Linguistik Kognitif merupakan kajian yang relatif baru. Kajian yang muncul pada akhir 1970-an dan mulai berkembang pada tahun 1980-an ini mencoba keluar dari dominasi pendekatan format saat ini. Beberapa tokoh yang dianggap membidani lahirnya Linguistik Kognitif adalah Gilles Fauconner, Charles Fillmore, George Lakoff, Eleanor Rosch, Leonard Talmy, dan Ronald Langacker. Gelombang perkembangan Linguistik Kognitif saat ini masih berpusat di Amerika dan bagian tengah Eropa. Barulah pada tahun 199o-an Kajian Linguistik Kognitif mulai meluas ke wilayah selatan Eropa hingga Asia. Pada 1989, lembaga dengan nama International Cognitive Linguistics Association (ICLA) mengelar konferensi yang pertama di Duisburg, Jerman. Momentum itu kemudian ditandai sebagai “kelahiran Linguistik Kognitif sebagai gerakan intelektual seluruh duniaâ€. Linguistik Kognitif sendiri sejatinya bukan merupakan teori tunggal. Teori ini berupaya merangkai kembali temuan dari teori-teori yang ada melalui komitmen generalisasi (Generalisation Commitment) dan komitmen kognitif (Cognitive Commitment) serta sejumlah dalil. Kareakteristik Linguistik Kognitif tersebut dirasa bisa mendorong analisis kebahasaan dapat lebih mendalam dan menyeluruh. Beberapa linguis kenamaan memperkirakan kajian ini akan menjadi tren kedepannya. Buku ini mencoba menggambarkan aspek teoritis hingga praktis dari kajian Linguistik Kognitif. Melalui analisis polisemi verba look, buku ini mencoba menunjukkan hubungan antara teori besar Linguistik Kognitif dengan praktis penerapannya.
Ayahanda Sakam dan Ibunda Susilah yang di tengah keterbatasan masih
mengizinkan saya mengejar mimpi menjadi “seseorang”, panjenengan adalah motivasi terbesar dalam hidup ini. Terimakasih juga untuk adinda Prayoga yang
selalu ...