Sebanyak 282 item atau buku ditemukan

Etika Profesi

Buku ini disusun untuk mengetahui, memahami dan memperluas pengetahuan tentang etika dalam profesi. Buku ini sangat berguna untuk membantu wawasan bagi mahasiswa, aparatur pemerintah, pemerhati pendidikan, dan pekerja dalam memberikan pelayanan pendidikan. Buku ini terbangun atas tujuh pembahasan, yaitu: Bab 1 Konsep Dasar Etika Profesi Bab 2 Kode Etik Profesi Bab 3 Etika dan Moral Bab 4 Manusia Pengembang Profesi Bab 5 Kode Etik Profesi Konselor Bab 6 Etika Profesi Pendidik Bab 7 Etika Profesi Statistikawan Bab 8 Etika Profes Interpreter Bab 9 Etika Profesi Engineering

Buku ini terbangun atas tujuh pembahasan, yaitu: Bab 1 Konsep Dasar Etika Profesi Bab 2 Kode Etik Profesi Bab 3 Etika dan Moral Bab 4 Manusia Pengembang Profesi Bab 5 Kode Etik Profesi Konselor Bab 6 Etika Profesi Pendidik Bab 7 Etika ...

Pemahaman Individu Teknik Nontes

Buku ini menyajikan berbagai metode yang dapat dipergunakan para praktisi psikologi untuk melakukan asesmen terhadap sosok individu dengan teknik non-tes. Diantara tema utama buku ini adalah: Inventarisasi Data Pribadi; Metode Observasi; Metode invenstori dan daftar cek masalah; Metode kuisioner; Metode wawancara; Metode sosiometri; Metode dokumentasi; Metode biografis; Metode pemeriksaan fisik dan kesehatan; Metode home visit; Metode konferensi kasus; Metode studi kasus. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Buku ini menyajikan berbagai metode yang dapat dipergunakan para praktisi psikologi untuk melakukan asesmen terhadap sosok individu dengan teknik non-tes.

MATERI PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.

PANDUAN PELATIHAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN MORAL MENGGUNAKAN TEKNIK KLARIFIKASI NILAI UNTUK SISWA SMA

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin. Salah satu kompetensi yang harus dicapai oleh siswa SMA adalah kemampuan siswa mengenal keragaman sumber norma yang berlaku di masyarakat, kemampuan siswa menghargai keragaman sumber norma sebagai rujukan pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek etis. Berdasarkan hal tersebut, penulis mengembangkan panduan Pelatihan pengambilan keputusan moral menggunakan teknik klarifikasi nilai yang dapat digunakan sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyimpangan moral di Kabupaten Trenggalek. Keterampilan pengambilan keputusan moral sangat diperlukan bagi siswa SMA. Pada umumnya, siswa SMA di Indonesia berusia 15-18 tahun, dimana usia tersebut merupakan masa krisis dan sedang mengalami perkembangan pada gaya pengambilan keputusan yang lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan. Panduan ini dapat digunakan pada jenjang kelas X, XI, dan XII dengan persyaratan siswa bersedia menjalani pelatihan tanpa adanya paksaan; siswa memiliki kemampuan dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; dan siswa telah menjalani tes kemampuan pengambilan keputusan moral. Selain syarat tersebut, siswa diwajibkan berkomitmen penuh dalam menjalani pelatihan karena pelatihan ini dilaksanakan selama 7 pertemuan dengan kegiatan yang padat. Panduan ini disusun dengan mengikutsertakan penggunaan berita koran, cerita narasi bergambar, dan penyajian film. Penggunaan tiga media ini dimaksudkan untuk mencegah kebosanan yang terjadi pada saat pelatihan dan melatih siswa untuk terampil mengambil keputusan dari berbagai fenomena yang ditampilkan dalam bentuk media yang berbeda.

Panduan ini dirancang dan disusun untuk menyediakan bahan layanan bidang Bimbingan dan Konseling khususnya bidang bimbingan pribadi yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kemandirian Peserta Didik (SKKPD) yang telah ditetapkan oleh Abkin.

Metode Tutor Sebaya (Peer Tutoring) Dalam Pembelajaran Gambar Teknik Di SMK

Penulis : Sudjatmiko, S.Pd. Ukuran : 21 cm x 14,5 cm Tebal : 90 Halaman ISBN : 978-623-68720-0-0 blurb : Pada buku ini diuraikan secara luas mengenai pengertian metode tutor sebaya (peer tutor) dan cara mempersiapkannya. Pada buku ini juga diuraikan mengenai pengertian gambar teknik dan pembelajarannya di SMK. Dan tidak lupa, pada buku ini diuraikan mengenai penerapan metode tutor sebaya (peer tutor) dalam pembelajaran gambar teknik di SMK. Buku ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembaca, khususnya guru, untuk dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran.

Meskipun sudah mengalami peningkatan, peserta didik yang masih kurang tersebut memerlukan pendekatan intensif dari peneliti, wali kelas dan bimbingan konseling. Sebagai deskripsi sikap peserta didik berdasarkan angket disajikan grafik ...

Penyusunan Perangkat Pelayanan Bimbingan Dan Konseling

Kebutuhan bimbingan dan konseling di sekolah dikarenakan adanya kesadaran akan perlunya sistem pengajaran dan pelayanan kependidikan yang berpusat pada kebutuhan dan karakteristik anak, kesadaran akan perlunya penerapan konsep demokrasi dalam pendidikan, kesadaran akan permasalahan individu dalam kehidupan masyarakat yang selalu berubah dan berkembang, serta kesadaran akan persoalan yang akan dihadapi dalam kehidupan mereka. Bimbingan dan konseling perlu diberikan kepada siswa, karena sebagai individu yang telah berkembang, siswa tidak bisa luput dari tekanan dari dalam diri dan tuntutan dari lingkungannya. Dalam upaya mencapai tugas-tugas perkembangannya, siswa tidak cukup diberi pengajaran saja, tetapi juga perlu mendapat bantuan yang bersifat individual agar dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki secara optimal. Buku ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis berupa langkah‐langkah praktikal dalam menyusun dan mengembangkan program BK. Lebih dari itu, jika petugas BK dan konselor menginginkan capaian dan target yang betul‐betul maksimal dan mampu memunculkan perubahan‐perubahan yang positif dalam diri peserta didik, maka pengelolaan dan pengembangan program ataupun layanan BK harus memanfaatkan pendekatan manajemen yang rasional dan ilmiah. Kehadiran buku ini akan membantu petugas BK dan konselor memiliki penguasaan yang memadai tentang asumsi pokok, prinsip dasar, serta acuan konseptual yang melatarbelakangi penyusunan suatu program. Karenanya, buku ini sangat dianjurkan dibaca oleh seluruh petugas bimbingan sekolah dan konselor di sekolah. Selamat membaca! Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup (Kencana)

Pengenalan Mempelajari hal ihwal ibadah Landasan hidup religius Religius (1) Mengembangkan pemikiran tentang kehidupan beragama Melaksanakan ibadah atas keyakinan sendiri disertai sikap toleransi 2. Jujur (2) Landasan perilaku etis ...

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF & KUANTITATIF

Buku ini cukup menarik untuk dibaca oleh para peneliti, akademisi, dan juga tentunya oleh para mahasiswa, di mana penulis menyajikannya secara sistematis dan sederhana serta mudah dicerna. Saya berharap buku ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca, terkhusus para peneliti.

D. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Seperti diketahui bahwa paradigma filsafat yang melandasi metode penelitian terbagi atas dua macam, yaitu positivistik (sering disebut secara populer sebagai penelitian kuantitatif) dan ...

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF EDISI REVISI

Buku ini memuat tentang pendekatan penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif, dan proposal laporan hasil penelitian. Buku ini diharapkan bisa bermanfaat untuk pelajar khususnya mahasiswa yang sedang menekuni metode kualitatif pada bidang akademiknya.

Buku ini memuat tentang pendekatan penelitian kualitatif, metode penelitian kualitatif, dan proposal laporan hasil penelitian.

BUKU AJAR ISLAM DAN KEBHINNEKAAN

Kajian Praktis Model PSI-BK sebagai Daya Tangkal Radikalisme di Perguruan Tinggi

Buku ajar yang telah hadir di tangan pembaca ini merupakan produk hasil Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi yakni Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Prodi Pendidikan Sejarah dan STKIP Adzkia Padang yang bertindak sebagai Tim Peneliti Pengusul (TPP) dan Universitas Bung Hatta sebagai Tim Pengusul Mitra (TPM). Buku ajar merupakan sistem pendukung terlaksananya model PSI-BK dengan baik. Buku ajar dikembangkan isinya sesuai dengan RPS yang telah disusun dan divalidasi khusus oleh pakar. Buku ini berisi 6 bab yaitu gambaran bangsa arab sebelum Islam, gambaran bangsa arab setelah Islam, Islam dan radikalisme, sumbangan Islam untuk dunia, islamisasi di nusantara, tantangan baru Islam kekinian. Di dalam buku ajar ini setiap bab dilengkapi dengan pengantar, langkah-langkah pembelajaran, peta konsep dan capain pembelajaran yang mencakup aspek sikap, pengetahuan, keterampilan umum dan keterampilan khusus serta rangkuman dan soal diskusi serta tindak lanjut penugasan terstruktur yang telah dilengkapi dalam buku ajar ini. Buku Ajar ini adalah solusi bagi mahasiswa dan peminat umum lainnya dalam memperkaya khasanah, keilmuan, keislaman dan kebhinnekaan dalam kehidupan yang penuh keprihatinan.

Buku ajar yang telah hadir di tangan pembaca ini merupakan produk hasil Penelitian Kerjasama Antar Perguruan Tinggi yakni Institut Pendidikan Tapanuli Selatan Prodi Pendidikan Sejarah dan STKIP Adzkia Padang yang bertindak sebagai Tim ...