Sebanyak 15 item atau buku ditemukan

Kewirausahaan Teori & Praktik

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1 A. Minat Berwirausaha ............................................................. 2 B. Kewirausahaan dan Perguruan Tinggi .............................. 17 C. Merintis Jiwa Wirausaha Melalui Pendidikan Tinggi ..... 32 BAB 2 KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN ....................... 39 A. Makna dan Hakikat Kewirausahaan .................................. 39 B. Pengembangan Kewirausahaan ......................................... 45 C. Proyeksi Jumlah Unit Usaha Baru ...................................... 51 D. Kebijakan Pengembangan Wirausahawan Baru .............. 55 BAB 3 KARAKTERISTIK WIRAUSAHA SUKSES ................. 57 A. Karakteristik Wirausahawan (Characteristic of Enterpreneur) .......................................................................... 57 B. Karakteristik Wirausaha Sukses ......................................... 68 C. Pengertian Business Plan menurut para Ahli dan Penjelasannya.................................... ..................................... 72 D. Analisis S.W.O.T ..................................................................... 89 BAB 4 MOTIVASI DALAM KEWIRAUSAHAAN .................. 101 A. Hakikat Motivasi ................................................................... 102 B. Model Karakteristik Motivasi .............................................. 112 C. Memotivasi Anggota anggota Organisasi ......................... 116 BAB 5 KREATIVITAS DAN INOVASI KEWIRAUSAHAAN 131 A. Hakikat Pengembangan Kreatif dan Inovatif ................... 131 B. Mengembangkan Sikap Kreatif .......................................... 132 C. Mengembangkan Inovatif ................................................... 147 D. Hubungan Kreatif dengan Inovatif .................................... 154 BAB 6 KARAKTERISTIK DAN ETIKA PROFESIONAL WIRAUSAHAWAN ....................................................................... 157 A. Hakikat Karakteristik dan Etika Profesional .................... 158 B. Mengenal Karakter Wirausahawan .................................... 159 C. Etika Wirausaha .................................................................... 175 D. Wirausaha Profesional ......................................................... 182 BAB 7 PROFIL WIRAUSAHAWAN POTENSIAL DAN TANGGA MENUJU PUNCAK KARIER ................................... 187 A. Hakikat Wirausahawan Potensial ...................................... 189 B. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kewirausahaan serta Keuntungan dan Kerugiannya ........................................... 195 C. Tangga Menuju Puncak Karier Wirausahawan ............... 200 D. Profil Wirausahawan Sukses ............................................... 201 BAB 8 PERANAN WIRAUSAHA DAN ETIKA BISNIS ........ 209 A. Peran dan Fungsi Wirausaha .............................................. 210 B. Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya ...... 213 C. Usaha Kecil dan Model Pengembangannya ..................... 217 D. Etika Bisnis ............................................................................. 222 BAB 9 MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN ..................................................................... 233 A. Manajemen dalam Kewirausahaan ..................................... 235 BAB 10 KEMITRAAN ANTARWIRAUSAHA ......................... 253 A. Hakikat Kemitraan ............................................................... 253 B. Pentingnya Kemitraan Antarwirausaha ............................. 262 C. Bentuk Kemitraan Antarwirausaha ................................... 267 D. Jejaring Usaha dan Negosiasi .............................................. 268

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1 A. Minat Berwirausaha ............................................................. 2 B. Kewirausahaan dan Perguruan Tinggi .............................. ...

INDEGENOUS EKONOMI PEMBANGUNAN DAERAH

Kondisi Ekonomi lokal dan permasalahan yang muncul dalam pembangunan daerah menjadi isu utama dari isi buku ini, segenap potensi dan kekayaan sumber daya alam yang ada di daerah seharusnya mampu dijadikan modal dasar (indigenous) dalam mengembangkan daerah baik secara sektoral, terutama sektor industri dan pertanian, maupun spasial (kewilayahan). Kebijakan Otonomi daerah dan desentralisasi fiskal seharusnya mampu memberi ruang dan dapat dioptimalkan secara maksimal bagi dinamika pembangunan daerah sehingga pertumbuhan ekonomi daerah dapat lebih cepat dan lebih merata, serta pembangunan yang lebih berkualitas. Buku referensi ini disusun dengan 2 bab isu tertentu dengan masing masing bab mempunyai struktur urutan pendahuluan, rumusan masalah, kajian pustaka, metodologi, pembahasan dan kesimpulan. Diharapkan dengan struktur tersebut mampu membangun cara berpikir kritis sistematis yang dapat didayagunakan untuk meningkatkan pola pikir konstrustif.

Kondisi Ekonomi lokal dan permasalahan yang muncul dalam pembangunan daerah menjadi isu utama dari isi buku ini, segenap potensi dan kekayaan sumber daya alam yang ada di daerah seharusnya mampu dijadikan modal dasar (indigenous) dalam ...

Pengantar Studi Farmasi Edisi 2

  • ISBN 13 : 9789790448797
  • ISBN 10 : 9789790448797
  • Judul : Pengantar Studi Farmasi Edisi 2
  • Pengarang : Drs . Tonny Sumarsono,  
  • Kategori : Farmasi
  • Penerbit : EGC
  • Klasifikasi : 615.1
  • Call Number : 615.1 DRS p
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet ke-1
  • Penaklikan : x .; 233 hlm .; 23 cm
  • Tahun : 2019
  • Halaman : 233
  • Ketersediaan :
    0001.22001306
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001305
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001304
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001303
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001302
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001301
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001300
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001299
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Pengungkapan latar belakang isi naskah kuno Wawacan Bermana Sakti

The story of Bermana Sakti.

Pada perkembangan berikutnya, terutama sesudah alam merdeka. kehidupan
wawacan mulai terdesak oleh karya sastra bentuk lain. misalnya cerita pendek
atau novel. Dan pada masa sekarang, akhir abad ke-20. dapat dikatakan tidak
ada karya- karya sastra Sunda yang lahir dalam bentuk wawacan. 1 .2 Sekilas
Wawacan Bermana Sakti Wawacan Bermana Sakti (selanjutnya akan disingkat
WBS) termasuk ke dalam karya sastra Sunda klasik. Tidak terdapat keterangan
yang ...

Pendidikan di Indonesia dari jaman ke jaman

Dalam PAF alat-alat peraga lebih banyak dipergunakan, baik sebagai
perangsang belajar maupun sebagai alat untuk mempermudah diterimanya
pengertian oleh para siswa. Untuk mencegah agar mereka yang sudah memiliki
kecakapan dasar membaca dan menulis tidak kembali buta huruf, pemerintah
mengadakan usaha-usaha pembinaan terhadap mereka. Usaha pembinaan
aksarawan baru itu diarahkan dan ditujukan untuk: a. melancarkan dan
meningkatkan kemampuan ...

MANAJEMEN PERKANTORAN PROFESIONAL

Realitanya masih ada yang memandang sebelah mata terhadap profesi tenaga administrasi sekolah (TAS) karena tugasnya dianggap remeh dan gampang sehingga semua orang bisa melakukannya. Misalnya lulusan otomotif bisa menjadi TAS sebab urusan administrasi surat-menyurat dianggap mudah, tinggal copy-paste tanpa adanya aturan baku. Padahal tidak semua orang bisa telaten mengerjakan tugas detail-rumit administrasi dan etika service work sekolah dengan benar sesuai standar. Staf TAS sendiri kadangkala bekerja sesuai pengetahuannya tanpa mengikuti pedoman standar. Misalnya mengetik surat tanpa mengikuti kaidah yang ada atau peraturan yang berlaku. Akibatnya sering kita jumpai format surat dinas yang bisa berbeda-beda antar sekolah walaupun masih dalam satu kabupaten/kota. Alasannya ada yang berpedoman pada aturan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Peraturan Bupati/Walikota, pada Peraturan Gubernur, dsb. Tidak adanya kesepakatan baku inilah yang bisa menjadi “bumerang” bagi wibawa profesi TAS.

Realitanya masih ada yang memandang sebelah mata terhadap profesi tenaga administrasi sekolah (TAS) karena tugasnya dianggap remeh dan gampang sehingga semua orang bisa melakukannya.