Sebanyak 2560 item atau buku ditemukan

PENGANTAR STUDI ILMU DAKWAH

Dakwah adalah seruan kepada manusia untuk bertauhid kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan segala bentuk kemusyrikan. Pada prinsipnya, dakwah adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana seruan dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam agar kita menyampaikan pesan-pesan Islam, meskipun satu ayat. Namun begitu, berdakwah juga perlu ilmu, perlu pemahaman tentang dakwah (fiqhud dakwah), agar pesan-pesan yang disampaikan bisa berjalan secara sistematis dan efektif. Karena itu, buku ini hadir untuk memberikan pemahaman tentang seluk beluk dakwah, seperti; sejarah dakwah, metode-metode dalam berdakwah, tugas pokok seorang dai, peta konsep dakwah, kode etik dakwah, sarana-sarana dakwah, psikologi dai dan mad’u (obyek dakwah), pantangan-pantangan dakwah, karakteristik dai, dan lain sebagainya. Penulis memaparkan teori-teori dalam dakwah, kemudian juga memberikan arah-arahan agar teori-teori tersebut bisa dipraktikan oleh para dai. Karena sejatinya, sebanyak apapun teori yang kita pahami, jika tidak dipraktikkan di lapangan, maka itu semua tak akan ada gunanya. Sebagai seorang yang bergelut dalam dunia akademisi dan juga seorang dai, penulis memiliki pengalaman dalam bidang ini. Buku ini wajib dimiliki oleh para mahasiwa yang menempuh studi di bidang dakwah, dan setiap muslim secara umum, terutama bagi mereka yang mewakafkan dirinya untuk menjadi dai ilallah. Sangat sayang jika Anda lewatkan!

4986, Bab: Jam'u Al-Qur`an, dan Fath Al-Bari (9/10-11), hadits-hadits tentang penyatuan mushaf-mushaf pada era kekhalifahan Utsman bin Affan a b. Upaya mereka dalam menyebarkan ilmu pengetahuan di antara umat. dalam Shahih Al-Bukhari, ...

TEACHING ENGLISH AS A SECOND LANGUAGE, Second Edition

A NEW PEDAGOGY FOR A NEW CENTURY

English Language Teaching (ELT), especially English as a Second Language (ESL) and English as a Foreign Language (EFL), has been witnessing unprecedented changes in curriculum, teaching methodology, and the application of learning theories. This has created a demand for teachers who can teach English to learners of varied cultural, socio-economic and psychological backgrounds. The book, in its second edition, continues to discuss the modern trends, innovations, as well as the difficulties and challenges in teaching and learning ESL in a non-native context. The book, with contributions from many experts (each one specializing in a particular field) from countries such as UK, USA, Australia, New Zealand, India, Nigeria, Sri Lanka, China, and Japan, provides new methods, strategies and application-oriented solutions to overcome the problems in a practical way. The book deals with all topics pertinent to English as a Second Language or English for the non-native speakers, and these are further reinforced by a large number of examples and quotations from different sources. The new edition comes along with thoroughly improvised chapters on Narrative Inquiry for Teacher Development (Chapter 13) and Mass Media, Language Attitudes and Language Interaction Phenomena (Chapter 23): to provide an insight on the innovative approaches in Teacher training and in classrooms, and new approaches and changing language dimensions in the world of media, and in general. What distinguishes the text is its focus on modern innovations and use of technology in ELT/CLT (Communicative Language Teaching). Postgraduate Students of English, teachers, teacher-trainees (B.Ed./M.A. Education/M.Ed.), and teacher-educators who are concerned with teaching English as a Second Language (ESL) should find this book immensely helpful.a

Postgraduate Students of English, teachers, teacher-trainees (B.Ed./M.A. Education/M.Ed.), and teacher-educators who are concerned with teaching English as a Second Language (ESL) should find this book immensely helpful.a

Syllabus Design Of English Language Teaching

This book is entitled Syllabus Design for English Language Teaching which was written and developed based on a research “Communicative Competence Based Syllabus Design for Speaking Course One for Students of The English Department”. It mainly provides detailed elucidation of the process of designing a syllabus as one of systematic steps of curriculum development in language teaching. Curriculum development in language teaching should be done since it implies an effort carried out by the language teachers to improve the quality of language teaching through some stages of systematic planning such as a needs analysis, formulation of learning objectives, development of syllabus and teaching materials, teaching materials’ implementation as well as evaluation to find out the effectiveness of the curriculum by taking into account the achievement of learning goals in language teaching program. This book generally includes some information on the discussion of: (1). The status of English in the education system of Indonesia and the outcomes of English teaching all this time according to researchers in the field of language teaching; (2). The distinction between the terms of curriculum and syllabus therewith the syllabus design theory from the standpoint of ESP and Language Program Development; (3). Theory of needs analysis as the main cornerstone in the development of syllabus design; (4). The concept and the theory of communicative competence based syllabus design; (5). The systematic stages in designing a competency-based syllabus ranging from preliminary stages with the needs analysis, the stage of teaching materials development, as well as the stage of reviewing the learning outcomes; (6). A practical example of a study which is presented to make the readers clearly understand how to apply the stages of developing the communicative competence based syllabus design Buku Persembahan Penerbit PrenadaMedia

This book is entitled Syllabus Design for English Language Teaching which was written and developed based on a research “Communicative Competence Based Syllabus Design for Speaking Course One for Students of The English Department”.

Sejarah Peradaban Islam di Indonesia

Sejarah peradaban Islam merupakan salah satu bidang kajian studi Islam yang banyak menarik perhatian para peneliti, baik dari kalangan muslim maupun non-muslim. Sejarah adalah gambaran masa lalu tentang manusia dan sekitarnya sebagai makhluk sosial, yang disusun secara ilmiah dan lengkap, meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan kepahaman tentang apa yang telah berlalu. Buku ini menguraikan tentang sejarah peradaban Islam secara umum; sejarah masuk dan kerajaan Islam di Indonesia: peradaban Islam di Indonesia. Buku ini berfungsi sebagai sumber belajar bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan membaca literature sejarah peradaban Islam dalam bahasa Arab dan bahasa Inggris. Akan tetapi, kekuatan yang ada pada buku ini adalah pembahasan yang menonjol pada aspek peradaban Islam yang sejalan dengan perkembangan Islam (penganut dan wilayah kekuasaan).

Buku ini menguraikan tentang sejarah peradaban Islam secara umum; sejarah masuk dan kerajaan Islam di Indonesia: peradaban Islam di Indonesia.

Sejarah & Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XII M)

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim. Islam mengalami kemajuan pesat yang ditandai dengan kekuasaan yang sangat luas serta penyatuan antarwilayah Islam. Daulah Abbasiyah di Baghdad (di belahan dunia Timur) dan Daulah Umayyah di Cordova, Andalusia/Spanyol (di belahan dunia Barat) memperlihatkan kemajuan sains, kebudayaan, dan peradaban yang sangat spektakuler. “The Golden Age of Islam. (Masa Keemasan Islam) benar-benar telah menghiasi panggung sejarah dunia pada Abad Klasik tersebut. Buku-buku ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dan ditulis oleh para sarjana Muslim diterjemahkan secara besar-besaran ke dalam bahasa Barat-Latin. Intensitas persentuhan dan pergumulan Barat dengan peradaban Muslim pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Renaissance di Barat pada abad ke-14 M. Era Renaissance pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Reformasi dan Era Aufklarung (Pencerahan) pada abad ke-17 M yang kemudian mengantarkan bangsa-bangsa Barat menjadi bangsa yang sangat modern dan canggih di bidang sains dan teknologi. Robert Stephen Briffault, dalam buku terkenalnya yang berjudul The Making of Humanity mengapresiasi kontribusi besar para ilmuwan Muslim terhadap dunia modern. Briffault tanpa ragu mengatakan, “Ilmu pengetahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang maha penting kepada dunia modern. Utang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab tidak tergantung kepada penemuan-penemuan teori yang revolusioner: ilmu pengetahuan berutang besar sekali kepada kebudayaan Islam.

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim.

Logika Ushul Fiqh

Sebagai sebuah perspektif teori, ushul fiqh mempunyai peran penting dalam mengerangkakan bangunan epistemologi hukum dalam Islam. Ia dibangun oleh para yuris Islam, bukan saja didasarkan pada semangat teks wahyu, tetapi juga dikombinasikan dengan logika berpikir ilmiah. Dengan kombinasi tersebut, ushul fiqh dinilai terus relevan dijadikan perspektif teori dalam beragam kajian hukum mutakhir. Dengan menggunakan ilmu ushul fiqh sebagai alat analisis, diharapkan berbagai kajian hukum modern mendapatkan momentum penyelesaiannya sesuai prinsip-prinsip maqashid asy-syari’ah (tujuan hukum), yakni untuk menebar kemaslahatan dan mencegah terjadinya kerusakan. Buku mengungkap peran penting logika dalam merumuskan kaidah-kaidah ushul fiqh, termasuk sejauh mana kaidah-kaidah tersebut mampu melahirkan preskripsi hukum sesuai dengan tujuan disyariatkan Islam itu sendiri. Hukum lahir bukan dalam ruang vakum, melainkan dikreasi untuk menatakelola kehidupan manusia di dunia dan akhirat. Pilihan teori dalam kajian hukum sangat menentukan sejauh mana ia dapat mengapresiasi prinsip luhur sebuah hukum dibentuk sesuai tujuan asasinya. Dalam konteks inilah, buku ini hadir untuk ikut mendiskusikan ilmu ushul fiqh sebagai teori hukum. Selamat membaca!

Buku mengungkap peran penting logika dalam merumuskan kaidah-kaidah ushul fiqh, termasuk sejauh mana kaidah-kaidah tersebut mampu melahirkan preskripsi hukum sesuai dengan tujuan disyariatkan Islam itu sendiri.