Sebanyak 37 item atau buku ditemukan

Metodologi Penelitian Kuantitatif : Edisi 1

Buku ini ditulis dalam 10 bab dan disusun dengan urutan sebagai berikut: Bab-1 tentang pengertian penelitian dan metode penelitian. Bab-2 berisi rumusan masalah. Bab-3 membahas tentang studi kepustakaan sebagai dasar untuk menyusunan hipotesis dan pembahasan hasil penelitian. Bab-4 berisi tentang penyusunan atau perumusan hipotesis. Bab-5 menguraikan tentang variabel dan definisi operasional variabel. Bab-6 menjelaskan pengukuran dan ukuran-ukuran yang digunakan dalam mengukur variabel. Bab-7 membahas proses pengumpulan data, yang menyangkut populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian. Bab-8 berisi tentang analisis data. Bab-9 membahas tentang pengujian hipotesis. Bab-10 berisi tentang teknik penyusunan laporan penelitian. Mahasiswa yang mempelajari metodologi penelitian dengan pendekatan kuantitatif, agar lebih mudah untuk memahami, disarankan membaca bahan ajar ini sesuai dengan urutan bab-bab yang ada, apabila sudah mempunyai gambaran secara garis besar tentang metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Untuk dapat melakukan penelitian, mahasiswa tidak hanya mempelajari bahan ajar ini, karena dalam bahan ajar ini belum diuraikan secara lebih rinci tentang model dan teknik-teknik pengolahan dan analisis data yang menggunakan statistik. Setelah mempelajari bahan ajar ini, hendaknya mahasiswa mempelajari tentang pemilihan dan penggunaan model dan teknik analisis. Mahasiswa juga perlu mempunyai pengetahuan statistik, terutama statistik inferensial. Analisis data dalam penelitian kuantitatif tidak bisa dipisahkan dari statistik yang berfungsi sebagai alat analisis. Selain itu, juga diharap dapat mnggunakan perangkat lunak (software) untuk statistik, misalnya program SPSS, atau program-program komputer (software) yang lainnya.

Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Suatu pendekatan atau metode ilmiah dan juga dalam penelitian, tentu tidak akan terlepas dari kebaikan dan kelemahan, keuntungan dan kerugian. Oleh karena itu, untuk memberikan pertimbangan dan ...

Assessment of Bond Between Asphalt Layers

Asphalt pavements are usually constructed in several layers and most of pavement design and evaluation techniques assume that adjacent asphalt layers are fully bonded together and no displacement is developed between them. However, full bonding is not always achieved and a number of pavement failures have been linked to poor bond condition Theoretical research showed that the distribution of stresses, strains and deflections within the pavement structure is highly influenced by the bond condition between the adjacent layers. Slippage at the interface between the binder course and the base could significantly reduce the life of the overall pavement structure. If slippage occurs within the interface between the surfacing and the binder course, the maximum horizontal tensile strain at the bottom of the surfacing becomes excessive and causing the rapid surfacing failure. This condition becomes worse when a significant horizontal load exists. This thesis is concerned with the assessment of bond between asphalt layers. The main objective of this thesis is to provide guidance for assessing bond between asphalt layers, in order to facilitate the construction of roads with more assurance of achieving the design requirements. Further modification to the modified Leutner test has been performed. An investigation regarding the torque bond test and the effect of trafficking on bond have also been undertaken. A bond database on the modified Leutner test has been developed. An analysis has been performed to estimate the achievable values of bond strengths on typical UK road constructions obtained from the bond database. The values were then compared to the results from an analytical analysis to predict the required bond strength at the interface and other standards in Germany and Switzerland to recommend specification limits of bond strength for UK roads.

This condition becomes worse when a significant horizontal load exists. This thesis is concerned with the assessment of bond between asphalt layers.

Ketika Rasul Bangun Kesiangan

Hati cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah, kata Ibnu Mas‘ud. Hati mudah kesat oleh maksiat maka lembutkan ia dengan nasihat. Buku ini menyuguhkan kisah-kisah sarat hikmah yang dituturkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, dan orang-orang bijak. Berbagai kisah terangkai dari soal moral dan ibadah hingga kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Selain melipur dan menghangatkan jiwa, pesan-pesannya menggugah kita untuk menjaga kemuliaan akhlak, melembutkan hati, dan menyemangati hidup untuk mewujudkan harapan jadi kenyataan. ========================== Kisah-Kisah Penghangat Jiwa (dari Rasulullah, para sahabat, ulama salaf dan khalaf, serta orang-orang bijak yang menyadarkan dan menyegarkan). Diterbitkan oleh penerbit Serambi Ilmu Semesta (Serambi Group)

Hati cenderung cepat bosan, maka lipurlah ia dengan kisah dan hikmah, kata Ibnu Mas‘ud.

Moral Islam dalam Serat piwulang Pakubuwana IV

Criticism on Islamic ethics in the classical Javanese poem written by Paku Buwana IV, Sunan of Surakarta.

Criticism on Islamic ethics in the classical Javanese poem written by Paku Buwana IV, Sunan of Surakarta.

Satu Bersamaku

Berbeda… Aku memang lelaki dan kau wanita. Kita memang tak sama. Dan itu seharusnya menjadi alasan untuk kita bersama. Berbeda... Memang sejak awal kau berbeda, bahkan rasaku pun tak sama. Hanya kau yang bisa menarik perhatianku, tapi tak sedikit pun kau memperhatikan aku. huft... ini bukti kita memang berbeda. Tapi kenapa itu kau jadikan alasan untuk kita tak bersama? Aku begini dan kau begitu. Ini duniaku dan di seberang adalah duniamu. Lalu, apa salahnya dengan semua perbedaan ini? Hei, kita hanya perlu berjalan ke tengah untuk bersama. Apa kau tak mau mencoba menyatukan perbedaan ini? Kumohon cobalah menjadi satu bersamaku. Karena cintaku tak memandang siapa dirimu.

Ini duniaku dan di seberang adalah duniamu. Lalu, apa salahnya dengan semua perbedaan ini? Hei, kita hanya perlu berjalan ke tengah untuk bersama. Apa kau tak mau mencoba menyatukan perbedaan ini? Kumohon cobalah menjadi satu bersamaku.