Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Perkembangan Peserta Didik Terintegrasi dengan Nilai-nilai Keislaman

Beberapa tujuan mempelajari perkembangan peserta didik, antara lain (1) mempunyai gambaran yang nyata tentang potensi peserta didik, (2) dapat mengembangkan dan menempatkan peserta didik sesuai dengan potensi, (3) dapat merespon perilaku peserta didik secara tepat, (4) membantu mengenali adanya penyimpangan yang terjadi pada diri peserta didik, (5) menentukan pendekatan, metode, dan strategi pembelajaran yang tepat, dan (6) untuk membantu memahami diri sendiri sehingga dapat berperilaku secara tepat. Buku ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan minimal para mahasiswa sebagai calon guru, serta menyediakan bahan ajar yang sesuai dengan tuntutan kurikulum. Aspek yang dikaji dalam buku ini terdiri dari tujuh bab. Bab 1 tentang hakikat perkembangan peserta didik. Bab 2 mengenai periode dan tugas perkembangan. Bab 3 tentang faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan peserta didik. Bab 4 tentang peran orang tua dalam membentuk kualitas tumbuh kembang anak. Bab 5 mengenai teori perkembangan dan implikasinya dalam pembelajaran. Bab 6 mengenai karakteristik perkembangan anak usia sekolah dasar dan pembelajaranya. Bab 7 tentang hambatan perkembangan peserta didik.

... Pendidikan Nondikotomik: Humanisme Religius sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta: Gama Media. Muhammad Irham, Novan Ardy Wiyani. 2013. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia. Mustofa, Muahammad Tabrono dan Arif. 2011 ...

Pengembangan Kecerdasan Majemuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Khasanah Islam dan Neurosains

Buku Pengembangan Kecerdasan Majemuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Khasanah Islam dan Neurosains ini membahas temuan Howard Gardner bahwa setiap manusia memiliki setidaknya sembilan jenis kecerdasan, yakni linguistik, matematis-logis, visual-spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalistik, dan kecerdasan eksistensial atau spiritual. Setiap jenis kecerdasan dibahas dalam satu bab. Kecerdasan majemuk itu sendiri merupakan kajian neurosains bidang psikologis yang dapat dimanfaatkan dalam konteks pendidikan, termasuk pendidikan anak usia dini. Jadi, tanpa membahasnya dalam perspektif neurosains, kecerdasan majemuk secara otomatis menjadi kajian neurosains. Pembahasan setiap jenis kecerdasan diperkaya dengan khasanah Islam, sehingga tidak hanya kecerdasan eksistensial atau kecerdasan spiritual yang senapas dengan Islam, melainkan seluruh jenis kecerdasan. Sekadar contoh, kecerdasan linguistik dalam pandangan Islam merupakan kecerdasan Nabi Sulaiman AS, yang dalam Al-Qur’an disebutkan mampu berkomunikasi dengan binatang, bahkan semut, jin, dan malaikat, di samping sesama manusia. Oleh karena itu, guru dan orang tua tidak boleh berpandangan bahwa anak hanya perlu dikembangkan salah satu jenis kecerdasannya yang menonjol sebab jika hanya satu jenis kecerdasan yang dikembangkan, maka anak tersebut akan menjadi kuper keilmuan. Akan tetapi, orang tua dan/atau guru juga tidak boleh terlalu ambisius untuk mengembangkan seluruh kecerdasan majemuk pada setiap anak didik dengan sama baiknya. Ambisi ini mungkin ada baiknya karena hendak menjadikan anak multitalenta, tetapi risikonya justru semua jenis kecerdasan akan gagal dikembangkan.

Buku Pengembangan Kecerdasan Majemuk dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD): Khasanah Islam dan Neurosains ini membahas temuan Howard Gardner bahwa setiap manusia memiliki setidaknya sembilan jenis kecerdasan, yakni linguistik, matematis ...