Sebanyak 11 item atau buku ditemukan

Teknik Konseling : Teori dan Penerapannya

Buku “Teknik Konseling: Teori dan Penerapannya” merupakan buku yang dirancang sebagai panduan yang komprehensif terkait teknik konseling, mulai dari konsep dasar hingga penerapannya dalam berbagai aspek. Buku ini membahas mengenai teori-teori terkait konseling, keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh konselor, hingga teknik yang modern seperti konseling yang dilakukan secara online. Buku ini disusun berdasarkan referensi ilmiah dari jurnal, riset, serta pendapat ahli sehingga mampu memberikan wawasan yang mendalam tentang berbagai pendekatan konseling seperti humanistik, behavioristik, kognitif, hingga terapi berbasis solusi. Buku ini juga membahas mengenai penerapan konseling untuk berbagai kelompok usia mulai dari anak-anak hingga lansia. Buku ini juga mendalami berbagai karakteristik dan teknik dalam konseling sehingga dapat membantu konselor dalam menghadapi konseli yang memiliki berbagai macam karakteristik dan permasalahan yang beragam. Selain itu, buku ini juga membahas mengenai teknik khusus pada konseling seperti konseling trait and factor dan terapi berbasis solusi. Pada buku ini juga dicantumkan panduan etika dan pengembangan keterampilan sehingga mampu membantu konselor dan praktisi pendidikan untuk memberikan pelayanan konseling yang baik dan maksimal. Buku ini dapat digunakan sebagai referensi bagi pada mahasiswa, konselor, dan semua orang yang ingin mempelajari dunia konseling.

... Teknik- Teknik Bimbingan Dan Konseling . Badan Penerbit UMN ( pp . 1-158 ) . Mahfud , M. ( 2016 ) . Konseling Trait And Factor Bagi Siswa yang Kesulitan dalam Memilih Program Belajar . Fikroh , 9. Teknik Konseling : Teori dan Penerapannya ...

Kewirausahaan Teori & Praktik

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1 A. Minat Berwirausaha ............................................................. 2 B. Kewirausahaan dan Perguruan Tinggi .............................. 17 C. Merintis Jiwa Wirausaha Melalui Pendidikan Tinggi ..... 32 BAB 2 KONSEP DASAR KEWIRAUSAHAAN ....................... 39 A. Makna dan Hakikat Kewirausahaan .................................. 39 B. Pengembangan Kewirausahaan ......................................... 45 C. Proyeksi Jumlah Unit Usaha Baru ...................................... 51 D. Kebijakan Pengembangan Wirausahawan Baru .............. 55 BAB 3 KARAKTERISTIK WIRAUSAHA SUKSES ................. 57 A. Karakteristik Wirausahawan (Characteristic of Enterpreneur) .......................................................................... 57 B. Karakteristik Wirausaha Sukses ......................................... 68 C. Pengertian Business Plan menurut para Ahli dan Penjelasannya.................................... ..................................... 72 D. Analisis S.W.O.T ..................................................................... 89 BAB 4 MOTIVASI DALAM KEWIRAUSAHAAN .................. 101 A. Hakikat Motivasi ................................................................... 102 B. Model Karakteristik Motivasi .............................................. 112 C. Memotivasi Anggota anggota Organisasi ......................... 116 BAB 5 KREATIVITAS DAN INOVASI KEWIRAUSAHAAN 131 A. Hakikat Pengembangan Kreatif dan Inovatif ................... 131 B. Mengembangkan Sikap Kreatif .......................................... 132 C. Mengembangkan Inovatif ................................................... 147 D. Hubungan Kreatif dengan Inovatif .................................... 154 BAB 6 KARAKTERISTIK DAN ETIKA PROFESIONAL WIRAUSAHAWAN ....................................................................... 157 A. Hakikat Karakteristik dan Etika Profesional .................... 158 B. Mengenal Karakter Wirausahawan .................................... 159 C. Etika Wirausaha .................................................................... 175 D. Wirausaha Profesional ......................................................... 182 BAB 7 PROFIL WIRAUSAHAWAN POTENSIAL DAN TANGGA MENUJU PUNCAK KARIER ................................... 187 A. Hakikat Wirausahawan Potensial ...................................... 189 B. Faktor-faktor yang Memengaruhi Kewirausahaan serta Keuntungan dan Kerugiannya ........................................... 195 C. Tangga Menuju Puncak Karier Wirausahawan ............... 200 D. Profil Wirausahawan Sukses ............................................... 201 BAB 8 PERANAN WIRAUSAHA DAN ETIKA BISNIS ........ 209 A. Peran dan Fungsi Wirausaha .............................................. 210 B. Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya ...... 213 C. Usaha Kecil dan Model Pengembangannya ..................... 217 D. Etika Bisnis ............................................................................. 222 BAB 9 MANAJEMEN STRATEGI PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN ..................................................................... 233 A. Manajemen dalam Kewirausahaan ..................................... 235 BAB 10 KEMITRAAN ANTARWIRAUSAHA ......................... 253 A. Hakikat Kemitraan ............................................................... 253 B. Pentingnya Kemitraan Antarwirausaha ............................. 262 C. Bentuk Kemitraan Antarwirausaha ................................... 267 D. Jejaring Usaha dan Negosiasi .............................................. 268

BAB 1 PENDAHULUAN ................................................................ 1 A. Minat Berwirausaha ............................................................. 2 B. Kewirausahaan dan Perguruan Tinggi .............................. ...

9 Strategi Bertanam Cabai Bebas Hama & Penyakit

Seperti halnya komoditas hortikultura yang lain, pengembangan cabai tentu tidak terlepas dari pengaruh hama dan penyakit yang menyerang. Bagaimana cara meminimalisasi serangan hama dan penyakit pada cabai? Apa saja strategi yang dapat dilakukan petani agar tanaman tetap sehat? Simak penjelasannya dalam buku ini. Semoga dapat membantu Anda dalam bertanam cabai. Selamat berkarya! -AgroMedia-

Dr. Neni Rostini, Ir. MS. ZPT Asam N-fenil ftalimat 20 WP (Nevirol 20 WP). Dosis
– 750 kg/ha. Aplikasi dilakukan saat tanaman berumur 50 dan 70 HST. Aplikasi
ZPT ini dapat meningkatkan hasil pertanaman cabai di dataran tinggi. Katalis
dengan konsentrasi 2 gram/l, diaplikasikan – setiap minggu setelah tanaman
berumur 30 HST. Katalis dapat meningkatkan hasil cabai merah sebesar 50—
150%. Delapan Dok. AgroMedia “Petani batal merugi jika berhasil mencegah
serta. 60.

Espanyol Para Indonesios - Belajar Tanpa Guru Nivel Basico

Negara-negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, hingga Spanyol kini semakin diminati para calon mahasiswa atau mahasiswa Indonesia sebagai tempat meneruskan studinya. Salah satu syarat untuk dapat berkuliah di sana adalah menguasai bahasa resmi setempat. Jika semakin banyak orang Indonesia yang bisa menguasai bahasa Inggris, yang dibuktikan dengan selalu penuhnya para peserta tes TOEFL, bagaimana halnya dengan bahasa-bahasa Eropa lainnya? Jika Anda adalah peminat belajar bahasa Spanyol atau ingin meneruskan studi negara yang menggunakan bahasa Spanyol, maka Español para Indonesios adalah seri yang tepat untuk Anda miliki. Buku ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan Anda, setidaknya dalam tataran penguasaan dasar menuju ke jenjang yang lebih resmi, untuk menguasai bahasa Spanyol. Buku ini berisikan tata bahasa, perbendaharaan kata dan contoh penggunaannya, serta soal-soal latihan dan kunci jawabannya. Ditulis oleh dosen bahasa Spanyol di Universitas Sam Ratulangi, buku ini disusun atas tema-tema esensial yang harus Anda ketahui agar Anda mudah dan semakin mahir dalam menggunakan bahasa Spanyol. ===========PEMBELIAN VERSI CETAK=========== Untuk pembelian versi cetak, silahkan kunjungi website Kesaint Blanc Book Store di bookstore.kesaintblanc.co.id Untuk informasi lebih lanjut hubungi kami: info@kesaintblanc.co.id

Penjelasan di atas berlaku untuk bahasa percakapan, sedangkan untuk tulisan
secara resmi nama orang baik ditulis ... Seperti diketahui bahwa pada abad VIII
sesudah Masehi, Spanyol dijajah bangsa Arab selama kurang lebih 8 abad ...

Global Risks and Collective Action Failures: What Can the International Community Do?

Abstract What do climate change, global financial crises, pandemics, and fragility and conflict have in common? They are all examples of global risks that can cross geographical and generational boundaries and whose mismanagement can reverse gains in development and jeopardize the well-being of generations. Managing risks such as these becomes a global public good, whose benefits also cross boundaries, providing a rationale for collective action facilitated by the international community. Yet, as many public goods, provision of global public goods suffer from collective action failures that undermine international coordination. This paper discusses the obstacles to addresing these global risks effectively, highlighting their implications for the current juncture. It claims that remaining gaps in information, resources, and capacity hamper accumulation and use of knowledge to triger appropriate action, but diverging national interests remain the key impediment to cooperation and effectiveness of global efforts, even when knowledge on the risks and their consequences are well understood. The paper argues that managing global risks requires a cohesive international community that enables its stakeholders to work collectively around common goals by facilitating sharing of knowledge, devoting resources to capacity building, and protecting the vulnerable. When some countries fail to cooperate, the international community can still forge cooperation, including by realigning incentives and demonstrating benefit from incremental steps toward full cooperation.

Economic and financial crises are clear examples of risks that can transcend
national borders in a world of tightly interconnected economic and financial
systems. While creating opportunities for international risk sharing and helping
countries ...

Can China Grow Faster? a Diagnosison the Fragmentation of the Domestic Capital Market

This paper examines possible segmentation of the internal capital market in China. We employ two standard tools from the international finance literature to analyze financial integration across Chinese provinces. Both tests confirm a similar (and somewhat surprising) picture: capital mobility within China is low! Furthermore, the degree of internal financial integration appears to have decreased, rather than increased, in the 1990s relative to the preceding period. Finally, we document that the government tends to reallocate capital from more productive regions to less productive ones. In this sense, a smaller role of the government in the financial sector might increase the rate of economic growth.

Although banks dominate the financial sector, there are recent signs of a shift
towards more market-based financial transactions. Table 1 reports the changes
in financial assets and liabilities of each institutional sector in China and between
 ...

Can Currency Demand Be Stable Under a Financial Crisis? the Case of Mexico

The paper finds strong evidence that real currency demand in Mexico remained stable throughout and after the financial crisis in Mexico. Cointegration analysis using the Johansen-Juselius technique indicates a strong cointegration relationship between real currency balances, real private consumption expenditures, and the interest rate. The dynamic model for real currency demand exhibits significant parameter constancy even after the financial crisis as indicated by a number of statistical tests. The paper concludes that the significant reduction in real currency demand under the financial crisis in Mexico could be appropriately explained by the change in the variables that historically explained the demand for real cash balances in Mexico. This result supports the Bank of Mexico’s use of a reserve money program to implement monetary policy under the financial crisis.

The potential for parameter instability increases significantly during (and possibly
after) a financial crisis were the effect of the traditional determinants of currency
demand could change and other variables could become significant (such as the
 ...