Sebanyak 34 item atau buku ditemukan

50 Tanya Jawab tentang Pers

Peranan pers semakin menentukan bagi perjalanan bangsa di berbagai bidang. Tapi sejauh ini masih ada banyak salah paham tentang pers di berbagai kalangan, termasuk di kalangan pers sendiri, sehingga menimbulkan hal-hal yang kontraproduktif, mulai dari pemberitaan tidak etis sampai kekerasan dan pemidanaan terhadap wartawan. Lima puluh tanya-jawab dalam buku ini membahas masalah-masalah yang kerap muncul antara pers dengan figur publik, pemerintah, masyarakat, dan lainnya, berikut penjelasannya berdasarkan UU Pers, Kode Etik Jurnalistik, dan prinsip-prinsip jurnalisme. Bagi siapapun yang berinteraksi dengan pers, tanya-jawab dalam buku ini bisa menjadi panduan untuk menghadapi dan memahami pers. Dahlan Iskan, Menteri BUMN “Lugas, kontekstual, dan mudah dipahami, buku ini perlu dibaca pejabat publik yang sering berurusan dengan pers.” Tantowi Yahya, Anggota DPR “Buku ini terbit dalam momentum yang tepat, ketika persoalan yang menyangkut pers terus mengemuka dan semakin mendapat perhatian.” Ahmad Dhani, Musisi “Dengan membaca buku ini, saya menjadi paham hak-hak saya di hadapan pers. Buku panduan yang wajib dibaca artis-selebritas.” Ade Armando, Akademisi “Dengan latar belakangnya yang kaya, Agus Sudibyo menjelaskan banyak persoalan terkait pers. Dari soal privasi, berita berimbang, surat pembaca, sampai soal amplop buat wartawan. Enak dibaca dan mencerahkan!”

Buku panduan yang wajib dibaca artis-selebritas.” Ade Armando, Akademisi “Dengan latar belakangnya yang kaya, Agus Sudibyo menjelaskan banyak persoalan terkait pers.

9 dari 10 kata bahasa Indonesia adalah asing

Foreign words and phrases in the Indonesian language ; collection of articles previously published in Amanah, Tiara, and Jakarta-Jakarta.

Foreign words and phrases in the Indonesian language ; collection of articles previously published in Amanah, Tiara, and Jakarta-Jakarta.

Sejarah Masyarakat Tionghoa Makassar

Buku ini selain menyuguhkan sejarah masyarakat Tionghoa Makassar yang selama ini baru sedikit mendapat perhatian dalam studi sejarah, juga merupakan studi pertama yang menyusun sejarah Tionghoa di Makassar secara global dari abad ke-17 hingga ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa di Makassar ternyata meninggalkan kekayaan jejak sejarah yang tersebar luas mulai dari koleksi arsip kolonial, laporan-laporan pelancong Eropa, pers Melayu-Tionghoa hingga peninggalan sejarah dari kalangan Tionghoa sendiri, baik yang tersimpan di rumah-rumah ibadah ataupun catatan silsilah keluarga milik mereka. Masyarakat Tionghoa di Makassar menonjol dengan kekayaan budayanya yang sangat dipengaruhi oleh budaya setempat, sembari tetap mempertahankan budaya leluhur mereka. Namun di sisi lain, mereka juga mampu membangun jaringan yang tangguh dengan kota-kota dagang penting di Nusantara hingga Singapura. Secara ringkas buku ini membawa kita melihat sejarah masyarakat Tionghoa di Makassar yang heterogen dan kompleks.

Baik di darat maupun dalam jung, mereka membakar tanpa henti lilin dan dupa
di depan patung ini; pada malah hari, mereka membakar uang kertas di depan
kapel ini. “Uang Kertas” yang disinggung oleh Stavorinus ini adalah uang dari ...

Demokrasi Muka Dua

"DEMOKRATISASI di Indonesia pasca-Reformasi 1998 telah memperoleh pengakuan dan pujian dari dunia internasional. Indonesia pun disanjung-sanjung sebagai negara demokratis terbesar ketiga di dunia. Kendati demikian, kehidupan demokrasi saat ini masih diwarnai berbagai masalah akut seperti korupsi, politik dinasti, atau politik kartel. Semua ini merebak luas bersamaan dengan desentralisasi dan otonomi daerah. Melalui analisis mendalam atas seluk-beluk pemilihan kepala daerah langsung (Pilkada) yang telah berlangsung sejak 2005, buku ini memaparkan dua perspektif—neo-institusionalis yang optimistik dan relasi kuasa yang kurang optimistik—dalam memahampersoalan tersebut. Penulis juga memberi sudut pandang yang lebih komprehensif untuk menjembatani kedua perspektif tersebut. Buku ini merupakan literatur yang baik bagi pembaca yang ingin memahami demokrasi Indonesia. *** “Buku ini merupakan usaha untuk menelaah ulang demokrasi di Indonesia, khususnya dari sudut pandang pertarungan politik di sekitar pemilihan kepala daerah (Pilkada). Penulis berupaya memberikan perspektif yang dibentuk lewat eksplorasi berbagai teori ilmu sosial mengenai kekuasaan dan konflik sosial. Dalam hal ini, ia memberikan sumbangan yang agak ‘beda’ dari sebagian penulis yang cenderung hanya menawarkan deskripsi tentang seluk-beluk pertarungan Pilkada. Sebagai upaya memadukan teori sosial dengan analisis empiris, buku ini patut didukung.” -- Vedi Hadiz, Professor of Asian Studies, Asia Institute, The University of Melbourne"

"DEMOKRATISASI di Indonesia pasca-Reformasi 1998 telah memperoleh pengakuan dan pujian dari dunia internasional.

Kepulauan Kangean: Sebuah Penelitian Terpadu

Kepulauan Kangean adalah daerah paling timur di Kabupaten Sumenep, malah daerah paling timur pula di Provinsi Jawa Timur. Meskipun terletak di sekitar pusat geogra?s Indonesia, kepulauan terpencil ini jarang sekali menarik perhatian para ilmuwan. Dalam kumpulan tulisan ini, disajikan beberapa hasil penelitian tentang Kepulauan Kangean dari sudut pandang visi pembangunan yang berkelanjutan. Terdapat artikel tentang berbagai bidang ilmu: geogra?, geo?sika, sejarah, bahasa, pendidikan, ekonomi, antropologi, dan biologi kelautan, dengan tujuan menghasilkan gambaran holistis tentang Kepulauan Kangean. Hasil penelitian mengenai suatu wilayah yang relatif kecil diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam merancang pembangunan masa depan, sekaligus merupakan contoh tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di berbagai kepulauan terpencil di Indonesia. Penelitian terapan untuk pembangunan ini dilaksanakan dalam rangka kerjasama ilmiah lintas disiplin bertaraf internasional. Tim peneliti terdiri dari sejumlah ilmuwan dan mahasiswa S3 dari Indonesia dan dari Prancis dalam jumlah yang seimbang. Mereka bekerjasama baik di lapangan maupun di laboratoriumnya masing-masing. Tukar pendapat dan pengalaman di antara mereka tidak terbatas pada kerangka suatu disiplin ilmu tertentu, tetapi juga antar disiplin, bahkan sering terjadi secara spontan, karena tantangan pembangunan tidak dapat dipecahkan dari satu sudut pandang saja.

Tindakan-tindakan yang ditujukan kepada siswa : - Peminjaman gratis buku-
buku pelajaran (sekurangnya satu buku untuk dua siswa) - Mempromosikan
kegiatan membaca oleh perpustakaan kecil sekolah atau desa. Perpustakaan
keliling ...

Kerajaan Bima dalam sastra dan sejarah

History of Bima Sultanate in Malay literatures from Bima.

B 3 PELANTIKAN RAJA BICARA ABDUL NABI (Bo' Sangaji Kai, hlm. naskah 11;
Chambert-Loir & Salahuddin 1999, hlm. 443)277 Hijrat al-Nabi salla'llahu 'alaihi
wa sallama seribu dua ratus sepuluh enam tahun, tahun [Ba]278, pada dualapan
hari bulan Safar hari Jumat279 waktu asar, tatkala itulah Yangdipertuan Kita Sri
Sultan Abdul Hamid menggelarkan paduka Raja Tureli Donggo berismu Abdul
Nabi menjadi Raja Bicara. Maka adapun perkakas dan perhiasannya Mboda ...

Seni & Mengoleksi Seni: Kumpulan Tulisan

Oei Hong Djien, kolektor seni rupa terkemuka Indonesia asal Magelang, Jawa Tengah, itu, ternyata juga menulis. Sejak 1990 sampai sekarang, atau lebih dari 20 tahun, dia membuat banyak catatan. Sebagian besar untuk pengantar katalog pameran, sebagian lagi berupa naskah pidato, ceramah, atau diskusi. Sebagian lain merupakan artikel untuk katalog balai lelang, majalah, atau buku. Tulisan-tulisan OHD, begitu namanya kerap disingkat, dirangkum menjadi buku Seni dan Mengoleksi Seni ini. Perhatiannya cukup luas: mulai dari para seniman modern the old masters, seniman muda kontemporer, pasar, lelang, dunia koleksi, hingga hubungan seni dengan masyarakat. Dengan gaya to the point, bertutur, dan bersahaja, dia mengajak kita untuk memasuki alam pemikiran seorang kolektor. Buku ini menawarkan serangkaian argumentasi di balik aktivitas mengoleksi lukisan, patung, drawing, atau instalasi. Argumentasi diperlukan untuk membangun dunia koleksi di Indonesia yang lebih bertanggung jawab, menghargai sejarah, dan demi memajukan seni rupa itu sendiri. Bukan sembarang memburu karya seni hanya demi menumpuk investasi, mengeruk keuntungan instan, atau ikut-ikutan lantaran terpikat gunjingan. Kehadiran buku ini melengkapi hasrat OHD untuk berbagi, setelah sebelumnya membeli sekitar 2.000 karya seni, membangun museum, berbicara di banyak forum, dan memamerkan koleksinya kepada publik. Melalui buku ini, publik berkesempatan untuk menyimak pengalaman, gagasan, pergaulan dengan seniman, dan persentuhannya dengan karya seni sejak 1960-an. Ini adalah sumbangan berharga untuk memperkaya pengetahuan tentang seni rupa Indonesia.

Oei Hong Djien, kolektor seni rupa terkemuka Indonesia asal Magelang, Jawa Tengah, itu, ternyata juga menulis.

Belajar Huruf Hijaiyah dengan 28 Dongeng Binatang

"“Aku masih ngantuk. Kenapa, sih, kita harus sholat subuh?” tanya Bako si sapi. Lain lagi dengan kisah Khiro, si domba. Ia tak suka bulunya dicukur untuk dijadikan selimut buat anak-anak panti asuhan. “Kenapa kita harus mengasihi anak-anak yatim piatu? Aku tak pernah minta apa-apa dari mereka, kenapa harus membantu mereka?” dalih Khiro. membuang sampah di sungai. “Bukan urusanku ini,” pikirnya. Eh, siapa sangka, banjir lalu melanda! Lalu, apa yang terjadi pada Bako, Khiro, dan Hudi, ya? seru mereka. Cerita-cerita itu ditulis berdasarkan ayat Al Quran dan hadits. Ada permainan serunya juga, lo! Semua dilengkapi dengan ilustrasi yang lucu dan penuh warna. Kamu bisa belajar tentang 28 huruf hijaiyah sambil membaca cerita-cerita Kalau Hudi, si burung hud-hud, diam saja saat melihat teman-temannya Selain tiga cerita tentang mereka, masih ada 25 cerita seru lainnya. Uniknya, nama semua tokoh cerita di sini diawali dengan huruf hijaiyah. Kenalan dengan Para Penulis, Yuk! Kak Dian dan Kak Tethy adalah dua penulis yang sudah sering berkolaborasi. Selain buku ini, mereka sudah menulis 3 jilid Komik Cerita Rakyat Indonesia dan buku-buku lainnya yang akan segera terbit. Kalau mau kenalan, add FB Kak Dian didiankrist@yahoo.com atau follow twitter-nya di @diankrist dan hubungi Kak Tethy di ezokanzo.blogdetik.com. Selamat membaca!"

Uniknya, nama semua tokoh cerita di sini diawali dengan huruf hijaiyah. Kenalan dengan Para Penulis, Yuk! Kak Dian dan Kak Tethy adalah dua penulis yang sudah sering berkolaborasi.