Sebanyak 315 item atau buku ditemukan

Islam Sejarah Pemikiran dan Peradaban

Islam adalah sebuah agama yang barangkali paling banyak dikenal dan sekaligus paling sering disalahpahami. Meski mengaku bertuhan dan bernabi yang sama, umat Islam dewasa ini menampakkan banyak wajah yang masing-masing mengklaim sebagai representasi Islam yang paling sah. Orang pun bertanya-tanya: manakah Islam yang sesungguhnya? Buku ini kiranya hendak menjawab pertanyaan tentang hakikat Islam sebagai doktrin dan peradaban. Buku ini mengangkat isu-isu kunci seputar sosok Nabi Muhammad, al-Qur'an, hadis/sunnah, hukum/syariah, teologi/kalam, filsafat, dan tasawuf. Terkait peradaban, Rahman mengulas tentang tarekat, gerakan filsafat, perkembangan mazhab, pendidikan, gerakan pembaruan, dan perkembangan modern. Melalui buku ini, Rahman bukan hanya mengajak pembaca untuk menelusuri doktrin utama Islam dan perkembangan peradaban Muslim dari awal kelahirannya hingga kini, melainkan juga mengajukan perspektif jernih untuk membaca persoalan zaman dan agenda kerja umat Islam demi memajukan masyarakat yang beradab, etis, dan maju. “Fazlur Rahman adalah seorang guru yang mengasyikkan, lautan ilmunya seakan tanpa batas. Selama empat tahun lebih belajar dengannya di Universitas Chicago, saya benar-benar merasa tercerahkan. Karyanya dengan judul Islam ini sekarang telah menjadi klasik, dijadikan rujukan di berbagai universitas hampir di seluruh jagat.” — Ahmad Syafii Maarif “Fazlur Rahman adalah seorang sarjana yang sangat peka terhadap persoalan-persoalan kontemporer. Ia mengabdikan dirinya dengan serius dalam menjawab tantangan-tantangan zaman yang dihadapi umat.” — Mulyadhi Kartanegara [Mizan, Mizan Publishing, Mizan Pustaka, Religion, Islam, Sejarah, Pemikiran, Peradaban, Dewasa, Indonesia]

Terkait peradaban, Rahman mengulas tentang tarekat, gerakan filsafat, perkembangan mazhab, pendidikan, gerakan pembaruan, dan perkembangan modern.

Wawasan Al-Quran

Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat

Interpretation of the Koran; collected articles.

Al-Quran menggunakan kata ini untuk makna tersebut, di samping—secara majazi—di- artikannya dengan “hubungan seks”. Kata ini dalam berbagai bentuknya ditemukan sebanyak 23 kali. Secara bahasa pada mulanya kata nikah digunakan dalam arti ...

Wawasan Al-Quran

Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan Umat

Interpretation of the Koran; collected articles.

Interpretation of the Koran; collected articles.

Bulughul Maram

Panduan Lengkap Masalah Fiqih, Akhlak, dan Keutamaan Amal

Bul–ghul Marƒm berisikan kumpulan hadis yang menggambarkan keluasan harmoni kehidupan Rasulullah Saw.; hadis-hadis tentang pelbagai aspek kehidupan. [Mizan, Agama, Islam, Ibadah, fiqih, Amal]

Bul–ghul Marƒm berisikan kumpulan hadis yang menggambarkan keluasan harmoni kehidupan Rasulullah Saw.; hadis-hadis tentang pelbagai aspek kehidupan. [Mizan, Agama, Islam, Ibadah, fiqih, Amal]

Mengenal Filsafat Islam

... menyenangkan: ..., mudah dipahami, isinya mencerahkan. —Fahruddin Faiz, Dosen Filsafat Islam UIN Sunan Kalijaga, pengasuh Ngaji Filsafat Ketika kata “filsafat” disebut, terbayanglah permainan kata-kata sulit nan ruwet—kadang-kadang absurd dan mengada-ada—hanya untuk berbicara tentang soal-soal yang tidak jelas kegunaannya. Paling bagus, orang akan menganggapnya sebagai “ilmu tinggi” yang hanya dipahami oleh segelintir orang yang memiliki selera agak aneh. Kenyataannya, filsafat adalah ibu kandung perkembangan paradigma atau perkembangan dunia yang—disadari atau tidak—selalu mendasari perkembangan ilmu-ilmu. Di dalam filsafat, konsep-konsep tentang Tuhan, alam (ciptaan), manusia, etika, kebahagiaan, bahkan politik dan berbagai konsep lain yang sentral bagi kehidupan manusia diperbincangkan dan dirumuskan. Buku ini berusaha menyampaikan berbagai aspek filsafat Islam secara proporsional, ringkas, populer, dan mudah dipahami, tetapi sedapat mungkin juga cukup komprehensif dan tidak dangkal. Disampaikan secara simple dan mengalir, pembaca akan mendapati pandangan-pandangan segar. Prakata Mengapa saya menulis buku Mengenal Filsafat Islam (juga buku Mengenal Tasawuf, dan mungkin juga buku-buku ringkas yang lain)? Pertama, memang saya bukan ahli filsafat Islam. Saya memang pernah kuliah di S-2 IAIN Syarif Hidayatullah. Saya pun kemudian belajar filsafat Islam ketika mengambil gelar master saya dari Center for Middle Eastern Study Harvard University, dan melanjutkannya dalam studi S-3 saya. Tetapi, terlalu banyak yang saya belum tahu, beberapa di antaranya malah isu-isu yang mendasar, dari induk segala ilmu ini. Juga, betapapun besarnya manfaat yang saya peroleh dari institusi-institusi ini, dan betapapun sudah sejak muda saya tertarik pada studi agama, keterlibatan akademik saya di bidang ini datang terlambat. Minat dan studi saya pada filsafat Islam apalagi. Ia malah benar-benar baru mampir ke dalam diri saya pada saat saya memulai kuliah di S-2 IAIN itu. (Dan untuk ini, ungkapan terima kasih perlu pertama kali saya sampaikan kepada Allâh yarham Bapak Prof. Dr. Harun Nasution yang, lewat kuliah Pengantar Filsafat Islam dan kengototannya kepada disiplin keislaman yang satu ini, telah menyemaikan minat saya di bidang ini.) Kedua, Anda mungkin tak segera percaya, memang amat besar keyakinan saya akan pentingnya filsafat dikembangkan—persisnya dikembalikan lagi—di pangkuan peradaban Islam. Argumentasi saya mengenai hal ini saya paparkan secara panjang lebar dalam beberapa bab buku ini. Saya berharap, lewat buku yang ringkas dan populer—tentang ilmu yang ditakuti kebanyakan orang ini—di samping lewat seminar-seminar dan kursus-kursus yang sebagiannya saya ikut terlibat di dalamnya—kecintaan orang kepadanya akan tumbuh. Karena, seperti akan dapat dibaca, filsafat Islam bukanlah suatu bid‘ah yang bisa menyesatkan. Filsafat Islam, setidak-tidaknya menurut saya, berangkat dari jantung peradaban Islam. Kemudian, jika bisa diungkapkan secara populer, rasa takut akan kesulitan mempelajarinya akan bisa dikurangi. Saya yakin bahwa citra kesulitan filsafat sesungguhnya muncul karena filsafat, setidak-tidaknya selama beberapa abad belakangan ini, diasingkan dari peradaban Islam. Padahal, jika saja ia diajarkan sejak dini sebagaimana ilmu-ilmu yang lain, ia akan tampil sama sulit—atau sama mudah—dibanding ilmu-ilmu lain itu Saya, after all, selalu memandang diri saya sebagai seorang pekerja/aktivis di bidang filsafat Islam. Kalau keinginan saya untuk menimbulkan minat kaum Muslim terhadap filsafat dapat menciptakan hasil sesedikit apa pun, kiranya saya memandang tugas saya sudah tertunaikan. Biarlah nantinya menjadi tugas generasi baru yang lebih berkualitas untuk benar-benar bisa mengembangkan filsafat Islam ke tingkat yang lebih jauh. Sedikit catatan perlu saya berikan mengenai makna filsafat Islam yang saya pergunakan dalam buku ini. Meski sebenarnya suatu garis yang tajam tak bisa ditarik, istilah filsafat Islam yang dipergunakan dalam buku ini dibatasi pada makna tradisionalnya. Yakni, filsafat Islam peripatetik (masysyâ’iyyah), iluminisme (isyrâqiyyah), dan transendentalisme (teosofi transenden atau al­hikmah al­muta‘âliyah) seperti akan dibahas dalam Bab 6. Kiranya juga perlu ditegaskan bahwa, di luar rangkaian filsafat Islam “tradisional” yang dibahas dalam buku ini, masih terdapat pemikiran-pemikiran yang sama layaknya untuk dimasukkan ke dalam pembahasan filsafat Islam, yang seringkas ini sekalipun. Termasuk di dalamnya pemikiran para filosof yang biasa disebut sebagai “minor philosophers”, seperti Abu Al-Barakat Al-Baghdadi, Abu Al-Hasan Al-‘Amiri, dan Abu Sulaiman Al-Sijistani—di samping juga Syah Waliyullah Al-Dahlawi, Syaikh Ahmad Sirhindi, dan banyak lagi filosof Muslim yang lain. Sifat-ringkas buku ini dan, terutama, keterbatasan pengetahuan penulislah yang menghalangi pemuatannya ke dalam buku ini. (Khusus tentang orang-orang yang disebut sebagai “minor philosophers” ini, saya hendak mengajak para pembaca yang berminat untuk menikmati uraian rekan saya, Sdr. Mulyadhi Kartanegara yang memang secara khusus mempelajari pemikiran-pemikiran mereka.1) Satu catatan pengantar lain perlu juga saya berikan di sini. Sebagaimana lazimnya, filsafat Islam juga dibagi ke dalam dua bagian besar: filsafat teoretis (al-­hikmah al-­nazhariyyah) dan filsafat praktis (al-­hikmah al­‘amaliyyah). Filsafat teoretis berurusan dengan segala sesuatu sebagaimana adanya. Dengan kata lain, ia berupaya mengetahui hakikat segala sesuatu, yakni sifat-sifat atau ciri-ciri yang menjadikan sesuatu menjadi sesuatu itu. Bukan tidak pada tempatnya jika di sini, untuk menjelaskan hal ini, saya kutipkan doa Rasulullah agar Allah “mengaruniakan pengetahuan tentang segala sesuatu (asy­yâ’) sebagaimana adanya (ka mâ hiya)”. Termasuk dalam bidang kajian filsafat teoretis ini adalah ontologi (kajian tentang “ada” [wujud]) dan epistemologi (kajian tentang sumber-sumber, batas-batas, dan cara-cara memperoleh pengetahuan). Sedangkan filsafat praktis mempelajari sesuatu sebagaimana seharusnya, berangkat dari pemahaman tentang segala sesuatu sebagaimana adanya. Yang (secara tradisional) termasuk di dalam lingkup filsafat praktis ini adalah etika, politik, dan ekonomi. Versi lain, yang lebih tradisional, membagi filsafat teoretis ke dalam kotak-kotak fisika (thabî‘iyyah) yang mempelajari segala sesuatu yang mengambil ruang dan bergerak (dalam waktu), dan metafisika yang mempelajari segala sesuatu yang berada di balik fisika (meta ta phusyka atau mâ ba‘d al­thabî‘ah). Namun, untuk keperluan praktis, pengantar ringkas terhadap filsafat Islam ini akan mengikuti pembagian filsafat teoretis menurut taksonomi modern, yakni sepanjang bidang ontologis dan epistemologis. Selebihnya, dua judul akan didedikasikan khusus untuk memaparkan secara ringkas filsafat etika dan politik Islam, sebagai dua menu filsafat praktis. Kini tiba giliran saya untuk menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan saya yang membantu perwujudan buku ini, termasuk Alm. Sdr. Hernowo—sobat saya—dan Sdri. Dwi Irawati yang dengan penuh ketelitian, kecermatan, dan kesabaran menata bagian-bagian yang masih terserak dan kurang lengkap di sana-sini hingga menjadi buku yang utuh seperti yang ada di tangan pembaca ini. Juga kepada Sdr. Baiquni, rekan kerja saya, seorang editor andal, yang telah meneliti dan melengkapi berbagai kekurangsempurnaan buku ini. Akhirnya, rasa terima kasih saya kepada kedua orangtua saya—guru-guru pertama saya, sampai kapan pun—istri saya dan anak-anak saya yang, selain juga selalu menjadi sumber atau setidak-tidaknya cermin untuk memantulkan banyak kebijaksanaan, telah memberikan ruang yang cukup bagi saya untuk bisa melahirkan karya ini dan karya-karya lain saya, betapapun sederhananya. Semoga Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang tak henti memberikan ampun, penjagaan, dan petunjuk-Nya bagi kebahagiaan mereka semua, sekarang dan kelak. Dan semoga Allah Swt. mencatat buku penuh kekurangan ini sebagai amal saya di jalan-Nya. Bagi Anda, para pembaca yang budiman, saya hanya meminta Anda memaafkan kekurangan-kekurangan—yang tentu tak sedikit—dalam buku ini, dan selanjutnya melayangkan saran dan kritik sebagai bahan untuk memperbaikinya. Dan untuk itu semua, saya sampaikan tak terhingga terima kasih. Jazâkumul­Lâhu khairan katsîrâ. Kamar 3B, Klinik Sumber Sejahtera, Jakarta (12 Januari 2003) Haidar Bagir [Mizan, Mizan Publishing, Filsafat, Religi, Agama, Islam, Filosofi, Philosophy, Indonesia]

Disampaikan secara simple dan mengalir, pembaca akan mendapati pandangan-pandangan segar. Prakata Mengapa saya menulis buku Mengenal Filsafat Islam (juga buku Mengenal Tasawuf, dan mungkin juga buku-buku ringkas yang lain)?

Manajemen Apresiatif

Pentingnya Keutamaan Mencari Keunggulan daripada Kelemahan

Selama ini wacana yang sering mendominasi kita adalah berita-berita mengenai konflik politik, korupsi, pemutarbalikan fakta dengan opini, gosip selebritas dan tokoh masyarakat, bahkan perbuatan asusila. Keadaan ini menyebarkan suasana psikologis berupa kebingungan, kekesalan, stres, apatisme, dan ketidakpercayaan. [Mizan, Kaifa, Manajemen, Motivasi, Inspirasi, Indonesia]

Untuk pembinaan kader dan perbaikan pelayanan berkelanjutan, DD sejak
tahun 1999 juga mengembangkan Institut Manajemen Zakat (IMZ) untuk
meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik untuk stafnya, maupun
untuklembaga ...

Islamofobia : Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat

Tersedia pada Rak Koleksi Lantai 1

  • ISBN 10 : 9786024410551
  • Judul : Islamofobia : Melacak Akar Ketakutan terhadap Islam di Dunia Barat
  • Pengarang : None,  
  • Kategori : sejarah islam
  • Penerbit : Mizan Pustaka
  • Klasifikasi : 2X9
  • Call Number : 2X9 NON i
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : cet 1
  • Penaklikan : 349 hlm.; 23 cm
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 349
  • Ketersediaan :
    0001.22001051
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001050
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001049
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001048
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001047
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001046
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001045
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.22001044
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Spritual Management

From Personal Enligtenment Towards God Corporate Governance

Tersedia Dirak Lantai 1

  • ISBN 13 : 9789794335093
  • ISBN 10 : 9789794335093
  • Judul : Spritual Management
  • Sub Judul : From Personal Enligtenment Towards God Corporate Governance
  • Pengarang : Sanerya Hendrawan,  
  • Kategori : Manajemen
  • Penerbit : Mizan
  • Klasifikasi : 658
  • Call Number : 658 SAN s
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet ke-1
  • Penaklikan : 277 hlm .; 23 cm
  • Tahun : 2009
  • Halaman : 277
  • Ketersediaan :
    0001.21901966
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901965
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901964
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901963
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901962
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901961
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901960
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901959
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901958
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21901957
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar

Tafsir Al Amin : Bedah Surah Al-Fatihah

  • ISBN 13 : 9786020875378
  • ISBN 10 : 9786020875378
  • Judul : Tafsir Al Amin : Bedah Surah Al-Fatihah
  • Pengarang : Muhammad Amin Suma,  
  • Kategori : Tafsir Qur'an
  • Penerbit : Mizan
  • Klasifikasi : 2x1.3
  • Call Number : 2x1.3 MUH t
  • Bahasa : Indonesia
  • Edisi : Cet.1
  • Penaklikan : xii, 151 hlm,; 24 cm
  • Tahun : 2018
  • Halaman : 151
  • Ketersediaan :
    0001.21801834
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801833
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801832
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801831
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801830
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801829
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801828
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801827
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801826
    (PNJ-001-00115797) Dipinjam sampai 11-05-2020 pada Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar
    0001.21801825
    Tersedia di Perpustakaan Utama UIN Mahmud Yunus Batusangkar