Sebanyak 14 item atau buku ditemukan

FIKIH JIHAD: Studi Komparatif Tentang Hukum dan Filosofi Jihad dalam Pandangan Al-Qur’an dan Sunnah

Asal hukum adalah membiarkan orang-orang kafir (hidup) dan mengawasi mereka, karena sesungguhnya Allah tidaklah menghendaki untuk membinasakan makhluk. Allah juga tidak menciptakan mereka agar dibunuh. Sesungguhnya diperbolehkannya membunuh mereka adalah karena adanya sebab lain yang membahayakan dan mengancam yang ada pada diri mereka. Meskipun demikian, semua itu tidak bisa dijadikan alasan sebagai balasan dan hukuman atas kekufuran mereka karena sesungguhnya dunia ini bukanlah tempat pembalasan, tetapi pembalasan adanya di alam akhirat. (Ibn Shalah, dalam al-Fatâwa, 121) Kewajiban jihad merupakan kewajiban yang bersifat perantara, bukan kewajiban yang menjadi sebuah tujuan. Sebab tujuan utama dari perang adalah turunnya petunjuk dari Allah dan tujuan lain, seperti mati dalam keadaan syahid. Adapun memerangi orang-orang kafir, maka hal itu bukanlah maksud dan tujuan. Jika saja hidayah itu dapat didatangkan dengan mengetengahkan dalil-dalil dan hujjah yang kuat, dengan tanpa melalui jihad , maka sesungguhnya hal tersebut jauh lebih baik dan lebih utama daripada jihad. (al-Khatib as-Syarbini, Mughnî al-Muhtâj Syarh al-Minhâj, 6/44) Saat Rasulullah sampai di Madinah, beliau berdamai dengan orangorang Yahudi dan membiarkan mereka pada agamanya. Tapi ketika mereka melanggar perjanjian dan mulai mngobarkan peperangan, Rasulullah pun memerangi mereka. Begitu halnya dengan apa yang terjadi pada kaum Quraisy selama 10 tahun. Rasulullah tidak pernah memulai memerangi mereka sampai mereka sendiri yang mulai mengobarkan peperangan dan melanggar perjanjian yang dibuatnya. Saat seperti inilah Rasulullah memerangi mereka atas peperangan yang mereka lakukan terhadap Rasulullah. (Ibnu Qayyim, Hidayatil Hayari, 1/12)

... fi sabilillah, atau jihad yang diterima dan terpuji. Jika tujuannya tidak baik, bercampur dengan riya dan dan tinggi hati, berbangga, serta pamer, maka dia bukan lagi termasuk di jalan Allah, sebab telah melenceng pada jalan syaitan ...

Business law guide to Switzerland

With Germany Déclaration du 1er /13 décembre 1878 entre la Suisse et l'Empire
allemand au sujet de la correspondance directe entre les autorites judiciaires
des deux pays - RS 0.274.181.361; *Convention du 2 novembre 1929 entre la ...

20 Jalan Keberuntungan dan pentebab Kerugian Dalam Pandangan Al-Qur'an

  • ISBN 13 : 9786020875125
  • ISBN 10 : 9786020875125
  • Judul : 20 Jalan Keberuntungan dan pentebab Kerugian Dalam Pandangan Al-Qur'an
  • Pengarang : None,  
  • Kategori : Hukum islam
  • Penerbit : Amzah
  • Klasifikasi : 2X4
  • Call Number : 2X4 NON 2
  • Bahasa : Indonesia
  • Penaklikan : xxvi. 23 cm
  • Tahun : 2016
  • Halaman : 647
  • Halaman : 647
  • Ketersediaan :
    0001.21702525
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702524
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702523
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702522
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702521
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702520
    (PNJ-001-00125046) Dipinjam sampai 25-11-2019 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702519
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702518
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702517
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21702516
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Teori Kekenyalan, Ed. 3 (RENONG)

167 | Gelombang Satah Jika satu gangguan telah dihasilkan di satu titik media
kenyal, gelombang akan terpancar dari ... Untuk masa t yang ditentukan,
ungkapan ini berfungsikan x sahaja dan boleh diwakili oleh suatu lengkuk
seperti mnp ...

50 tahun ABRI.

Volume commemorating the 50th anniversary of Indonesian Armed Forces.

MODERNISASI ABRI Pada Renstra III, pimpinan ABRI menetapkan titik berat
pembangunan ABRI dengan mengkongkretkan profesionalisme, dan gagasan
kekuatan kecil yang selalu tanggap terhadap keadaan. Realisasi gagasan ini ...