Sebanyak 2 item atau buku ditemukan

Indonesia X-Files

Mengungkap Fakta dari Kematian Bung Karno Sampai Kematian Munir

“Kamu gila. Ngelawan arus. Pulang tinggal nama entar." Begitu yang terlontar dari kolega dr. Abdul Mun’im Idries, ketika akhir 1993, dokter forensik ini berani menjadi saksi ahli kasus pembunuhan Marsinah. Kala itu, santer diyakini pejuang buruh ini dihabisi oknum militer—ketika militer paling ditakuti dengan penculikan senyapnya. Tapi berani-beraninya Mun’im mengusik tentara. Lalu, apa yang dihadapi Mun’im dan fakta apa yang ia temukan ketika harus terjun pada detik-detik mencekam Tragedi Trisakti dan Tragedi Semanggi? Bagaimana analisis forensiknya terkait pembunuhan Munir, Tragedi Tanjung Priuk, Tragedi Beutong Ateuh, dan sebagainya? Mun’im dalam buku ini membongkar arsip, membeberkan fakta-fakta mengejutkan, mengungkap sejumlah nama tabu, di samping berbagi kisah dan cara ilmiah (kedokteran) forensik dalam membongkar kriminalitas dan kejahatan di negeri ini.

Di kursi 3K, Munir memilih mi goreng. Setelah itu Munir memilih jus jeruk.
Setelah 1 jam 38 menit terbang, pesawat mendarat di Bandara Changi,
Singapura pukul 00.40 waktu setempat. Zona waktu Singapura satu jam lebih
awal ketimbang WIB. Awak kabin memberi penumpang waktu untuk jalan-jalan
atau kegiatan apa saja di Bandara Changi selama 45 menit. Karena keluar dari
pintu bisnis, Munir lebih cepat mencapai Coffee Bean. Usai singgah di kedai itu,
Munir kembali ...

Rafillus

Rafilus mati dua kali. Kemarin dia mati. Hari ini, tanpa pernah hidup kembali, dia mati lagi. Dia berkaki dua, berjalan seperti manusia biasa, akan tetapi langkah-langkah kakinya menimbulkan derap bagaikan kendaraan berat. Budi Darma meminjam suara Tiwar untuk menuliskan hidup Rafilus dan tokoh-tokoh ajaib lainnya. Budi Darma membongkar tiap sudut pikiran manusia. Menghadirkan hal-hal absurd yan gtak terpikirkan oleh kebanyakan orang. Rafilus dengan segala keunikannya menjadi cermin akan keragaman psikologis manusia—polos sekaligus kompleks. ENDORSEMENT “Dalam kisah manusia magis bernama Rafilus, niscaya kita temukan benderang mutiara-mutiara perenungan.” —Dee Lestari, penulis “Budi Darma—seorang pengarang cerdas, teliti, sekaligus ‘nakal’—menggambarkan kompleksitas dengan ketelatenan yang nyaris mengerikan.” —Intan Paramadhita, penulis “Prosa-prosa Budi Darma adalah dunia jungkir balik. Kejam, absurd, dan menakutkan.” —Nirwan Dewanto, sastrawan “Inilah novel pertama Indonesia yang nyaris sekali tidak menggunakan dialog.” —Maman S. Mahayana, kritikus sastra [Mizan, Noura Publishing, Nourabooks, Novel, Sastra, Indonesia]

Sementara Adam dan Hawa dilemparkan dari Firdaus, permusuhan di muka
bumi memang sudah terbayang. Terhadap manusia dan ular, bersabdalah
Tuhan: 'Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dengan manusia,
antara ...