAN BERSAING PADA BMT AL-FATAYA PAYAKUMBUH

Tersedia di Perpustakaan Kampus 2 GTK LT.3

SPASI II : Seri Publikasi Artikel Ilmiah Bereputasi

Buku SPASI: Seri Publikasi Artikel Ilmiah Bereputasi merupakan buku yang bertopik publikasi ilmiah di dunia akademik. Buku SPASI terdiri dari 2 jilid yaitu SPASI I dan SPASI II. Buku ini sengaja disusun dengan tujuan untuk menghadirkan sebuah panduan komprehensif tentang proses publikasi ilmiah dalam sebuah jurnal nasional yang terakreditasi. Buku SPASI Jilid I terdiri atas 6 (enam) Bab utama disertai dengan beberapa Subbab pembahasannya. Buku SPASI Jilid II terdiri atas 6 (enam) Bab utama disertai dengan beberapa Subbab pembahasannya.

Buku SPASI: Seri Publikasi Artikel Ilmiah Bereputasi merupakan buku yang bertopik publikasi ilmiah di dunia akademik.

Ringkasan Fikih Jihad

Maraknya aksi terorisme yang mengatasnamakan Islam dan gerakan jihad di dunia, termasuk di Indonesia tak ayal telah menimbulkan stigmatisasi buruk terhadap makna jihad yang suci dan mulia. Muncul kesan bahwa jihad adalah gerakan teror untuk merusak, membunuh, dan menakut-nakuti pihak yang dianggap sebagai musuh. Mereka yang mengatasnamakan gerakan jihad itu memunculkan istilah "jihad global", dimana jihad tak hanya dilakukan di medan perang atau wilayah-wilayah konflik, tapi juga dilakukan di wilayah-wilayah aman dengan tujuan menghancurkan segala kepentingan musuh-musuh Islam. Akibat maraknya terorisme yang mengatasnamakan Islam, pembahasan jihad menjadi terkesan amat menakutkan. Syariat jihad dianggap ancaman bagi perdamaian dan kemanusiaan. Ujungnya, musuh-musuh Islam berusaha menghapus pembahasan tentang jihad dari khazanah keilmuan Islam. Padahal jihad adalah ibadah tertinggi dalam Islam dengan tujuan menegakkan kalimatullah dan menjaga hak-hak umat Islam. Islam mengajarkan syariat jihad dengan batasan dan aturan yang ketat dan rinci, tidak mengedepankan hawa nafsu dan serampangan. Jihad dalam Islam sangat menghargai nilai-nilai dan hak asasi manusia, termasuk di dalamnya hak-hak sipil. Pembunuhan dilarang kecuali terhadap yang benar-benar memerangi Islam. Tidak merusak, kecuali tempat-tempat yang menjadi basis militer. Buku "Ringkasan Fikih Jihad" yang ada di hadapan Anda ini adalah karya besar dari Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi untuk meluruskan berbagai penyimpangan makna jihad yang belakangan ini marak terjadi. Buku ini hadir dengan dua maksud: pertama, sebagai koreksi terhadap pemahaman keliru tentang jihad. Kedua, sebagai penjelasan bagi mereka yang antipati terhadap syariat jihad. Dengan kapasitas keilmuannya sebagai ulama Islam yang diakui dunia, Syaikh Al-Qaradhawi menjelaskan secara gamblang tentang makna dan tujuan sebenarnya dari syariatkan jihad. Selain itu, buku ini juga menjelaskan tentang bagaimana seharusnya kaum muslimin berinteraksi dengan negara-negara non-muslim dan menjelaskan tentang pengertian Darul Islam dan Darul Harbi yang juga banyak disalahpahami selama ini. Buku ini sayang jika Anda lewatkan! - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Buku "Ringkasan Fikih Jihad"_ yang ada di hadapan Anda ini adalah karya besar dari Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi untuk meluruskan berbagai penyimpangan makna jihad yang belakangan ini marak terjadi.

FIKIH JIHAD: Studi Komparatif Tentang Hukum dan Filosofi Jihad dalam Pandangan Al-Qur’an dan Sunnah

Asal hukum adalah membiarkan orang-orang kafir (hidup) dan mengawasi mereka, karena sesungguhnya Allah tidaklah menghendaki untuk membinasakan makhluk. Allah juga tidak menciptakan mereka agar dibunuh. Sesungguhnya diperbolehkannya membunuh mereka adalah karena adanya sebab lain yang membahayakan dan mengancam yang ada pada diri mereka. Meskipun demikian, semua itu tidak bisa dijadikan alasan sebagai balasan dan hukuman atas kekufuran mereka karena sesungguhnya dunia ini bukanlah tempat pembalasan, tetapi pembalasan adanya di alam akhirat. (Ibn Shalah, dalam al-Fatâwa, 121) Kewajiban jihad merupakan kewajiban yang bersifat perantara, bukan kewajiban yang menjadi sebuah tujuan. Sebab tujuan utama dari perang adalah turunnya petunjuk dari Allah dan tujuan lain, seperti mati dalam keadaan syahid. Adapun memerangi orang-orang kafir, maka hal itu bukanlah maksud dan tujuan. Jika saja hidayah itu dapat didatangkan dengan mengetengahkan dalil-dalil dan hujjah yang kuat, dengan tanpa melalui jihad , maka sesungguhnya hal tersebut jauh lebih baik dan lebih utama daripada jihad. (al-Khatib as-Syarbini, Mughnî al-Muhtâj Syarh al-Minhâj, 6/44) Saat Rasulullah sampai di Madinah, beliau berdamai dengan orangorang Yahudi dan membiarkan mereka pada agamanya. Tapi ketika mereka melanggar perjanjian dan mulai mngobarkan peperangan, Rasulullah pun memerangi mereka. Begitu halnya dengan apa yang terjadi pada kaum Quraisy selama 10 tahun. Rasulullah tidak pernah memulai memerangi mereka sampai mereka sendiri yang mulai mengobarkan peperangan dan melanggar perjanjian yang dibuatnya. Saat seperti inilah Rasulullah memerangi mereka atas peperangan yang mereka lakukan terhadap Rasulullah. (Ibnu Qayyim, Hidayatil Hayari, 1/12)

... fi sabilillah, atau jihad yang diterima dan terpuji. Jika tujuannya tidak baik, bercampur dengan riya dan dan tinggi hati, berbangga, serta pamer, maka dia bukan lagi termasuk di jalan Allah, sebab telah melenceng pada jalan syaitan ...

Sosiologi Agama

Buku ini bertujuan untuk memberikan dasar-dasar pengetahuan pada mahasiswa tentang isu-isu dalam Sosiologi Agama. Untuk tujuan tersebut pembahasan mengenai bentukbentuk elementer dari agama di antara yang dibahas pada awal buku ini. Kemudian buku ini pun menggali perdebatan dalam pengetahuan keagamaan dari perspektif sosial. Di dalam isu agama dan masyarakat itu banyak hal yang mesti dibahas, sehingga banyak teori sosial yang dibicarakan buku ini. Terakhir, penerapan Sosiologi Agama pada konteks Indonesia dipertunjukkan buku ini sebagai ciri khas dari buku ini.

Di dalam isu agama dan masyarakat itu banyak hal yang mesti dibahas, sehingga banyak teori sosial yang dibicarakan buku ini. Terakhir, penerapan Sosiologi Agama pada konteks Indonesia dipertunjukkan buku ini sebagai ciri khas dari buku ini.

Pembinaan Sikap Inklusif Melalui Pembelajaran Al-Qur'an Hadis di MAN I Yogyakarta

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan paham eksklusifitas dalam menjalankan perintah agama Islam. Ranah kesalehan yang kerap diamalkan secara distorsif menjadi penghalang keberhasilan dan kesuksesan nilai dan keyakinan peserta didik maupun masyarakat yang mengusung nilai-nilai kemajemukan inklusif. Pembelajaran Al-Qur’an hadis di MAN 1 Yogyakarta berperan sebagai ujung tombak untuk mengenalkan Islam yang ramah melalui penjelasan ayat-ayat dan hadis. Pengenalan dilakukan dengan pendekatan historis, teoretis, studi kasus, dan nilai-nilai inklusif untuk menciptakan suasana damai. Beberapa pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadi penyejuk di tengah gersangnya pemahaman umat terhadap agama Islam itu sendiri. Penelitian ini mengkaji 1) bentuk-bentuk pembinaan sikap inklusif di MAN 1 Yogyakarta, 2) pembelajaran Al-Qur’an hadis sebagai media penumbuh sikap inklusif pada peserta didik, dan 3) hasil penanaman sikap keterbukaan sosial berdasarkan indikator-indikator sikap inklusif. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan pemikiran pendidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan sikap inklusif di MAN 1 Yogyakarta pada mata pelajaran Al-Qur’an hadis sudah tercermin dari model pembelajaran integratif yang berbasis historis, teoretis, studi kasus, dan berorientasi pada nilai-nilai inklusif. Capaian kompetensi peserta didik MAN 1 Yogyakarta dalam menunjukkan sikap inklusif tercermin dalam capaian kognitif yang terbuka terhadap berbagai pemikiran multikultural. Capaian afektif menekankan sikap inklusif partikularistik dalam kelompok sosial dan psikomotorik sebagai optimalisasi keterampilan mengamalkan keterbukaan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kelima indikator sikap inklusif yang muncul dari temuan penulis sebagai pokok pembahasan, pembinaan di MAN 1 Yogyakarta telah terealisasi secara positif. Kata kunci : Inklusif, Al-Qur’an hadis, pendidikan agama Islam

... integratif, dan komprehensif. Khususnya seluruh kompetensi-kompetensi yang termaktub dalam pembelajaran Al-Qur'an dan hadis itu sendiri mengarah untuk mewujudkan sikap inklusif.56 Penulis menemukan konsep berkesinambungan antarmateri Al-Qur ...