Sebanyak 9 item atau buku ditemukan

KONSELING LINTAS BUDAYA

Budaya dipelajari dengan berbagai cara dan dari sumber yang berbeda. Pada umumnya, budaya itu disebarkan secara tidak sadar melalui observasi dan imitasi. Berbicara budaya, tak terlepas dari komunikasi. Tidak ada batasan antara budaya dan komunikasi sehingga ada istilah “Budaya adalah komunikasi dan komunikasi adalah budaya”. Hal ini karena ketika Anda mempelajari budaya Anda melalui komunikasi dan pada saat yang sama komunikasi merupakan refleksi budaya Anda. Memahami budaya, keunikan klien merupakan langkah awal bagi konselor untuk melakukan konseling. Konseling lintas budaya memiliki arti hubungan konseling pada budaya yang berbeda antara konselor dan klien. Dalam praktik sehari-hari, konselor tentunya akan berhadapan dengan klien yang berbeda latar belakang sosial budayanya. Perbedaan budaya itu bisa mengenai nilai-nilai, keyakinan, perilaku, dan sebagainya. Perbedaan ini muncul karena antara konselor dan klien berasal dari budaya yang berbeda. Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.

Penyusunan bahan ajar konseling lintas budaya ini untuk memfasilitasi calon konselor untuk mempelajari, mendalami serta meningkatkan kemampuan dalam menyelenggarakan hubungan konseling pada budaya yang berbeda.

PRAKTIK PEMAHAMAN INDIVIDU

Seorang konselor mempunyai tanggung jawab untuk membantu konseli agar dapat berkembang secara optimal. Untuk dapat memahami individu atau peserta didik dengan sebaik-baiknya, seorang konselor perlu melakukan pengumpulan data atau asesmen (assessment) yang lengkap dan akurat tentang individu tersebut. Dalam konteks pendidikan, pada umumnya dibutuhkan data atau informasi, diantaranya identitas pribadi, data tentang keluarga, riwayat pendidikan, data tentang kesehatan dan jasmani, data tentang kecerdasan, bakat dan minat, kegiatan di luar sekolah serta ciri kepribadian seperti sifat karakter, corak kehidupan emosional, nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi, kadar pergaulan sosial, sikap dalam menghadapi permasalahan dan sebagainya. Seluruh aspek tersebut diperoleh melalui bantuan teknik, metode dan cara yang dikembangkan oleh konselor melalui masing-masing media pemeriksaan psikologis dalam proses asesmen, baik menggunakan teknik non tes seperti observasi, wawancara, DCM dan sebagainya maupun menggunakan teknik tes seperti tes inteligensi, bakat dan minat. Buku pedoman praktik pemahaman individu menyajikan konsep dari masing-masing alat ukur, menguraikan prosedur, tahapan-tahapan dalam melakukan praktik pemahaman individu, dan pedoman dalam menyusun laporan praktikum, baik praktik teknik non tes maupun teknik tes. Harapannya, buku ini akan membantu mahasiswa dalam memenuhi tugas-tugas akademik yang berkaitan dengan pengumpulan data (assessment) bagi individu.

Buku pedoman praktik pemahaman individu menyajikan konsep dari masing-masing alat ukur, menguraikan prosedur, tahapan-tahapan dalam melakukan praktik pemahaman individu, dan pedoman dalam menyusun laporan praktikum, baik praktik teknik non ...

DASAR-DASAR KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan bukan lagi sekedar tren, melainkan telah menjadi kebutuhan. Juga bukan merupakan ilmu ajaib yang mendatangkan uang dalam waktu yang singkat, melainkan kewirausahaan merupakan sebuah ilmu, seni, dan keterampilan untuk mengelola semua keterbatasan sumber daya, informasi, dan dana yang ada guna mempertahankan hidup, atau mencari nafkah. Buku ini akan membekali pembaca sebagai panduan untuk berwirausaha. Juga sebagai referensi bagi mahasiswa pada mata kuliah kewirausahaan yang tidak hanya disajikan secara teoritis, namun diikuti dengan aplikasi secara praktis. Secara sistematis buku ini menyajikan konsep dasar kewirausahaan, inovasi dalam berwirausaha, jalan menuju wirausaha sukses, strategi pemasaran, dan ditutup dengan kegiatan praktik bersama mengelola usaha.

Secara sistematis buku ini menyajikan konsep dasar kewirausahaan, inovasi dalam berwirausaha, jalan menuju wirausaha sukses, strategi pemasaran, dan ditutup dengan kegiatan praktik bersama mengelola usaha.

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA

DI SEKOLAH DASAR KELAS TINGGI

Materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD masih jarang ditemui dilingkungan perguruan tinggi, khususnya pembelajaran dikelas tinggi yakni kelas 4 sampai kelas 6. Materi pembelajaran bahasa Indonesia masih bersifat umum. Sehingga dalam praktiknya mahasiswa menerapkan metode dan model sama dengan mata pelajaran yang lain. Dengan adanya kurikulum 2013 bahasa Indonesia menjadi penghela mata pelajaran lain dengan menerapkan pendekatan saintifik dan menggabungkan empat keterampilan berbahasa. Buku ini menjelaskan tentang karakteristik pembelajaran dikelas tinggi. Pendekatan, metode dan strategi mejnelaskan tentang berbagai metode yang sesuai dengan kelas tinggi baik itu metode membaca, misalnya SQ3R, KWL dan lainnya atau metode menulis, misalnya metode menulis kolaboratif untuk kelas 4 sampai kelas 6. Selanjutnya diberikan contoh materi di kelas tinggi, ruang lingkup materi bahasa Indonesia baik dalam KTSP maupun kurikulum 2013, wujud keterampilan berbahasa dan contoh-contoh penilaian dan rubriknya. Dengan buku ini diharapkan dapat membantu menghadapi permasalahan pembelajaran khususnya bagi SD di kelas tinggi dengan menerapkan pendekatan, metode dan strategi yang sesuai.

Materi pembelajaran Bahasa Indonesia di SD masih jarang ditemui dilingkungan perguruan tinggi, khususnya pembelajaran dikelas tinggi yakni kelas 4 sampai kelas 6. Materi pembelajaran bahasa Indonesia masih bersifat umum.

PEDOMAN PRAKTIKUM PRAKTIK BIMBINGAN DAN KONSELING PRIBADI SOSIAL

Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dan merupakan prasyarat bagi pemrograman mata kuliah PPL BK Mikro. Mata kuliah Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan kegiatan pemberian pengalaman latihan terstruktur kepada mahasiswa tentang cara memberikan layanan Bimbingan dan Konseling bidang Pribadi-Sosial kepada konseli. Kegiatan praktikum dilakukan di ruang laboratorium program studi Bimbingan dan Konseling. Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial sebagai kegiatan praktik mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dimulai dengan memberikan latihan terstruktur kepada mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan menyusun instrumen need assessment. Hasil analisis data dari instrumen need assessment yang telah diperoleh dari responden digunakan sebagai dasar latihan terstruktur penyusunan Program Semester Layanan Bimbingan dan Konseling. Selanjutnya mahasiswa melakukan latihan terstruktur menyusun rencana pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling (RPL BK) untuk layanan bimbingan dan konseling bidang pribadi dan sosial. Berdasarkan RPL BK yang telah disusun akan digunakan sebagai dasar melaksanakan layanan bimbingan dan konseling dengan menerapkan berbagai jenis layanan yang ada, misalnya layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok, konseling individu dan sebagainya

Praktik Bimbingan dan Konseling Pribadi-Sosial merupakan mata kuliah wajib bagi seluruh mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling dan merupakan prasyarat bagi pemrograman mata kuliah PPL BK Mikro.

BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH DASAR

Buku bimbingan dan konseling ini mengupas tentang bimbingan dan konseling pribadi, sosial, belajar, dan karir di sekolah dasar. Tujuannya adalah membantu mengembangkan potensi dan mendampingi perkembangan peserta didik di sekolah dasar

Buku bimbingan dan konseling ini mengupas tentang bimbingan dan konseling pribadi, sosial, belajar, dan karir di sekolah dasar. Tujuannya adalah membantu mengembangkan potensi dan mendampingi perkembangan peserta didik di sekolah dasar

BIMBINGAN KONSELING PRIBADI SOSIAL

Manusia merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupan manusia selalu ditandai dengan pergaulan antarmanusia. Hubungan manusia dengan manusia lain merupakan hakikat hidup bermasyarakat. Manusia tidak akan dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Keseharian kehidupan individu terus menerus bertemu dengan orang lain, bekerja sama dengan mereka, mengikuti mereka, menyakiti mereka atau bahkan mengabaikan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa individu tak akan terlepas dari berinteraksi dengan individu lainnya. Buku ini mengulas tentang konsep dasar BK Pribadi Sosial, diri dalam dunia sosial, permasalahan-permasalahan pribadi sosial, dan strategi pengembangan pribadi sosial. Selamat membaca

Manusia merupakan makhluk sosial, karena itu kehidupan manusia selalu ditandai dengan pergaulan antarmanusia.

SURVEY PERMASALAHAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Buku dengan judul “Survey Permasalahan Bimbingan & Konseling” ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa dan sebagai penunjang mata kuliah Survey Permasalahan Bimbingan dan Konseling. Penelitian survey merupakan metode yang sering digunakan dalam ilmu sosial untuk membantu melakukan pengamatan terhadap suatu fenomena sosial. Dalam pembahasan ini hanya akan dibahas mengenai survey khususnya permasalahan terkait bidang bimbingan dan konseling. Buku ini, mengupas tentang konsep dasar survey, desain survey, proses penelitian survey, masalah, pengumpulan data beserta penulisan laporannya. Selamat membaca.

Buku dengan judul “Survey Permasalahan Bimbingan & Konseling” ini disusun dalam rangka memenuhi kebutuhan mahasiswa dan sebagai penunjang mata kuliah Survey Permasalahan Bimbingan dan Konseling.

EVALUASI PENDIDIKAN

Evaluasi memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran. Melalui evaluasi yang komprehensif akan dapat diketahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Untuk itu, pengetahuan tentang evaluasi pendidikan menjadi mutlak diperlukan bagi guru, calon guru, dan praktisi pendidikan. Seiring tuntutan kompetensi yang harus dikuasai siswa, diperlukan juga variasi dalam melakukan evaluasi. Buku ini selain menyajikan kajian teoretis tentang evaluasi, penilaian, pengukuran juga membahas berbagai macam bentuk penilaian yang secara aplikatif digunakan dalam proses pembelajaran. Variasi model penilaian, seperti: portofolio, penilaian proyek, penilaian sikap, penilaian unjuk kerja, dan penilaian diri disajikan tidak hanya secara teoretis tapi juga aplikatif dengan disertai contoh instrumen.

Untuk itu, pengetahuan tentang evaluasi pendidikan menjadi mutlak diperlukan bagi guru, calon guru, dan praktisi pendidikan. Seiring tuntutan kompetensi yang harus dikuasai siswa, diperlukan juga variasi dalam melakukan evaluasi.